logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Momentum PENAS XVII: Akankah Gorontalo Menjadi Pemain Utama?

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 22 June 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo bukan sekadar agenda rutin organisasi petani dan nelayan. Di balik keramaian puluhan ribu peserta, pameran teknologi, dan rangkaian seremoni kenegaraan yang sedang berlangsung saat ini, tersimpan pesan politik pembangunan yang sangat kuat.

PENAS XVII menandai babak penting dalam pergeseran orientasi pembangunan Indonesia: dari yang selama ini cenderung terpusat di kawasan barat menuju penguatan kawasan timur sebagai salah satu pilar pertumbuhan nasional.
Penunjukan Gorontalo sebagai tuan rumah bukanlah keputusan administratif biasa. Ia mengandung makna strategis yang lebih dalam. Selama bertahun-tahun, daerah-daerah di luar pusat pertumbuhan sering kali berada di pinggiran arus utama kebijakan nasional. Akibatnya, banyak daerah hanya menjadi pemasok bahan baku tanpa memiliki kesempatan yang memadai untuk menikmati nilai tambah dari pembangunan itu sendiri.

Hadirnya puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia di bumi Hulonthalo hari ini merupakan pengakuan bahwa masa depan kedaulatan pangan nasional tidak dibangun dari menara-menara perkantoran di kota besar, melainkan dari sawah, kebun, laut, dan desa-desa produktif yang tersebar di seluruh Nusantara. Negara sedang mengirimkan pesan bahwa sektor pangan kembali ditempatkan sebagai fondasi strategis pembangunan nasional.

Related Post

Monumental Semboyan Gizi ”Svastha Harena” Melalui ”Salam Gizi” dengan Jawaban ”Sehat Melalui Makanan”

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo: Ruang Dialog Tanpa Barikade

Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Pesan ini semakin terasa kuat melalui atensi penuh dari pucuk pimpinan nasional. Pembukaan PENAS XVII yang secara resmi telah dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, serta rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan untuk menutup seluruh rangkaian acara ini, memberikan bobot politis yang luar biasa. Kehadiran para pemimpin tertinggi negara, didampingi jajaran menteri dan anggota DPR RI di Gorontalo, menjadi penegasan bahwa pembangunan pangan, pemberdayaan petani-nelayan, serta penguatan kawasan timur Indonesia adalah agenda strategis nasional yang tidak boleh ditawar. Dalam perspektif politik pembangunan, sinergi kehadiran pimpinan negara ini merupakan pengakuan nyata terhadap posisi Gorontalo sebagai salah satu simpul utama pangan nasional.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, ancaman perubahan iklim, serta gangguan rantai pasok dunia, pangan bukan lagi semata urusan ekonomi. Pangan telah menjadi bagian dari keamanan nasional. Dalam perspektif tersebut, petani dan nelayan bukan kelompok ekonomi pinggiran, melainkan aktor utama yang menjaga eksistensi dan kedaulatan bangsa.

Pandangan tersebut sesungguhnya sejalan dengan pemikiran Presiden Soekarno. Pada awal dekade 1950-an, Bung Karno menegaskan bahwa petani adalah “Penyangga Tatanan Negara Indonesia.” Gagasan historis ini lahir dari kesadaran bahwa kekuatan sejati bangsa tidak hanya bertumpu pada aparatur negara atau sektor ekonomi modern, tetapi pada jutaan tangan yang menjaga keberlanjutan pangan di garis depan. Dalam konteks kekinian, saat dunia dihantui krisis pangan yang nyata, pesan tersebut semakin relevan menemukan momentum pembuktiannya di Gorontalo.

Secara ekonomi, dampak penyelenggaraan PENAS saat ini terlihat sangat nyata. Ribuan kamar hotel dan homestay penuh terisi, rumah makan dan jasa transportasi mengalami lonjakan aktivitas, sementara pelaku UMKM memperoleh panggung yang luas untuk memasarkan produknya. Perputaran ekonomi yang tercipta menunjukkan bahwa agenda nasional dapat menjadi instrumen efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal apabila dikelola dengan baik. Perbaikan infrastruktur jalan, penataan kawasan publik, dan berbagai fasilitas pendukung yang dibangun menjelang pelaksanaan kegiatan juga akan menjadi warisan yang dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

Namun, di tengah euforia yang sedang berlangsung, ada satu pertanyaan besar yang harus dijawab secara jujur: apakah Gorontalo akan menjadi pemain utama atau tetap menjadi penonton?

