gorontalopost.co.id- Wakil Presiden (Wapres) Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yakin Ijazah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) asli. Namun, dia menilai Jokowi perlu menunjukkan ijazah tersebut agar kasus yang sudah bertahun-tahun menjadi atensi publik itu segera tuntas.
Seingat JK, kasus Ijazah Jokowi sudah muncul sejak 2-3 tahun belakangan. Bukan hanya menjadi atensi publik, kasus itu juga sudah meresahkan dan merugikan masyarakat, termasuk merugikan Jokowi secara pribadi. Karena itu, dia berharap kasus tersebut segera tuntas. ”Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin bahwa Pak Jokowi punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Rabu (8/4).
Menurut JK, kasus tersebut secara tidak langsung telah mengganggu. Sebab, terus muncul di ruang publik bertahun-tahun. Bahkan bisa jadi kasus itu berbiaya mahal. Sebagai wapres yang pernah mendampingi Jokowi, JK yakin Jokowi juga memahami kerugian sosial akibat kasus tersebut. ”Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah 2-3 tahun ini. Tinggal dikasih lihat (ijazah asli), selesai. Tinggal dikasih lihat (kepada) masyarakat saja selesai. Saya yakin itu Pak Jokowi akan begitu,” ucap JK.
JK melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar kepada Bareskrim Polri. Menurut dia, keterangan Rismon yang sudah beredar luas adalah penghinaan dan telah merugikan martabatnya. Selain Rismon, JK melaporkan 2 terlapor lain. Yakni pemilik akun YouTube @StudioMusikRockCiamis dan akun facebook @1922 Pusat Madiun.
Meski Rismon telah membantah dan menyebut keteranganya dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), JK menyatakan bahwa Rismon tidak membantah informasi yang menyebut dirinya telah mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan terkait dengan kasus ijazah Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi). ”Kalau dia membantah bahwa itu tidak benar, bahwa Pak JK kasih Rp 5 miliar, kasih uang, mungkin ada manfaatnya. Tapi, kalau mengatakan itu AI, itu tidak ada artinya untuk saya,” ucap JK kepada awak media.
Salah seorang tokoh negara yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah kenal dan tidak pernah bertemu dengan Rismon. Sehingga tidak ada komunikasi apa pun yang terjadi antara dirinya dengan Rismon.
Pun demikian dengan Jokowi, JK menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak berkomunikasi dengan Jokowi terkait persoalan tersebut. Menurut dia, persoalan dengan Rismon adalah masalah yang harus dia hadapi sendiri. Sebab, Rismon telah melecehkan martabatnya. ”Tidak (komunikasi dengan Jokowi), ini kan masalah saya. Martabat saya yang dilecehkan. Saya tidak mempunyai sifat itu, mengkritik orang dari belakang. Kalau saya tidak suka, saya katakan tidak suka, atau tidak benar. Masa saya bayar orang, nggak lah,” jelasnya.(jp)











Discussion about this post