logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Nikmat Karina

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 18 November 2025
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

HAPPY. Dia mungkin jadi orang Indonesia yang paling berbinar atas penganugerahan hadiah Nobel Kedokteran kepada Prof Shimon Sakaguchi tahun ini: Dr dr Karina SpBE-RE, K.

Gelar ”K” yang terakhir itu dari saya. Singkatan dari ”keriting” –baik rambutnyi maupun otaknyi.

Related Post

Ziarah Ziarah

Aliran Boneka

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Sakaguchi-lah, profesor dari Kyoto University itu, mendapat Nobel 2025 berkat penelitiannya soal T-Cell. Prof Sakaguchi-lah yang mengenali bahwa di antara berbagai sel di tubuh manusia ada sel T.

Sel itu tempatnya di dalam darah putih. Menjadi bagian dari darah putih. Anda sudah tahu fungsi utama darah putih: untuk kekebalan tubuh dalam menghadapi penyakit.

Tentu penyakit itu banyak jenisnya. Maka di dalam sistem kekebalan itu rupanya banyak jenis sel yang tugasnya berbeda-beda. Sel T punya tugas khusus: menghadapi penyakit tertentu.

Tugas awalnya mengenali gejala jika ada sel lain yang terkena virus dan sejenisnya. Dia semacam intelijen khusus dalam tubuh. Disebut khusus karena tidak hanya bertugas melaporkan hasil deteksinya, melainkan sekaligus berusaha membunuh penyakit itu.

Anda masih ingat Disway 15 Oktober lalu. Karina membawa ibunyi yang sakit kanker ke Jepang. Itu tahun 2016. Dia tinggalkan seluruh kegiatannyi demi sang ibunda. Termasuk sekolah S-3 nyi yang hampir selesai. Di almamaternyi. Di bidang biologi molekuler.

Sang ibu sembuh. Karina tidak hanya mendampingi sang ibu, tapi juga mempelajari proses pengobatannyi. Termasuk tindakan yang dilakukan dokter untuk sang ibu: memberikan pasokan sel-T ke sang ibu.

Karina tidak hanya mempelajari. Dia berusaha membawa ilmu itu ke Indonesia. Dia akan menerapkannya di klinik miliknyi. Meski ahli bedah plastik Karina juga mendalami sel. Bahkan mempraktikkan suntikan aa-PRP –lihat Disway 6 Agustus 2021.

Selama di Jepang Karina mencari kontak bisnis terkait sel-T. Berhasil. Resmilah Karina sebagai pembawa teknologi sel-T di Indonesia. Ibunyi sembuh. Bisnis didapat. Tak lama kemudian gelar doktor diraih. Nikmat apa lagi yang masih harus dicari.

Sebagai peneliti Karina tidak berhenti di situ. Setelah memegang teknologi itu untuk Indonesia dia mendalaminya. Siapa tahu masih bisa ditambahkan ”kebijakan lokal” ke teknologi sel-T.

Hasilnya: Karina mencobakannya ke seorang pasien yang kankernya sudah menyebar ke seluruh tubuh (Disway 15 Oktober 2025).

Setelah kembali dari Beijing saya berusaha bertemu sang pasien. Saya ingin ke rumahnya di Pasar Minggu Jakarta. Mungkin saja ia belum sesehat yang dikatakan Karina kala itu.

Lebih baik saya yang ke rumahnya: sekalian reportase tingkat kehidupannya. Keadaan ekonomi seseorang bisa dilihat dari kondisi rumahnya.

Sewaktu jadi pimpinan media dulu saya melarang wartawan wawancara lewat telepon. Wartawan harus datang ke rumah sumber berita. Agar bisa menggambarkan keadaan rumahnya. Handphone telah membunuh cabang ilmu reportase dalam jurnalisme.

“Jangan ke rumah saya. Saya yang ke rumah Pak Dahlan,” jawab istrinya. Saya pura-pura ngotot: saya saja yang mengalah ke rumahnya. Ia juga ngotot: ia yang harus ke rumah saya.

Ia ternyata arek Suroboyo. Bonek. Usianya baru 45 tahun.  SMA-nya di dekat PDAM itu. Lalu kuliah perminyakan di Jakarta. Itu atas beasiswa prestasi dari perusahaan tempat bapaknya bekerja sebagai satpam.

Ia datang bersama istri –asal Lahat, dekat Palembang. Alumnus teknik sipil ITB Bandung. Mereka bertemu di umur yang sama saat sama-sama bertugas di Aceh. Jodoh tidak lari ke mana. Hanya sama-sama lari sejauh ke Aceh.

Begitu bertemu dengannya saya terpana: sama sekali tidak terlihat ia baru saja sembuh dari sakit kanker di tahap gawat. Jalannya tegap –tinggi sekitar 170 cm. Wajahnya segar. Banyak senyum.

Istrinya pakai jilbab hitam. Sang istrilah yang rupanya pemegang seluruh data penyakit suami. Juga data berbagai pengobatan yang pernah dilakukan. Semua ada di HP sang istri. Kami pun ngobrol bertiga –ups, berempat dengan HP itu.

Ternyata ia sudah berobat ke mana-mana –sebelum akhirnya bertemu teknologi sel-T di klinik Karina. Saya kagum dengan optimisme dan kegigihan Bonek satu ini dalam melawan penyakit. Anda benar: di balik perlawanan kanker ada istri hebat yang ikut melawan di belakangnya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Ziarah Ziarah

Monday, 9 March 2026
Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-

Aliran Boneka

Monday, 9 March 2026
--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Next Post
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memberikan sambutan pada rapat paripurna ke-59 terkait pengesahan Ranperda SOTK Pemprov Gorontlao, di ruang Rapat DPRD, Senin (17/11). (Foto – Ryan/Diskominfotik)

Gubernur Gorontalo bersama DPRD Tetapkan Perda SOTK Pemprov Gorontalo

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

Monday, 9 March 2026
INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

Monday, 9 March 2026
Adhan Dambea

Insiden Pasar Sentral, Adhan Geram Merasa Hendak Dijebak

Monday, 9 March 2026
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.