Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kebakaran lahan terjadi di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (18/7/2026). Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area sekitar.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, informasi kebakaran diterima pada pukul 10.51 Wita. Petugas piket UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 11.13 Wita untuk melakukan penanganan.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 12.55 Wita. Petugas melakukan pemadaman, melokalisir titik api agar tidak meluas, serta melakukan proses pendinginan. Situasi di lokasi akhirnya dinyatakan aman dan terkendali. Dalam kronologinya, laporan awal disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Komunitas Solidaritas Max Gorontalo (SMG), Sumarto Akuba, melalui grup Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Berdasarkan keterangan masyarakat di lokasi, api diduga berasal dari pembakaran lahan yang dilakukan dengan menggunakan ban mobil bekas. Warga sekitar mengaku sempat menegur pelaku, namun teguran tersebut diabaikan. Bahkan, menurut keterangan warga, yang bersangkutan diduga mengancam warga menggunakan senjata tajam. Menyikapi kondisi tersebut, pelapor segera menghubungi petugas Damkar untuk meminta penanganan.
BPBD Kabupaten Gorontalo mencatat penyebab kebakaran adalah lahan yang sengaja dibakar. Lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan sengketa. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Dalam operasi pemadaman, Damkar mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo dan satu unit mobil pemadam kebakaran Provinsi Gorontalo dengan enam personel Regu Yudha. Penanganan turut dibantu unsur TNI/Polri, Komunitas Solidaritas Max Gorontalo (SMG), Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), unsur IEA, serta masyarakat bersama perangkat desa dan kecamatan.
Selama proses pemadaman, petugas menggunakan sekitar 6.000 liter air. Seluruh personel dan peralatan dilaporkan dalam kondisi baik, sementara cuaca saat kejadian cerah berawan. Operasi dinyatakan selesai setelah seluruh personel dan armada kembali ke markas pada pukul 14.19 Wita. (roy)












Discussion about this post