Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Area halte Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi saksi bisu sebuah kejadian memalukan pada Sabtu, 4 April 2026.
Seorang pria diduga nekat melakukan tindakan asusila di depan umum dengan memamerkan organ intimnya kepada sejumlah mahasiswi yang tengah berada di lokasi tersebut.
Insiden itu terjadi pada pukul 17.00 WITA, ketika suasana halte masih cukup ramai. Lima mahasiswi yang sedang duduk santai di lantai dua halte kampus tiba-tiba dikejutkan oleh ulah seorang pria yang belakangan diketahui berinisial RL itu.
Pria tersebut diduga sengaja menempatkan diri tepat di hadapan para mahasiswi dengan posisi tubuh yang secara gamblang mempertontonkan auratnya.
Merasa dilecehkan, para korban yang berinisial IN, AH, SD, AS, dan MA segera meminta bantuan. Seorang rekan mereka bernama Abdi langsung bergerak menuju lokasi begitu mendapat kabar. Kedatangan Abdi membuat RL gelagapan dan berusaha mengelak, namun situasi telanjur memanas hingga terjadi cekcok di antara mereka.
Beruntung, petugas keamanan kampus cepat mengambil alih keadaan sebelum situasi semakin tidak terkendali. RL pun digiring ke Polsek Suwawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus menghindari kemungkinan amukan warga sekitar.
Setibanya di kantor polisi, RL mengakui semua yang telah ia perbuat. Ia pun menyatakan penyesalannya dan memohon maaf kepada para korban secara langsung maupun melalui surat pernyataan tertulis.
Abdi, yang turut hadir mendampingi para korban, mengungkapkan bahwa meski pihak korban telah membuka pintu maaf, mereka tetap mengajukan sejumlah tuntutan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Pihak korban bersedia memaafkan, namun kami meminta video pengakuan dari pelaku agar menjadi efek jera. Kami juga menekankan perjanjian tertulis; jika pelaku kembali melakukan pelecehan, maka ia harus siap menanggung konsekuensi hukum yang berlaku tanpa toleransi,” ujar Abdi dengan tegas.
Dengan disepakatinya mediasi tersebut, kasus ini resmi ditutup tanpa jalur pidana. Meski begitu, kejadian ini meninggalkan catatan penting bagi pengelola UNG.
Keamanan area publik kampus, khususnya di titik-titik yang kerap digunakan mahasiswi, dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (mg-07)













Discussion about this post