logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Point 100

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 20 January 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

MUNGKIN Anda yang bisa menilai: ini penipuan atau tidak. Ini bisnis online. B2B. Pusatnya di Illinois, Amerika Serikat. Berarti di seputaran Chicago. Namanya: SPS Commerce.

Tentu ia yang saya maksud ini adalah anak muda. Tidak terlalu muda. Alumnus kimia. Sudah bekerja mapan di perusahaan besar. Istrinya alumnus Universitas Brawijaya, jurusan bahasa Inggris.

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Maksud saya: ia cukup cerdas untuk menilai bisnis baru yang ia terjuni itu. Apalagi ia sudah berpengalaman menjalankan usaha. Waktu kuliah ia sambil dagang beras. Lalu dagang gula.

Ia juga sudah berpengalaman ”jatuh”. Dua kali. Yakni saat terjun ke bisnis kuliner: pecel dan rawon. Tidak sampai satu tahun tutup. Lalu kuliner lagi. Tutup lagi.

Sudah pula mencoba bisnis pertanian. Ia sewa sawah. Tidak sampai setengah hektare. Ditanami melon. Pengelolaannya diserahkan ke petani kenalanmya. Empat bulan kemudian si petani lapor: tanaman melonnya mati semua. Empat bulan, seandainya tidak mati, tentu sudah panen.

“Jangan-jangan sudah panen, uangnya hilang, lalu lapor tanamannya mati?” tanya saya.

“Tidak tahu,” jawabnya.

Namanya Moh Yusuf. Tinggal di Pasuruan, Jatim.

Setelah itu Yusuf membuat akun pribadi di medsos. Saya sendiri baru sekali ini dengar nama akun itu –maklum orang tua. Itulah akun untuk menjaring pertemanan.

Yusuf tertarik membuat akun di situ karena bisa dipercaya. Harus pakai nama asli. Identitas juga harus asli. Bahkan setiap melakukan kontak harus menyertakan Google map: bisa diketahui sedang di mana saat posting itu dilakukan.

Ada satu orang yang menyapanya: ”Hi”. Juga hanya dijawab ”hi” oleh Yusuf.

Akhirnya mereka berkenalan. Saling bertukar nomor WA. Dari komunikasi itu akhirnya saling tahu. Yusuf tahu dia kerja apa. Dia juga tahu Yusuf kerja di perusahaan apa.

Di tahap itulah akhirnya dia nyeletuk: “kerja saya tidak seberat kerja Anda. Lebih santai,” katanyi. Yakni kerja buka toko online di SPS Commerce.

Menurut Yusuf tidak ada nada dia mengajak dirinya terjun ke bisnis itu. Justru Yusuf yang banyak bertanya: apa dan bagaimana bisnis itu.

Intinya: Yusuf bisa buka toko di SPS Commerce. Tinggal menawarkan jual apa. Yusuf pun konsultasi dengan si dia: baiknya jualan apa.

Si dia menjawab: pengaruh Covid-19 masih terasa. Baiknya bisnis yang ada hubungannya dengan sanitasi dan kebugaran: masker, cairan sanitasi, tisu, vitamin, dan sebangsanya.

Yusuf pun menuruti saran itu: ia menawarkan 50 item di toko onlinenya.

“Toko baru biasanya di-support oleh sistem di SPS Commerce. Dicarikan pembeli,” ujar si dia.

Tidak lama kemudian ada pesanan masuk. Dari Jerman. Nilainya USD1000. Yusuf ambil itu pesanan. Tapi ia harus menempatkan deposito di SPS Commerce senilai USD1000. Barulah transaksi bisa terjadi. Setelah barang dikirim, kata petugas CS di situ, uang pembelian akan cair 15 hari kemudian.

Untuk itu Yusuf punya e-wallet –dompet elektronik di akunnya. Yakni untuk menerima uang dari pemesan barang. Betul saja tiga hari kemudian masuk ke e-wallet Yusuf uang USD1000. Tidak sampai 15 hari.

Yusuf cukup hati-hati. Ia coba cairkan sebagian uang di e-wallet-nya itu: USD100. Ia hubungi CS untuk mencairkannya. SC pun minta nomor rekening bank milik Yusuf. Uang USD100 pun cair.

Yusuf lega: ini akun bisa dipercaya.

Lalu masuk pesanan-pesanan lain. Nilainya USD2.000. Yusuf layani. Sampai akhirnya masuk pesanan senilai USD5.000. Kali ini Yusuf merasa tidak punya modal sebesar itu. Ia harus beli dari pemasok dengan sistem kontan.

