gorontalopost.co.id – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Eduart Wolok, menunjukan kepedulianya terhadap pelaku UMKM terutama yang berjualan di kompleks kampus UNG, Jln. Jenderal Sudirman, Kota Gorontalo. Apalagi sebagian dari pelaku UMKM adalah mahasiswa. Prof Eduart, memborong dagangan berupa takjil, yang kemudian dibagi-bagikan kembali ke mahasiswa, Rabu (11/3). Kegiatan ini adalah bagian dari agenda rutin kampus setiap bulan Ramadan.
Program beli takjil ini menjadi salah satu tradisi tahunan kampus dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan antara pimpinan kampus dan mahasiswa.
Prof. Eduart Wolok menjelaskan, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan karena Ramadan tahun ini tidak bertepatan dengan masa libur perkuliahan. Kondisi itu membuat banyak mahasiswa masih berada di kampus dan menjalani aktivitas akademik seperti biasa.
“Kegiatan beli takjil bersama ini sebenarnya sudah kita laksanakan setiap tahun. Apalagi saat ini momen ramadan tidak berbarengan dengan libur kuliah, sehingga masih banyak mahasiswa yang beraktivitas di kampus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kampus apabila bisa berbagi takjil dengan teman-teman mahasiswa,” ujar Rektor UNG saat diwawancarai.
Dalam pelaksanaannya, pihak kampus tidak menentukan jenis takjil yang dibagikan. Takjil justru dibeli langsung dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lingkungan kampus.
Beragam menu takjil disediakan oleh para pedagang, mulai dari makanan berat dengan berbagai pilihan lauk, nasi kucing, nasi goreng, es buah, hingga aneka kue tradisional.
Mahasiswa pun diberikan kebebasan untuk memilih sendiri makanan atau minuman yang akan disantap saat berbuka puasa. “Kita mengambil takjil dari UMKM yang ada di sekitar kampus dan memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih apa yang ingin mereka makan untuk berbuka. Kampus hanya memfasilitasi,” lanjutnya.
Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan kampus terhadap pelaku UMKM di sekitar lingkungan UNG. Bahkan, sejumlah mahasiswa turut memanfaatkan momentum Ramadan dengan berjualan takjil sebagai bagian dari praktik kewirausahaan. “Selain masyarakat umum, ada juga mahasiswa yang berjualan. Mereka berinisiatif untuk mempraktikkan kewirausahaan. Itu juga menjadi alasan kenapa kegiatan seperti ini terus kita selenggarakan dan dukung,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihak kampus berharap suasana Ramadan di lingkungan UNG semakin terasa kebersamaannya, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di sekitar kampus.(mg-02)













Discussion about this post