logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

VVIP Selamanya?

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 6 May 2026
in Disway
0
VVIP Selamanya?
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Jangan dihitung nilai ekonominya: Bandara Nusantara di IKN. Nama resminya: Bandara VVIP IKN. Rasanya itu nama sementara. Masa sih ada bandara bernama seperti itu.

Masa sih untuk hanya satu orang presiden harus dibuatkan bandara semahal itu?

Bandara VVIP IKN besar sekali. Terbesar di Kalimantan. Panjang landasannya 3.600 meter. Lebar: 45 meter. Pesawat komersial terbesar di dunia saat ini, Airbus 380 bisa mendarat di situ –tidak bisa mendarat di Balikpapan yang panjang landasannya 3.000 meter.

Jalan tol dari IKN ke bandara VVIP sedang dikerjakan. Saya lewat jalan umum yang kecil: 40 menit. Kalau jalan tol sudah jadi mungkin hanya perlu waktu 20 menit. Jalan tol dan bandara hanya untuk VVIP?

Related Post

Wani El-Tri

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Harusnya juga untuk umum. Kelak. Hanya saja jarak dari bandara Sepinggan Balikpapan ke bandara VVIP IKN hanya lima menit –pakai pesawat.

Kalau bandara VVIP itu kelak untuk umum maka akan seperti Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusumah. Tapi kue ekonomi Jakarta luar biasa besar –untuk ukuran Indonesia. IKN tidak dirancang menjadi sebesar Jakarta. Berarti punya dua bandara akan berlebihan. Atau bandara VVIP IKN akan tetap hanya untuk VVIP di masa yang panjang.

Sewaktu saya ke bandara itu tentu saja sepi. Hari itu hari Minggu. Dan lagi memang tidak ada VVIP yang mendarat atau berangkat.

Pesawat VVIP tentu menurunkan penumpang di depan ruang kedatangan VVIP. Ruang itu megah dan lapang. Arsitektur luarnya mirip lamin –rumah panjang suku Dayak. Interiornya modern. Di sebelah ruang penyambutan itu ada ruang rapat besar. Presiden bisa rapat di situ bersama para menterinya maupun tamu negara.

Ketika saya ke apron VVIP terlihat ada satu aero bridge –belalai gajah. Pesawat non VVIP berhenti menurunkan penumpang di belalai gajah itu. Presiden Jokowi beberapa kali mendarat di bandara VVIP. Presiden Prabowo rasanya baru dua kali –sebagai presiden.


—

Saya tidak lama di bandara ini. Yang penting saya tahu: Di IKN yang dekat Balikpapan ternyata perlu dibangun bandara baru. Dulu saya tidak percaya: betapa borosnya. Toh kalau sudah ada jalan tol khusus Balikpapan-IKN paling hanya perlu perjalanan 45 menit. Kalau perlu disiapkan helikopter khusus VVIP dari Balikpapan ke IKN.

Dari bandara ini saya diantar menuju mulut jalan tol terdekat. Yakni mulut darurat masuk jalan tol yang belum dioperasikan. Saya kembali melewati jembatan satwa yang melintang di atas jalan tol. Saya pelototi jembatan itu. Tidak ada urang utan yang lewat. Di jembatan satwa satunya lagi saya juga memicingkan mata. Tidak tampak. Mungkin karena saat saya lewat di situ tidak waktunya azan salat asar.

Di pertengahan jalan tol ini saya exit: ke jalan lama ke arah jalan tol jurusan Balikpapan-Samarinda.

Di jalan tol, kang Sahidin mengingatkan saya: waktunya live Persebaya. Ia tahu kalau sedang asyik menulis naskah untuk Disway saya lupa segala-galanya. Tepat menjelang magrib kami tiba di rumah istri. Ucapan sambutan untuk saya berupa laporan hasil pertandingan –mengira saya lupa nonton. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayIKNkaltimVVIP Selamanya?

Related Posts

Wani El-Tri

Wani El-Tri

Saturday, 27 June 2026
--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Next Post
Astaga! Ada Bayi Ditemukan di Pantai Leato, Kondisinya Tak Bernyawa

Astaga! Ada Bayi Ditemukan di Pantai Leato, Kondisinya Tak Bernyawa

Discussion about this post

Rekomendasi

Tok! Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat

Tok! Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat

Wednesday, 1 July 2026
Satu unit alat berat Excavator diamankan Petugas kepolisian Polres Pohuwato saat digunakan untuk melakukan aktivitas PETI di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Senin (29/6/2026).

Excavator dan Tiga Terduga Pelaku PETI Diamankan

Tuesday, 30 June 2026
AYAH WAJIB HADIR - Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim bersama jajaran BKKBN melepas balon pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke 33t tingkat Provinsi Gorontalo, senin (29/6). (foto: dok/pemprov)

Sekdaprov Sofian Ibrahim Irup Hari Keluarga Nasional Tingkat Provinsi Gorontalo

Tuesday, 30 June 2026
Muh. Amier Arham

Decoupling Cita-Cita Besar Presiden Prabowo Subianto

Monday, 29 June 2026

Pos Populer

  • Tok! Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat

    Tok! Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung Rakyat

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Eks Lokasi PENAS XVII Akan Dijadikan Destinasi Agrowisata Gorontalo

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Sekdaprov Sofian Ibrahim Irup Hari Keluarga Nasional Tingkat Provinsi Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Irwan Hamzah, Birokrat, Juga Seniman ‘Dunia Dipo Kiama’

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Decoupling Cita-Cita Besar Presiden Prabowo Subianto

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.