Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pencegahan stunting mulai diarahkan sejak usia remaja. Di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, kesehatan remaja putri menjadi perhatian melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang mengedepankan edukasi dan pemantauan kesehatan reproduksi.
Program tersebut menghadirkan Buku SEHATI (Buku Saku) sebagai salah satu inovasi untuk membantu remaja putri memahami sekaligus memantau kondisi kesehatannya. Materi di dalamnya mencakup kesehatan reproduksi, persoalan kesehatan remaja, hingga upaya menjaga kesehatan sebagai bagian dari persiapan memasuki usia reproduksi.
Ketua Pengabmas, Fatmawati Ibrahim, S.ST, M.Keb, yang merupakan dosen Jurusan Kebidanan sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan perhatian terhadap kesehatan remaja putri penting dilakukan sejak dini.
Menurutnya, remaja putri merupakan calon ibu sehingga kondisi kesehatan mereka perlu dipersiapkan jauh sebelum memasuki masa kehamilan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah anemia yang dapat berdampak terhadap kesehatan remaja dan perlu dicegah sejak awal.

Selain edukasi, remaja putri di Tabumela juga mendapat pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), pengukuran tinggi dan berat badan, serta informasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) atau tablet Fe.
Dalam pelaksanaannya, Fatmawati didampingi anggota tim Pengabmas, Endah Yulianingsih, S.ST, M.Kes, dan Hasnawatty Surya Porouw. Tim juga melibatkan Karang Taruna serta kader kesehatan desa agar pendampingan terhadap remaja dapat dilanjutkan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Keterlibatan Karang Taruna dan kader kesehatan menjadi bagian penting dalam program tersebut. Mereka diarahkan untuk tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga memiliki kemampuan memberikan edukasi dan membantu melakukan pemantauan kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Buku SEHATI kemudian diharapkan dapat menjadi media yang praktis bagi remaja maupun pendamping dalam mencatat dan mengenali berbagai aspek kesehatan. Dengan demikian, edukasi tidak berhenti ketika kegiatan Pengabmas selesai, tetapi dapat terus dimanfaatkan di tingkat desa.
Fatmawati menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan jangka panjang. Persiapan kesehatan calon ibu perlu dimulai sejak remaja melalui pemenuhan pengetahuan, pemantauan kondisi kesehatan, serta pembiasaan perilaku hidup sehat.
Melalui program ini, Desa Tabumela tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pola pendampingan kesehatan remaja yang melibatkan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak sekarang sebagai bagian dari investasi kesehatan generasi mendatang. (ADV)












Discussion about this post