logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel

Biomasa
Home Disway

Kumpul Optimis

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 28 January 2026
in Disway
0
Agenda hari kedua Disway Explore Business pada Minggu, 25 Januari 2026, kunjungan kawasan industri JIIPE di Gresik-Boy Slamet -Boy Slamet

Agenda hari kedua Disway Explore Business pada Minggu, 25 Januari 2026, kunjungan kawasan industri JIIPE di Gresik-Boy Slamet -Boy Slamet

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh
Dahlan Iskan

 

DUA hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah hari-hari penuh optimisme: kumpul bersama 50 pengusaha kecil-menengah. Wira-wiri dalam satu bus: ”wisata bisnis bersama Disway”. Nama kerennya: Disway Explore Business Jatim Series.

Kunjungan pertama kami ke pabrik kosmetik: Viva. Yang sudah berusia 62 tahun. Saya kenal pemilik generasi pertamanya. Pun sampai yang kini generasi ketiga. Konimex Solo juga punya saham di Viva.

Related Post

Iri Masyaallah

Oei Al-Kaff

Mata Lasik

Carilah Muka

Dari peserta wisata ini saya tahu: bisnis kosmetik kini menjamur ibarat jamur. Begitu banyak anak muda yang punya follower medsos lebih dari 10.000 bisa memanfaatkan follower-nya: bikin bisnis kosmetik: umumnya dimulai dari produk skin care.

Mereka tidak harus punya pabrik. Seribu satu cara mereka upayakan untuk menemukan resep ramuannya. Lalu pergi ke pabrik yang bisa meramu dan mengemaskannya. Dalam bahasa Belanda disebut Maakloon.

Banyak pabrik yang menerima pekerjaan maklon seperti itu. maklon artinya: menyerahkan pekerjaan ke orang lain. Zaman dulu, yang biasa dimaklonkan adalah tekstil. Atau produk kulit. Lalu apa saja. Di zaman modern berkembang ke kosmetik.

Bahkan kini ada kosmetik yang produsennya hanya punya nama: resepnya pun terserah tempatnya maklon. Pokoknya akan digunakan untuk apa dengan merek apa.

Di zaman gempuran ”semut” bisnis kosmetik saperti itu Viva masih terus bertahan. Saya istilahkan ”semut” karena produk kosmetik itu skalanya kecil tapi banyaknya seperti semut. Setiap ada yang mati satu tumbuh 999 yang baru.

Itu bukan kali pertama Viva menerima gempuran di pasar. Di awal Orde Baru Viva dikepung oleh produk-produk kosmetik asing. Oleh nama-nama besar. Viva justru mendeklarasikan sebagai kosmetik made in lokal Indonesia.

Viva tahu Indonesia itu negara tropis. Kosmetik asing dibuat untuk kulit empat musim. Dengan mengibarkan ”made in” Indonesia justru Viva ingin meneguhkan: dirinyalah yang lebih tahu iklim tropis.

Dari pabrik Viva kami menuju Sidoarjo: ke kawasan industri halal. Pertama di Indonesia. Namanya: SEZ Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS). Luasnya: 148 hektare. Pemiliknya sama dengan pemilik kawasan industri Safe ‘N’ Lock –lokasi keduanya memang berimpitan.

Ia pengusaha Tionghoa asal Padang: Adi Saputra Tedja Surya. Punya bisnis hotel di Bali dan Pontianak. Yang di Pontianak hotelnya hampir jadi: Four Points. Tujuh lantai. Arsitekturnya unik sekali. Setiap lewat Jalan Ahmad Yani saya selalu bertanya: siapa pemilik proyek yang menarik itu.

Baru dari perjalanan wisata ini saya tahu: pemiliknya ternyata sama dengan pemilik kawasan industri halal di Sidoarjo. Ia masih akan pula masuk bisnis rumah sakit.

Yang masih ditunggu adalah peraturan pemerintah yang akan menaungi kawasan ekonomi khusus halal itu.

Awalnya saya bertanya-tanya perlukah ada kawasan khusus untuk industri halal?

Ternyata alasannya jelas: persaingan antar negara. Persaingan bisnis kini tidak lagi hanya persaingan antar perusahaan. Sudah antarnegara.

Malaysia memiliki itu. Singapura juga memilikinya –meski dibangun di negara lain. Maka ekspor produk halal Malaysia lebih besar daripada Indonesia. Bahkan Singapura pun lebih besar dari Indonesia.

Saya lihat ini tidak hanya soal syariah. Tapi juga soal marketing. Bahkan marketing tingkat negara. Halal ternyata dilihat tidak hanya dari kandungan makanan itu. Juga dari prosesnya.

Halal menyangkut isinya. Toyib menyangkut prosesnya. Maka kawasan industri halal untuk bersaing di pasar halalan thayyiban.

Sebenarnya PP soal kawasan industri halal diharapkan sudah turun di zaman Presiden Jokowi. Wapres kala itu, KH Ma’ruf Amin, sudah meninjau kawasan di Sidoarjo timur itu.

Kami pun makan siang di pendapa Kabupaten Sidoarjo. Sekaligus diskusi: kiat-kiat keberhasilan para pengusaha kecil itu. Di situ tampil M. Mukhlis. Anggota rombongan asal Sidoarjo. Dari jualan pentol (bakso) pakai sepeda keliling di desa-desa sampai menjadi ”konglomerat pentol” di Sidoarjo.

Kakaknyalah yang awalnya jualan pentol. Ia hanya membantu sang kakak –sambil sekolah di madrasah aliyah. Siang malam ia bekerja. Mulai ikut memasak sampai menjualnya keliling desa.

Kini Mukhlis sudah punya 200 outlet Pentol Kabul. Di luar itu ia sudah punya 600 pelanggan yang akan jualan pentol di wilayah masing-masing.

Di rombongan ini juga ada seorang wanita sangat muda. Masih jomblo. Namanyi Rizqi Laila Rohma. Dari Ringinrejo, Kediri. Bisnisnyi: SiniNgaji. Dia membuka pelajaran mengaji Quran online.

Jumlah siswanyi: 6000 orang. Guru ngajinyi sudah 250 orang. Masih begitu muda sudah bisa menggaji 250 guru ngaji.

Hari itu, kumpul mereka, saya ketularan optimistis. Juga merasa kembali seumur dengan mereka.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Oei Al-Kaff

Wednesday, 1 April 2026
--

Iri Masyaallah

Wednesday, 1 April 2026
--

Mata Lasik

Monday, 30 March 2026
Carilah Muka

Carilah Muka

Sunday, 29 March 2026
--

Pantat Kuda

Monday, 16 March 2026
Mojtaba Khamenei Diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru di Tengah Ketegangan Perang---dok. iMArabic

Tamparan Mojtaba

Thursday, 12 March 2026
Next Post
Ilustrasi--

THR Guru so Cair, Bersama TPG 13, Pemprov Rogoh Rp 22,4 Miliar

Discussion about this post

Rekomendasi

Seorang pemuda di Gorontalo ditahan oleh Ditreskrimum Polda Gorontalo atas dugaan pencabulan anak.

Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Wednesday, 1 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat program MBG di SMA Negeri 1 Buntulia, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa 16 Desember 2025. (Foto – Fadly/Diskominfotik)

16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

Thursday, 2 April 2026
Personel Polres Gorontalo dan Polsek Limboto serta tim inafis melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia di lokasi kebun jagung.

Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

Tuesday, 31 March 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Adhan Bongkar Mafia Obat di RSAS, Termasuk di RS Otanaha, Diduga Libatkan ASN dan Vendor

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.