Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Besar kemungkinan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada Pemilu 2029 bakal mengalami kenaikan dari saat ini empat persen menjadi lima persen.
Seiring kesepakatan mayoritas partai politik (Parpol) pengoleksi kursi di DPR yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah menyepakati untuk menaikkan PT menjadi lima persen pada rancangan undang-undang (RUU) Pemilu yang akan segera digodok.
Ini terkuak setelah Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menyebutkan ketum partai pendukung pemerintah memang sempat bertemu untuk membahas Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu. Sugi sapaan Sugiono menyebut Gerindra pada pertemuan ketum partai diwakilkan oleh Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad.
“Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku ketua harian untuk membicarakan mengenai hal-hal yang yang perlu dibicarakan dalam rangka UU Pemilu,” kata dia menjawab awak media di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Pria yang menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) itu mengaku tak tahu lokasi dan waktu persis pertemuan ketum partai pendukung pemerintah membahas RUU Pemilu.
Sebab, Sugi sedang berada di New Delhi, India untuk mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum BRICS ketika pertemuan ketum dilaksanakan. “Saya tidak tahu persis di mana karena pada saat itu saya mendampingi Presiden ke BRICS. iya, iya ke New Delhi,” ujarnya.
Sugi mengatakan pertemuan para ketum partai satu di antaranya membahas ambang batas parlemen di RUU Pemilu. Menurutnya, Gerindra dalam pertemuan mengaku setuju ambang batas parlemen menjadi lima dari sebelumnya empat persen.
Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menyebutkan ketum partai pendukung pemerintah memang sempat bertemu untuk membahas Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu. “Kalau kami setuju di lima persen,” kata Sugi.
Namun, lanjut dia, para ketum partai belum membuat kesepakatan bersama terkait ambang batas parlemen sekitar lima persen. “Nanti, kan, ujungnya kesepakatan, ya, kumpul lagi,” katanya. S
elain ambang batas parlemen, ujar dia, pertemuan ketum partai pendukung pemerintah membahas pemilu lebih efisien, efektif, kemudian suara rakyat tetap bisa terakomodasi. “Jadi, kurang lebih garis besarnya seperti itu, bahwa satu pemilu lebih efektif, kedua pemilu itu efisien,” kata Sugi.
Kenaikan PT pada Pemilu 2029 disisi lain akan menyulitkan partai khususnya partai kecil untuk bisa mengutus wakilnya di DPR-RI. Salah satu partai yang telah merasakan dampak kenaikan PT ini adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kenaikan PT dari 3,5 persen menjadi empat persen pada Pemilu 2024, membuat PPP gagal mengirimkan wakil-wakilnya ke Senayan (DPR-RI). Karena perolehan suara PPP berada di bawah empat persen. (rmb/jpnn)














Discussion about this post