gorontalopost.co.id – Halal bi halal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)/HMI – Forhati-Kohati Gorontalo terasa istimewa, karena dihadiri langsung Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mualadi, yang juga mantan ketua Pengurus Besar (PB) HMI. Halal bi halal yang berlangsung di aula Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Rabu (8/4) malam itu, menjadi momentum Viva Yoga kilas balik perjalanan karirnya termasuk di HMI.
Viva Yoga merupakan kader HMI dari pulau dewata, Bali. Pada tahun 1992, ia pernah menjadi Ketua HMI Denpasar, ketika itu ia berkuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Tak cukup, Viva memutuskan merantau ke Jakarta, dan mengambil program pascasarjana di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Disini, dia melirik kursi ketua umum PB HMI.
Hanya saja, untuk meraihnya tidak mudah. Padahal berbagai upaya dilakukan, termasuk menerbitkan buku sebagai produk intelektualitas. Ia ingat betul, sosok yang membantunya ketika mencalonkan diri sebagai Ketum PB HMI kala itu adalah Amir Arham, yang kini menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Dua kali mencalonkan sebagai Ketum PB HMI, dua kali pula gagal meraih ketua. “Nyalon ketua PB HMI, dua kali nyalon dua kali kalah. Salah satu tim sukses saya mas Amir Arham (WR III UNG). Saya sudah cetak buku, ada dua buku saya cetak sebagai produk intelektualitas. Ternyata tidak berpengaruh signifikan,” kenang Yoga saat memberi sambutan di acara yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur Goronto, Rabu (8/4) malam.
Meski pernah dua kali gagal maju, Viva Yoga akhirnya dipercaya sebagai Ketua PB HMI 1995-1997, era dimana bangsa Indonesia sedang peralihan rezim dari ordebaru ke reformasi. Menurutnya, berproses di HMI mampu membentuk dirinya menjadi politisi hingga dipercaya sebagai Wamentrans di era Presiden Prabowo Subianto.
Di HMI, ia tidak saja pernah menjabat Ketum PB HMI, tapi juga pernah sebagai Koordinator Majelis Pekerja Konggres (MPK) PB HMI (1997-1999), Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) periode 2005-2010, dan terakhir Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI periode 2010 – 2013. “Hidup di HMI penuh dengan suasana pengkaderan baik formal maupun non formal. Saya bisa seperti ini karena pengkaderan di HMI. Kakanda Gusnar merintis dari PNS Dinas Pertanian hingga jadi gubernur juga dari HMI. Artinya proses kaderisasi menjadi bagian penting dalam pematangan diri,” tegas mantan Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI periode 2010 – 2013 itu.
Uniknya, halal bihalal tersebut juga menjadi momen reuni Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu sekaligus Koordinator Presidium Wilayah KAHMI Gorontalo dengan Viva Yoga. Thariq sebagai mantan pengurus BADKO HMI 1995-1997 pernah dilantik Yoga yang kala itu menjabat ketua PB HMI. “Alhamdulillah sekarang berjumpa lagi saya sebagai Bupati dan Kakanda Viva Yoga sebagai Wakil Menteri,” kata Thariq yang turut memberi sambutan.
Sementara itu, Gubernur Gusnar Ismail sekaligus mantan Ketua HMI Cabang Manado tahun 1983 mengaku senang bisa menggelar silaturahmi bersama alumni dan kader HMI. Ia berharap acara semacam ini bisa terus dilaksanakan, khususnya ketika ada pejabat negara kader HMI yang berkunjung ke daerah. “HMI adalah proses yang panjang, proses yang cuma dua paradigma positif dan negatif, kalah dan menang. Kekalahan jangan dipelihara terus, kalau diberi amanah dikerjakan dengan baik,” kata Gusnar.
Setidaknya ada tiga hal yang dititipkan Gusnar Ismail untuk seluruh alumni dan kader HMI untuk diperjuangkan. Pertama menyangkut pembangunan perluasan Bandara Djalaluddin untuk embarkasi haji, alih status IAIN Sultan Amai menjadi UIN serta pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre. (tro)













Discussion about this post