Tapi Yusuf tidak bisa menolak pesanan itu. Tidak boleh. Ia akan kena penalti. Saran dari CS: minta agar nilai pesanannya diturunkan. Yusuf bisa kontak langsung dengan pemesan. Lewat email. Sistem memang membolehlan kontak langsung seperti itu. Pesanan pun berhasil diturunkan.

Ketika datang pesanan baru Yusuf panik: nilainya USD7.000. Pemesannya Ratna Dewi, orang Jakarta. Yusuf tidak mampu tapi tidak bisa menolak. Ia mencoba menghubungi Ratna Dewi. Tidak direspons. CS juga sudah membantu menghubungi pemesan. Juga tidak ada respons.

Ketika saat pesanan jatuh tempo akhirnya Yusuf dianggap wanprestasi. Melanggar aturan. Dapat peringatan keras. Kejadian seperti itu berulang. Yusuf tidak mampu memenuhi pesanan. Juga tidak bisa kontak pemesan –untuk minta penurunan nilai order.

Akhirnya toko Yusuf ditutup. Ia sendiri sudah agak lama ingin menutup tokonya. Toh kelak bisa buka lagi, kapan saja.

Setelah toko ditutup Yusuf mengurus e-wallet-nya. Kan ada sejumlah uang di e-wallet –dari pembayaran-pembayaran sebelum itu. Nilainya USD20.000.

Maka Yusuf menghubungi Customer Service (CS) SPS: ingin mencairkan uangnya.

Yusuf kecewa: ternyata ia tidak bisa mencairkannya. Hanya toko yang punya poin 100 yang bisa mencairkan uang di e-wallet. Poin Yusuf tinggal 93 –akibat dua kali tidak komit dengan pemesanan.

Masih ada jalan agar Yusuf bisa mencairkan uang USD20.000 di e-wallet. Yakni harus menambah poin menjadi 100 lagi. Caranya: membeli poin. Harga satu poin USD1.000. Berarti Yusuf harus mencari uang USD7.000. Sulit.

Yusuf menceritakan kesulitannya itu ke si dia. Dia mengatakan bisa membantu tapi hanya USD3.000. Bentuknya pinjaman. Itu pun dengan syarat Yusuf sudah memasukkan uang USD2.000 ke SPS Commerce.

Yusuf pontang panting mencari uang sekitar Rp 25 juta rupiah. Gagal.

Dua minggu kemudian Yusuf bisa dapat pinjaman USD1500. Yusuf kembali kontak si dia. Akan dibantu. Yusuf pun menghubungi CS. Ternyata sudah tidak bisa lagi. Ups… Masih bisa. Syaratnya: harga poin sudah naik. Menjadi USD2.000 per poin. Tentu Yusuf tidak mampu.

Dari sini Yusuf mulai curiga: jangan-jangan ini sindikat penipuan online. Yusuf pun curhat ke radio Surabaya Surabaya. Lalu ke Polda Jatim.

Awalnya Yusuf tidak memberitahukan semua kesulitan itu ke istrinya. Tapi tidak bisa lagi. Harapan uangnya cair tidak ada lagi. Maka ia beritahu sang istri. Sebagian uang hilang itu dipinjam dari tabungan sang istri –yang hanya karena rayuan Yusuf akhirnya diberikan.

Hubungannya dengan si dia juga tidak berlanjut. Si dia mengaku lagi sakit. Yusuf sudah mengirim email ke dia: tidak akan mengganggunyi lagi.

Yusuf tidak tahu apakah dia sakit beneran. Yusuf tidak bisa ke Malaysia untuk menengoknyi.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Pelaksanaan kegiatan donor darah sukarela yang digelar PMI Kecamatan Sipatana, Ahad (18/1/2026). (Foto: Prokopim)

Rutin Gelar Donor Darah Sukarela, PMI Sipatana Diapresiasi Sekda

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Penting! Cek Tanda Shockbreaker Mulai Rusak, Rutin Servis Berkala di AHASS jadi Solusi Hindari Kerusakan

Penting! Cek Tanda Shockbreaker Mulai Rusak, Rutin Servis Berkala di AHASS jadi Solusi Hindari Kerusakan

Friday, 24 July 2026
Pertamina Patra Niaga Sulawesi, RASI Ruang Tumbuh Generasi Penjaga Pesisir

Pertamina Patra Niaga Sulawesi, RASI Ruang Tumbuh Generasi Penjaga Pesisir

Friday, 24 July 2026
4.415 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Digelapkan, Uangnya Diduga Digunakan untuk Sabung Ayam dan Hura-hura

4.415 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Digelapkan, Uangnya Diduga Digunakan untuk Sabung Ayam dan Hura-hura

Friday, 24 July 2026
Skandal Command Center, Dua ASN Pemprov Masuk Bui

Skandal Command Center, Dua ASN Pemprov Masuk Bui

Friday, 24 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.