logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Nasional

Ratusan Peserta Ikuti Webinar Gratis Mental Health soal Regulasi Rasa Bersalah

Lukman Husain by Lukman Husain
Sunday, 29 March 2026
in Nasional
0
Ratusan Peserta Ikuti Webinar Gratis Mental Health soal Regulasi Rasa Bersalah

Praktisi kesehatan mental Yusuf Abdul Rahman saat memaparkan materi dalam webinar "Menjadi Diri Sendiri dan Regulasi Rasa Bersalah" yang digelar secara daring, Sabtu (28/03/2026)(foto: tangkapan layar zoom/vanni ashari/mg/gorontalo post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.co.id – Komunitas Ngangsu Bareng menggelar webinar gratis bertema kesehatan mental dengan topik “Menjadi Diri Sendiri dan Regulasi Rasa Bersalah” yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan praktisi kesehatan mental Yusuf Abdul Rahman sebagai narasumber tunggal yang memandu jalannya diskusi dari awal hingga akhir sesi, Sabtu (28/3).

Webinar yang dimulai pukul 19.30 WIB ini tidak hanya dapat diikuti secara langsung melalui Zoom, tetapi juga ditayangkan secara live streaming di kanal YouTube Yusuf Abdul Rahman, sehingga jangkauan peserta menjadi jauh lebih luas. Sejak sesi dibuka, ruang diskusi langsung dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang mencerminkan betapa banyak orang menyimpan kegelisahan soal kesehatan mental namun tidak tahu harus ke mana mencari jawabannya. Tingginya partisipasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kebutuhan masyarakat terhadap ruang bicara soal kesehatan jiwa semakin besar dari waktu ke waktu.

Dalam paparannya, Yusuf Abdul Rahman mengajak peserta untuk lebih mengenal diri sendiri secara autentik dan tidak terjebak dalam tekanan lingkungan yang kerap membuat seseorang kehilangan jati dirinya. Ia menjelaskan bahwa banyak orang tumbuh dalam lingkungan yang lebih mengutamakan kepatuhan dan penilaian orang lain dibanding kejujuran terhadap diri sendiri, sehingga lama-kelamaan mereka kehilangan kemampuan untuk mengenali apa yang sebenarnya mereka rasakan dan inginkan.

“Banyak orang hidup dengan rasa bersalah yang tidak pernah mereka selesaikan. Itu bukan tanda kelemahan, tapi tanda bahwa mereka butuh ruang untuk memahami diri sendiri lebih dalam,” ujar Yusuf Abdul Rahman. Ia menambahkan bahwa langkah pertama yang paling penting adalah berani mengakui perasaan itu tanpa terburu-buru menghakimi diri sendiri, karena justru di situlah proses pemulihan psikologis yang sesungguhnya dimulai.

Related Post

Ridwan Monoarfa: Dakwah Harus Bikin Umat Mandiri

Kongres SI ke-42 Digelar, Gorontalo Ditantang Wujudkan Dakwah Ekonomi

SERUNI Bangun Rumah Keluarga Rentan di Kabupaten Gorontalo

Pecahkan Rekor! BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras

Yusuf Abdul Rahman juga menekankan bahwa rasa bersalah yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi beban psikologis yang jauh lebih berat dari yang disadari. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menggerogoti kepercayaan diri, merusak kualitas hubungan sosial, hingga mendorong seseorang untuk terus-menerus menyangkal siapa dirinya yang sesungguhnya. Oleh karena itu, regulasi emosi bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang perlu dipelajari sejak dini.

Isu kesehatan mental di Indonesia hingga kini masih kerap dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat. Banyak orang yang mengalami tekanan psikologis memilih untuk diam dan memendam perasaannya sendiri karena takut dicap lemah, lebay, atau bahkan gila oleh lingkungan sekitarnya. Kondisi ini diperparah oleh minimnya akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang terjangkau, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, sehingga banyak yang tidak pernah mendapatkan penanganan yang semestinya.

Kehadiran webinar seperti yang digelar komunitas Ngangsu Bareng ini dinilai menjadi salah satu jembatan penting untuk membuka percakapan yang selama ini tersimpan rapat di tengah masyarakat. Dengan memanfaatkan platform Zoom dan siaran langsung di kanal YouTube Yusuf Abdul Rahman, kegiatan ini berhasil menjangkau peserta yang jauh lebih beragam, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil sekalipun. Sebuah langkah kecil yang, jika terus dirawat dan dikembangkan, bisa menjadi awal dari perubahan kesadaran kolektif masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan mental. (mg-07)

 

 

Tags: Mental Healthwebinar

Related Posts

Ridwan Monoarfa: Dakwah Harus Bikin Umat Mandiri

Ridwan Monoarfa: Dakwah Harus Bikin Umat Mandiri

Monday, 19 October 2026
Kongres SI ke-42 Digelar, Gorontalo Ditantang Wujudkan Dakwah Ekonomi

Kongres SI ke-42 Digelar, Gorontalo Ditantang Wujudkan Dakwah Ekonomi

Sunday, 18 October 2026
SERUNI Bangun Rumah Keluarga Rentan di Kabupaten Gorontalo

SERUNI Bangun Rumah Keluarga Rentan di Kabupaten Gorontalo

Tuesday, 13 October 2026
Pecahkan Rekor! BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras

Pecahkan Rekor! BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras

Saturday, 10 October 2026
Pembebasan Indra Kenz Terancam Dicabut, Itjen Kemenimipas Temukan Fasilitas Mewah di Lapas

Pembebasan Indra Kenz Terancam Dicabut, Itjen Kemenimipas Temukan Fasilitas Mewah di Lapas

Monday, 5 October 2026
Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, Menag: Santri Harus Jadi Generasi Proaktif

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, Menag: Santri Harus Jadi Generasi Proaktif

Friday, 2 October 2026
Next Post
Penting! Untuk Menjaga Performa Mesin, Gunakan Oil System Cleaner Saat Penggantian Oli 

Penting! Untuk Menjaga Performa Mesin, Gunakan Oil System Cleaner Saat Penggantian Oli 

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.