Pertanyaan ini penting karena sejarah pembangunan daerah sering kali menunjukkan paradoks. Banyak daerah berhasil menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional, tetapi gagal mengubah momentum tersebut menjadi lompatan ekonomi jangka panjang. Acara selesai, tamu pulang, spanduk diturunkan, dan daerah kembali berjalan seperti biasa. Yang tersisa hanya dokumentasi dan kenangan. Karena itu, ukuran keberhasilan PENAS XVII tidak terletak pada megahnya pembukaan oleh Wakil Presiden kemarin, ramainya arena pameran saat ini, atau rencana penutupan oleh Presiden nanti.

Keberhasilan sesungguhnya baru dapat diukur setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Apakah perhatian nasional yang saat ini tertuju ke Gorontalo mampu dikonversi menjadi investasi baru? Apakah momentum ini mampu melahirkan industri pengolahan jagung, pabrik pakan ternak, hilirisasi kelapa, modernisasi perikanan tangkap, dan penguatan rantai pasok pangan daerah? Ataukah semuanya akan berakhir sebagai peristiwa seremonial yang perlahan dilupakan?

Di sinilah sesungguhnya tantangan terbesar Gorontalo.
Momentum pasca-PENAS menuntut hadirnya kepemimpinan daerah yang mampu bekerja melampaui batas-batas administratif. Tantangan hilirisasi, investasi, dan pembangunan sektor pangan tidak mungkin diselesaikan oleh satu kabupaten atau kota secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan orkestrasi pembangunan yang terintegrasi pada skala Provinsi Gorontalo.

Dalam konteks inilah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail menjadi sangat strategis untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap daerah bergerak dalam arah yang sama. PENAS XVII seharusnya menjadi momentum lahirnya sebuah Kesepakatan Pembangunan Pangan dan Hilirisasi Gorontalo, yakni komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menjadikan sektor pangan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah dalam satu dekade mendatang.

Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo sesungguhnya memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Yang diperlukan bukan lagi kompetisi antardaerah, melainkan kolaborasi pembangunan berbasis rantai nilai. Jagung, peternakan, perikanan, kelapa, logistik, hingga industri pengolahan harus dirancang sebagai satu ekosistem ekonomi yang terhubung. PENAS XVII telah membuka panggung nasional bagi Gorontalo. Kini saatnya seluruh kepala daerah bersama Pemerintah Provinsi membangun konsensus besar untuk memastikan momentum tersebut berujung pada peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan rakyat.

Selama puluhan tahun, perekonomian daerah bertumpu pada penjualan komoditas primer. Jagung, kelapa, hasil perikanan, dan berbagai sumber daya lainnya sebagian besar masih keluar dalam bentuk bahan mentah. Nilai tambah ekonomi justru dinikmati oleh daerah lain yang memiliki industri pengolahan, teknologi, dan akses pasar yang lebih kuat. Akibatnya, meskipun memiliki sumber daya yang melimpah, kemampuan daerah menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih terbatas.

Karena itu, pasca-PENAS seharusnya menjadi titik awal konsolidasi besar pembangunan ekonomi Gorontalo. Seluruh instrumen kebijakan daerah, mulai dari regulasi, perencanaan pembangunan, hingga penganggaran, perlu diarahkan untuk mendukung investasi produktif dan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Kita tidak boleh lagi puas hanya menjadi penghasil bahan baku. Kita harus mulai membangun ekosistem industri yang mampu menciptakan nilai tambah di tanah Gorontalo sendiri.

Momentum ini juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas petani dan nelayan, serta sektor perbankan. Tanpa kolaborasi yang kuat, potensi besar yang dimiliki daerah akan tetap menjadi potensi yang tidak pernah benar-benar berubah menjadi kemajuan.

Pada saat yang sama, masyarakat Gorontalo memiliki peran yang tidak kalah penting. Sebagai tuan rumah, kita perlu terus menunjukkan keramahan, keterbukaan, dan kualitas pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang hadir. Nilai-nilai budaya Hulonthalo yang menjunjung persaudaraan dan penghormatan kepada tamu harus menjadi identitas yang dikenang oleh setiap pengunjung.

