logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Fir’aun Baik

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 11 March 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

FIR’AUN yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak dilihat pengunjung. Itu saya saksikan ketika saya ke Museum Peradaban dan Mummi Mesir bulan lalu. Saya pun lebih lama berhenti di ruang Mummi Fir’aun ke-18 itu.

Itulah Fir’aun (artinya: raja) yang sezaman dengan Nabi Musa. Yakni sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi –kalau Anda tidak percaya hitung sendiri.

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Anda sudah tahu: lebih 180 Fir’aun yang pernah jadi raja selama 3.000 tahun dinasti Fir’aun. Mummi Fir’aun ke-18 tidak banyak beda dengan mummi Fir’aun sebelum dan sesudahnya.

Misalnya dengan Fir’aun ke-15; yang sezaman dengan Nabi Yusuf. Yakni yang mengangkat Nabi Yusuf sebagai menteri bidang pangan.

Itu terjadi setelah Yusuf mengatakan melimpahnya panen tujuh tahun pertama masa itu akan diikuti tujuh tahun musim paceklik yang berat. Jelaslah tidak semua Fir’aun jahat. Kasihan Fir’aun yang baik. Namanya ikut tercemar akibat ulah Fir’aun ke-18.

Sosok mummi banyak Fir’aun itu mirip-mirip semua. Tubuh mereka sudah kering. Termasuk wajah mereka. Semua berwarna hitam.

Fir’aun memang kulit hitam –disamping pengaruh balsem dan ribuan tahun diawetkan. Sebenarnya saya agak heran mengapa di museum itu ada mummi Fir’aun ke-18.

Bukankah Fir’aun ke -18 sudah mati tenggelam di Laut Merah. Yakni saat mengejar Musa yang melewati laut yang dibelah dengan tongkatnya.

Setelah Musa berhasil melewatinya, Fir’aun ke-18 masih di tengah laut. Lalu air laut menyatu kembali. Fir’aun tenggelam. Kok ini ada mumminya.

“Di Quran kan disebutkan Fir’aun itu diselamatkan,” ujar Ustadz Fauzi Syam al Bandungi.

Saya percaya saja. Takut mendebatnya. Bisa celaka: tidak diantar ke mana-mana. Tentu saya juga takut bercerita kepadanya tentang begitu banyak ahli sejarah yang meragukan peristiwa pembelahan Laut Merah itu.

Mereka sudah meneliti dengan amat mendalam. Tidak ditemukan bukti sejarahnya secuil pun. Apa lagi kini dipamerkan ada mumminya –yang berarti Fir’aun ke-18 tidak tenggelam di Laut Merah.

Ahli arkeologi sendiri terus menemukan mummi baru para Fir’aun dari penggalian situs-situs bersejarah di Mesir. Sudah 26 Fir’aun yang ditemukan. Ukuran tubuhnya tidak banyak beda. Seperti ukuran tubuh kita-kita.

Menurut cerita kuno, waktu memummikan jenazah para Fir’aun itu seluruh isi perut dikeluarkan. Isi perut hanya membuat mayat cepat membusuk. Kornea mata juga dikeluarkan.

Bagian perut itu lantas diisi rempah-rempah. Agar tidak busuk. Setelah itu dibalsem. Lalu bagian badan sampai kaki dibalut sejenis kain. Tersisa kepala dan telapak kaki. Wajah hitam. Telapak kaki hitam.

Memang Fir’aun orang hitam. Dari suku Afrika Timur. Kalau saja reformasi Mesir di tahun 2012 berhasil belum tentu museum semegah ini mampu dibangun. Di pusat kota Kairo pula. Di tanah yang begitu luas. Sekalian membenahi danau alam yang dulunya kumuh.

Kini kawasan Museum Peradaban dan Mummi Mesir ini jadi tujuan wisata yang elite dan indah. Sepuluh tahun berkuasa presiden Mesir mampu membangun dua museum raksasa –satunya di dekat Piramid yang baru selesai akhir tahun lalu. Mesir akhirnya terselamatkan dari reformasi –aneh, kegagalan reformasi dianggap berkah.

Kalau saja hasil reformasi di Mesir tidak segera dikoreksi bisa-bisa Mesir seperti Yaman sekarang.

Gerakan reformasi di negara-negara Arab (Arab Springs) gagal semua. Di Tunisia pun sekarang sudah kembali otoriter. Libya menjadi sangat kacau. Apalagi Yaman. Untung gerakan itu bisa dicegah di Bahrain –padahal hampir saja meletus.

Reformasi tidak sampai berkembang di Arab Saudi. Dan segera dikoreksi drastis di Mesir. Sejak melakukan koreksi terhadap reformasi itu ekonomi Mesir tumbuh kian cepat. Puncaknya mencapai 6,6 persen di tahun-tahun sebelum Covid. Lalu terkena pandemi.

Setelah itu melejit lagi. Para ahli meramal tahun ini akan kembali 6,6 persen. Memang pendapatan per kapita rakyat Mesir masih kalah dari kita. Di sana USD4.500. Indonesia USD4.800.

Tapi daya beli rakyat lebih kuat di Mesir. Indeks PPP-nya mencapai USD17.000 per kapita. Kita USD14.000 per kapita. Artinya, tiap pakai satu dolar di Mesir bisa belanja barang lebih banyak dari pada belanja satu dolar di Indonesia.

Saya termasuk yang menyesali hasil reformasi di Indonesia di tahun 1999-2000. Reformasi hanya menghasilkan hukum, korupsi dan demokrasi yang kian buruk: belum ada yang berhasil mengoreksi hasil reformasi itu.

Kita pun tersandera oleh partai dan para elite politiknya. Saya bersyukur akhirnya bisa ke Yaman dan Mesir. Masih bisa terus belajar dan membanding-bandingkannya.

Saya juga bersyukur bisa bertemu Fir’aun ke-18 meski pertemuan itu sangat telat. Selama 75 tahun saya telanjur percaya Fir’aun mati tenggelam di Laut Merah.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Rektor UNG Borong Takjil dari Pelaku UMKM, Bagikan ke Mahasiswa

Rektor UNG Borong Takjil dari Pelaku UMKM, Bagikan ke Mahasiswa

Discussion about this post

Rekomendasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi--

Harga Pertamax Naik

Wednesday, 10 June 2026
BERGENGSI- Siswa memaparkan hasil inovasinya pada AHM Best Student 2025. Kegiatan ini kembali dibuka dan memberi kesempatan kepada semua siswa di Gorontalo. (foto: dok-ahm)

Pendaftaran AHM Best Student Dibuka, Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Harga Pertamax Naik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.