logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Rambo Batman

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 19 January 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

AKHIRNYA terungkap berapa yang meninggal akibat demo-rusuh-represif di Iran: 3.000 orang. Begitu banyak. Wajar kalau mulai ada yang bilang itu sudah gerakan revolusi –bukan lagi demonstrasi.

Sulit memverifikasi: siapa saja mereka itu. Lalu apa penyebab meninggal mereka. Suara tembakan datang dari dua arah.

Amerika Serikat menuduh tentara pemerintah Iran-lah yang menembaki mereka. Pihak Iran secara tersamar mengakui itu: “penyebab mereka meninggal adalah Amerika Serikat“.

Presiden Donald Trump sampai bilang: kalau masih terjadi penembakan, Amerika akan ambil tindakan militer.

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

“Amerika akan datang untuk menyelamatkan mereka. Tentara kami sudah lock and loaded. Sudah siap berangkat,” ujar Trump di medsos miliknya sendiri.

Orang pun membayangkan apa yang terjadi di Venezuela akan berulang di Iran. Dengan cara yang superrahasia: tiba-tiba saja Ayatollah Ali Khamenei ditangkap. Diterbangkan ke kapal induk Amerika. Atau dilewatkan Israel. Lalu dibawa ke New York –untuk diadili di sana.

Mungkin skenario seperti itu juga yang dibayangkan gerakan oposisi di Iran: Amerika akan langsung tiba di sana begitu ada oposisi yang kuat yang berani bergerak dari dalam.

Mungkin yang diharapkan lebih dari Venezuela. Harus ada pasukan siluman lainnya yang menculik beberapa pemimpin tinggi Iran. Termasuk pemimpin tentara.

Iran bukan Venezuela yang hanya punya satu figur Nicolas Maduro. Di Iran dengan hanya menculik Khamenei hampir tidak ada artinya: masih banyak Ayatollah lainnya yang nyaris sejajar.

Bayangan skenario mirip itu pernah terjadi di tahun 1965: di Jakarta. Begitu tujuh jenderal TNI-AD diculik, revolusi partai Komunis Indonesia bisa dilakukan. Toh gagal juga. Akibatnya, justru terjadi revolusi balasan: yang meninggal bukan lagi 3.000 tapi 500.000 orang –atau jauh lebih besar dari itu.

Rencana revolusi di Iran pun gagal –setidaknya sampai hari ini. Lebih mengesalkan dari ejakulasi dini. Amerika tidak jadi datang.

Berbeda dengan di Jakarta tahun 1965. Beberapa batalyon sebenarnya sudah tiba di Monas. Misalnya dari 350 Madiun dan 544 Magelang.

Tapi lucu sekali: begitu tujuh jenderal dibunuh mereka tidak tahu harus melakukan apa. Mereka tentara profesional, bukan ideologis. Mereka hanya tahu: diperintahkan ke Jakarta sebagai persiapan HUT ABRI tanggal 5 Oktober.

Kenapa Amerika tidak jadi datang? Yang pasti Iran bukan Venezuela. Sekutu AS di sekitar Iran sendiri minta serangan itu jangan dilakukan: perang bisa meletus.

Di Venezuela tidak satu pun perlawanan dilakukan. Tidak satu pun senjata menyalak ke arah pasukan Amerika yang datang ke sana. Apalagi roket anti serangan udara. Semuanya bisu. Semuanya kelu.

Itu yang dianggap mustahil terjadi di Iran. Tapi Trump selalu punya kalimat untuk menjelaskan mengapa pasukan Amerika tidak jadi datang ke Iran.

“Sudah tidak ada pembunuhan aktivis lagi di sana. Mereka berjanji tidak akan melakukan kekerasan lagi”.

Itu berarti keadaan di dalam negeri Iran sudah mulai terkendali.

Saya menduga: dari 3.000 yang tewas itu sebagian sudah lama masuk daftar hitam penguasa Iran. Yakni mereka yang dianggap ”musuh negara”. Atau dalam bahasa patriotisme mereka itu dianggap ”pengkhianat negara” –dan hukumannya adalah mati.

Begitu banyak mata-mata yang berpihak ke Israel di Iran.

Misalnya bagaimana serangan jarak jauh yang dilakukan Israel ke ibu kota Iran yang lalu begitu akuratnya. Pastilah karena banyak orang Iran sendiri yang jadi mata-mata.

Dari merekalah diketahui di mana Ismael Haniyeh menginap. Tokoh utama Hamas dari Palestina itu sedang bertamu ke Iran. Bangunan tempatnya menginap dibom dari Israel nan jauh: hancur. Haniyeh tewas. Iran seperti ditampar di jidat: tidak bisa melindungi tamu negara.

Setelah batal datang ke Iran, kini tinggal Greenland: tapi tidak ada gerakan posisi di dalam wilayah Greenland. Justru mereka membuat demo besar dalam suasana bersalju: menolak Amerika, tetap berada di bawah Denmark.

Tentu Trump masa bodoh dengan penolakan seperti itu. Trump punya kepentingan pribadi yang sangat besar: Pemilu di bulan November depan. Di Pemilu itu nanti diperkarakan Partai Republik kalah. Gara-gara Trump.

Kekalahan itu akan membuat mayoritas kursi di DPR dan DPD Amerika tidak lagi dipegang Partai Republik. Trump akan berantakan.

Sekarang saja, dengan hanya menang tipis, sudah mulai muncul tanda-tanda penentangan kepada Trump: resolusi yang diajukan Partai Demokrat baru saja disetujui Senat. Jumat kemarin. Empat anggota Senat dari Partai Republik berpihak ke resolusi Demokrat.

Intinya: Senat menyetujui bahwa tarif adalah masuk kategori pajak. Berarti Trump tidak bisa mengenakan tarif bea masuk begitu saja: harus mendapat persetujuan Senat.

Tapi masih ada waktu. Trump masih bisa mengusahakan mendapat simpati di dalam negeri. Penangkapan Maduro mendapat tepuk tangan luar biasa –meski ada juga yang mencibirkannya.

Siapa tahu dengan menganeksasi Greenland, Trump lebih terlihat sebagai Rambo dan Batman sekaligus –mereka tokoh kesukaan orang Amerika dan juga Anda.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Pelaksanaan Diskusi Terumpun terkait Transformasi Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado, Senin (19/1/2025). (Foto – Fadly-Diskominfotik).

Wakil Gubernur Idah Syahidah Ikuti Diskusi Terpumpun Terkait Transpormasi Sulampua

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

Friday, 25 August 2023

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.