Bagi para pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, dan pemilik penginapan, PENAS yang sedang berjalan ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan produk dan layanan terbaik kepada pasar nasional. Yang dibangun hari ini bukan sekadar transaksi ekonomi sesaat, tetapi reputasi daerah yang dapat membuka peluang bisnis dan jaringan baru di masa depan.

Gorontalo sesungguhnya memiliki seluruh prasyarat untuk melompat lebih tinggi. Sumber daya alam yang melimpah, posisi strategis di kawasan Teluk Tomini, komoditas unggulan yang kompetitif, serta masyarakat yang adaptif merupakan modal penting untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian politik untuk mengambil keputusan-keputusan besar dan konsistensi dalam mengeksekusi agenda pembangunan jangka panjang.
PENAS XVII tidak boleh menjadi titik akhir. Ia harus menjadi titik start bagi transformasi ekonomi Gorontalo.

Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak ditentukan oleh banyaknya acara yang diselenggarakan, melainkan oleh kemampuan para pemimpinnya dan partisipasi masyarakatnya dalam mengubah peluang menjadi kemajuan nyata.

Hari ini panggung nasional telah diberikan kepada Gorontalo. Sorotan publik Indonesia sedang tertuju ke daerah ini. Kini saatnya kita membuktikan bahwa kepercayaan tersebut tidak salah.

Sebab pada akhirnya, PENAS bukan hanya tentang petani dan nelayan. PENAS adalah tentang keberanian sebuah daerah untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan nasional. Dari bumi Hulonthalo, sebuah pesan sedang dikirimkan kepada Indonesia: bahwa daerah tidak ingin lagi sekadar menjadi pemasok bahan baku, melainkan ingin tampil sebagai pusat pertumbuhan, pusat inovasi, dan pusat nilai tambah.

Hari ini masa depan itu sedang mengetuk pintu. Pertanyaannya bukan lagi apakah peluang itu datang, melainkan apakah kita memiliki keberanian, visi, dan kesungguhan untuk membukanya. (*)

Penulis adalah Politisi NasDem / Anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Tags: Deprov gorontaloDPRD Provinsi GorontaloPENAS GorontaloPENAS XVIIPetani dan NelayanRidwan Monoarfa

Related Posts

Dr. Arifasno Napu

Monumental Semboyan Gizi ”Svastha Harena” Melalui ”Salam Gizi” dengan Jawaban ”Sehat Melalui Makanan”

Tuesday, 6 October 2026
Muchlis Huntua

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo: Ruang Dialog Tanpa Barikade

Monday, 5 October 2026
Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Monday, 5 October 2026
Salam Gizi! Yth, Presiden RI Jenderal (Pur.TNI) Prabowo Subianto 

Ilmiahkan Bid’ah Tentang Makanan Tradisional dan Ramuan Obat Berkhasiat 

Thursday, 1 October 2026
Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Wednesday, 30 September 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Tuesday, 29 September 2026
Next Post
Nikmati Promo Sunset Vibes by The Pool di Aston Gorontalo, Suasana Santai Ada Hidangan Lezat

Nikmati Promo Sunset Vibes by The Pool di Aston Gorontalo, Suasana Santai Ada Hidangan Lezat

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

Tuesday, 6 October 2026
Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

Monday, 5 October 2026
Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Monday, 5 October 2026
FIFA ASEAN CUP, Indonesia Juara! Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

FIFA ASEAN CUP, Indonesia Juara! Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

Tuesday, 6 October 2026

Pos Populer

  • BREAKING NEWS: KPK Geledah Rumah Mewah  di Liluwo Gorontalo, Diduga Milik Seorang Pengusaha

    BREAKING NEWS: KPK Geledah Rumah Mewah di Liluwo Gorontalo, Diduga Milik Seorang Pengusaha

    353 shares
    Share 141 Tweet 88
  • Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Direktur RS Ainun Turun Pangkat, BKD Ajukan Pemberhentian Jabatan ke BKN

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Otak Tanaman dan Jiwa Kehidupan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Lima Jam KPK Geledah Rumah Haji Pulu di Liluwo, Diduga Terkait Korupsi Bupati Bolmut

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.