logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 27 October 2026
in Persepsi
0
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Amier Arham

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

oleh:
Muh. Amier Arham

Selama sepekan saya berada di ibukota untuk mendampingi putri kedua saya merenda masa depan. Tempat aktifitasnya berada di lokasi yang berbeda, praktis membutuhkan mobilitas dari satu titik ke titik lainnya. Pada awalnya menggunakan transportasi online reguler yang telah biasa saya langgan hingga di daerah untuk mendukung mobilitas. Atas saran sahabat, sebaiknya menggunakan transportasi online Green SM (Green and Smart Mobility) yang kerap ia gunakan beraktifitas untuk kesehariannya. Kebiasaan saya jika diberi saran, tidak langsung begitu saja menerimanya. Akan muncul sederet pertanyaan. Kenapa menggunakan Green SM, apa kelebihan dan keistimewaannya dibanding transportasi online reguler?.

Penyedia jasa transportasi online (ride-hailing) asal Vietnam ini mengoperasikan armada taksi dan ojek online 100 % berbasis kendaraan listrik di Indonesia. Lazimnya kendaraan listrik, sudah barang tentu jauh lebih hemat dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil, apalagi di tengah terkereknya harga minyak dunia. Sehingga basis tarif transportasi online pengguna Electric Vehicle (EV) lebih rendah dibanding transportasi online reguler. Dari segi kenyamanan taksi EV lebih unggul, tanpa ada kebisingan. Fitur dan interiornya sangat mewah dibanding taksi reguler.

Related Post

Kalkulasi Murah Karhutla, Biaya Mahal Paru-Paru Warga

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Santri Merawat Tradisi, Gorontalo Membangun dengan Hati

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Kendaraan Green SM kendati kerap diberitakan negatif, karena sering terlibat dalam insiden lalu lintas. Namun penyebabnya bukan masalah kurang handalnya kendaraan, tetapi human error lebih dominan pemantiknya. Keunggulan Green SM sebagai penyedia jasa online dibanding yang reguler bukan hanya persoalan tarif lebih kompetitif, serta kemewahan armadanya. Jauh lebih maju model manajemennya bersifat integratif. Menggabungkan aplikasi pemesanan berbasis internet dengan pengelolaan operasional kendaraan dan pengemudi dalam satu ekosistem terpadu. Lain halnya dengan transportasi online reguler, aplikasi pemesanan (provider) di develop oleh pihak ketiga, kendaraan operasional adalah milik mitra. Alhasil sistem reguler paling banyak meraih keuntungan adalah developer aplikasi, ketimbang mitra yang juga sekaligus pemilik kendaraan.

Bentuk kemitraan antara perusahaan pengelola Green SM dengan pengemudi relatif lebih setara. Green SM memiliki program sewa kepemilikan mitra lewat mekanisme tabungan harian atau skema operasional lain. Dengan masa kontrak selama 5 tahun, setelah masa kontrak selesai kendaraan dapat menjadi hak milik pengemudi. Sistem manajemen integratif serta penggunaan kendaraan EV 100 % membuat biaya perawatan kendaraan lebih murah serta biaya operasionalnya lebih hemat. Akibatnya para pesaing usaha jasa transportasi yang memiliki pengalaman panjang beroperasi di Indonesia pangsa pasarnya tergerus. Jika mereka tidak melakukan inovasi dan adaptif terhadap perubahan, niscaya mereka ditinggal pelanggan, apalagi Green SM kian gencar melakukan ekspansi ke kota-kota besar lainnya, seperti Surabaya, Denpasar-Badung, Makassar, Bandar Lampung dan Palembang.

Apa yang saya gambarkan di atas merupakan sekelumit kisah hasil inovasi dan kemajuan Vietnam yang kian melaju kencang dalam adopsi kendaraan EV, industri semikonduktor dan digitalisasi.

Mengapa Vietnam Kian Melompat Jauh?

Kemajuan yang dicapai oleh Vietnam adalah buah dari reformasi Doi Moi yang diluncurkan pada tahun 1986 dalam Kongres Nasional ke-6 Partai Komunis Vietnam. Sebelum tahun 1986, Vietnam merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Perekonomiannya hancur akibat perang yang berkepanjangan dengan USA, isolasi internasional (embargo perdagangan), serta ketidakfisiensian sistem ekonomi komunis yang terlalu terpusat, menyebabkan inflasi tinggi dan kelangkaan pangan. Reformasi Doi Moi adalah kebijakan pembaruan ekonomi radikal dari sistem ekonomi komando terencana (terpusat) menjadi ekonomi pasar berorientasi sosialis.

Arah kebijakan Doi Moi, diantaranya; 1) Transisi ke ekonomi pasar, dimana pemerintah mulai mengurangi kontrol harga komoditas dan membiarkan kekuatan pasar menentukan harga. 2) Reformasi sektor pertanian dengan menghapus sistem kolektif pertanian, memberikan hak guna tanah kepada petani, dan membiarkan petani menjual hasil panennya langsung ke pasar. 3) Membuka diri pada investasi asing (FDI) dengan cara merombak hukum investasinya agar lebih ramah terhadap investor asing serta menghapus monopoli perdagangan luar negeri oleh badan usaha milik negara. 4) Privatisasi dan penguatan sektor swasta dengan memulai mengizinkan berdirinya usaha swasta kecil hingga menengah dan melonggarkan ketergantungan pada perusahaan negara. 5) Pembangunan infrastruktur, terdapat ribuan proyek infrastruktur masif seperti jalan tol, pelabuhan laut dalam, bandara, dan kawasan ekonomi khusus.

