Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Suasana Grand Palace Convention Center berubah penuh kehangatan saat penyanyi Yura Yunita tampil dalam rangkaian Gorontalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026, yang diselenggarakan Bank Indonesia Gorontalo, Ahad (12/9) malam.
Sejak pelantun pertiwi itu naik ke panggung, antusiasme penonton langsung terasa. Suara nyanyian dan tepuk tangan terdengar mengiringi setiap lagu yang dibawakan. Sekitar lima hingga enam lagu dinyanyikan Yura malam itu. Penonton pun tampak larut dalam penampilan penyanyi asal Bandung tersebut.
Sebagian ikut bernyanyi, sementara lainnya mengabadikan momen melalui telepon genggam. Namun, penampilan Yura tidak sekadar menghadirkan hiburan. Di sela-sela lagu, ia menyempatkan diri menyapa teman-teman Tuli yang hadir di tengah penonton.
Yura memperkenalkan nama isyarat yang dimilikinya. Hal tersebut membuat suasana semakin hangat karena Yura membawa pengalaman personalnya ke hadapan penonton. “Saya tadi juga sempat memperkenalkan nama isyarat saya. Jadi, saya senang bisa menyapa teman-teman Tuli yang hadir malam ini,” ujar Yura.
Tak hanya itu, Yura juga memberikan perhatian kepada anak-anak rantau yang berada jauh dari keluarga. Ia menyampaikan pesan agar mereka tetap kuat menjalani kehidupan dan tidak melupakan tempat untuk kembali. “Saya juga ingin memberikan semangat untuk anak-anak rantau yang ada di Gorontalo. Semoga tetap kuat, tetap semangat, dan jangan lupa bahwa selalu ada tempat untuk pulang,” katanya.
Pesan tersebut terasa semakin dalam ketika Yura membawakan lagu Jalan Pulang. Perlahan, suasana yang sebelumnya riuh berubah menjadi lebih tenang. Yura tampak menghayati setiap lirik yang dinyanyikannya. Emosinya semakin terasa hingga air mata pecah di tengah lagu. Penonton pun ikut terbawa suasana, tetap bernyanyi sembari memberikan dukungan kepada Yura.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam penampilan Yura di HARFEST 2026. Lagu Jalan Pulang seakan menjadi pengingat tentang keluarga, kerinduan, dan rumah bagi mereka yang sedang berada jauh dari kampung halaman.
Penampilan Yura malam itu pun ditutup dengan suasana haru. Tepuk tangan penonton menggema, mengiringi berakhirnya penampilan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional masyarakat yang hadir. (Tr-76)












Discussion about this post