Uniknya, sistem ekonomi Vietnam menganut pasar bebas. Pada saat yang sama sistem politiknya berbentuk komando dengan mengadopsi model Tiongkok. Reformasi ekonomi pasar bebas secara masif, namun tetap mempertahankan kontrol politik tunggal di bawah Partai Komunis. Agar sistem pemerintahan kian kokoh, pemerintah Vietnam menjalankan reformasi administratif dengan melakukan perampingan struktur pemerintahan, pengurangan jumlah provinsi/munisipalitas, serta pemangkasan birokrasi di bawah kepemimpinan Partai Komunis. Sebaliknya di Indonesia usulan pemekaran wilayah semakin massif, baik provinsi maupun kabupaten/kota dengan alasan efektifitas rentan kendali pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah.

Dampak keberhasilan dari reformasi Doi Moi; swasembada dan eksportir pangan meningkat, dari negara yang awalnya kelaparan, reformasi pertanian berhasil mengubah Vietnam menjadi salah satu negara eksportir beras terbesar di dunia. Pertumbuhan ekonomi tinggi, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada tahun 2025 tercatat sebesar 8,02 %, dan pada kuartal II 2026 mencapai 8,39 % secara tahunan. Jauh melampui negara ASEAN lainnya, malahan pada masa pandemi Covid-19 ekonomi Vietnam masih tercatat tumbuh positif 2,91 %, berbeda dengan Indonesia pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar -2,07 %. Dengan pertumbuhan ekonomi impresif, Vietnam mampu memangkas tingkat kemiskinan ekstrem dari sekitar 70 % pada pertengahan 1980-an menjadi di bawah 20 % dalam waktu dua dekade.

Saat ini Vietnam menjadi basis produksi industri manufaktur, ada beberapa perusahaan multinasional melakukan relokasi (perpindahan basis produksi) dari Indonesia ke Vietnam pada pertengahan tahun 2026, terutama melibatkan sektor komponen otomotif serta beberapa industri besar lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Jauh sebelumnya juga industri alas kaki merek Nike merelokasi pabriknya ke Vietnam. Relokasi pabrik dari Indonesia ke Vietnam tentu ada alasan lewat hitungan ekonominya, seperti; 1) Vietnam dinilai memiliki rantai pasok lokal dan kawasan industri yang lebih terintegrasi untuk barang elektronik, otomotif, hingga alas kaki. 2) Dukungan kebijakan dan insentif, pemerintah Vietnam yang agresif dalam menarik investasi asing (FDI), 3) Vietnam memiliki banyak perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral yang mempermudah akses ekspor ke pasar global, dan 4) Iklim investasi dan efisiensi, upah buruh dan efisiensi birokrasi/logistik menjadi pertimbangan perusahaan untuk membangun basis produksi global di Vietnam.

Di tengah berlangsungnya perang dagang antara USA-Tiongkok pada tahun 2019, situasi ini dimanfaat dengan cerdik oleh Vietnam. Berdasarkan data Bank Dunia yang disampaikan oleh pemerintah Indonesia, terdapat 33 perusahaan besar yang memutuskan untuk merelokasi pabriknya keluar dari Tiongkok, dari total 33 perusahaan tersebut, sebanyak 23 perusahaan memilih untuk pindah ke Vietnam, 10 perusahaan lainnya tersebar ke negara ASEAN lain seperti Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Myanmar. Perusahaan yang memilih masuk ke Indonesia pada gelombang awal tersebut tidak ada sama sekali (jadi penonton).

Kehadiran perusahaan asing, FDI yang mengalir deras masuk ke Vietnam mendorong lonjakan ekspor, sepanjang periode Januari–September 2026, ekspor Vietnam naik 24,5 % secara tahunan (YoY) mencapai US$ 434,30 miliar. Produk ekspor utama berasal dari produk industri manufaktur, seperti ponsel dan komponennya, komputer dan produk elektronik, tekstil dan garmen, alas kaki, serta mesin dan peralatan. Pada periode yang sama nilai ekspor Indonesia sebesar US$193,64 miliar, jauh di bawah Vietnam dengan lebih mengandakan ekspor utama hasil ekonomi ekstraktif (keberkahan SDA). Padahal kondisi alam dan iklim antara Vietnam dan Indonesia tidak beda jauh. Tidak itu saja kedua negara ini merayakan hari kemerdekaan di tahun yang sama, tapi Vietnam kian melompat jauh ke depan, dan Indonesia cenderung lompat di tempat, tak ubahnya bagaikan berlari di atas treadmill. (*)

Penulis adalah Ekonom Universitas Negeri Gorontalo

Tags: Catatan Amier ArhamEkonom UNGGuru Besar UNGProf. Amier Arham

Related Posts

Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026
Kalkulasi Murah Karhutla, Biaya Mahal Paru-Paru Warga

Kalkulasi Murah Karhutla, Biaya Mahal Paru-Paru Warga

Wednesday, 28 October 2026
Muchlis Huntua

Santri Merawat Tradisi, Gorontalo Membangun dengan Hati

Monday, 26 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Wednesday, 21 October 2026
Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Monday, 19 October 2026
Next Post
Honda DBL North Sulawesi 2026: SMA Eben Haezar-Manado Independent School Tak Terkalahkan

Honda DBL North Sulawesi 2026: SMA Eben Haezar-Manado Independent School Tak Terkalahkan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.