logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo
Home Disway

Hati Separo

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 4 November 2025
in Disway
0
isa bersama Janet (kanan) dan suami Janet--

isa bersama Janet (kanan) dan suami Janet--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SURAT nikah pun didatangkan ke Beijing. Harus pula diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin. Tidak cukup. Harus dilegalisasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Nisa saya ajak ke kedutaan. Sang suami ditunggu oleh Lilik, kakaknya. Legalisasi selesai. Itu hari Jumat. Sekalian kami para laki-laki salat Jumat di masjid Niu Jie. Nisa bisa ditemani Janet jalan-jalan di sekitar masjid. Banyak sekali resto muslim di sekitar itu. Ada yang panjang antreannya sepanjang jalan kenangan.

Related Post

Natal Papua

Yalal Batubara

Pengampunan Presiden

Rahmanullah Lakanwal

Surat nikah saja tidak cukup. Berbagai dokumen harus disiapkan. Harus diterjemahkan. Lalu harus cari notaris di Beijing. Untung ada Janet di Beijing. Bisa banyak bantu.

Intinya: Nisa harus benar-benar istri Mas Olik. Nisa adalah istri yang akan memberikan separo hatinyi untuk menyelamatkan suami yang sakit liver. Nisa bukan penjual organ demi uang. Tiongkok tidak ingin terkena isu sebagai negara yang menoleransi perdagangan organ.

Belum selesai. Harus ada video dari orang tua Nisa. Bapaknyi. Ibunyi. Yang menyatakan Nisa adalah anak mereka. Olik adalah menantu. Dan orang tua Nisa harus tidak keberatan putri mereka menyerahkan separo hatinyi untuk sang suami.

Dua minggu sudah lewat. Belum juga tahu kapan transplant bisa dilakukan. “Mungkin dua minggu lagi,” ujar pejabat di RS itu sambil menghitung perjalanan pengecekan administrasi semua dokumen itu. “Itu paling cepat”.

Saya sudah telanjur punya jadwal ke Suriah. Juga beberapa komitmen di dalam negeri. Ternyata jadwal transplant lebih lama dari perkiraan.

Tapi urusan transplant tinggal satu: menunggu. Sudah ada kisi-kisinya: paling cepat dua minggu lagi.

Kakak Nisa juga harus segera pulang. Masa tinggal satu bulan di Tiongkok sudah habis. Lilik harus pulang bersama suami. Saya ke Syria. Abror sudah lebih dulu kembali ke Mojokerto: ia pegawai negeri bagian menikahkan orang. Izin tidak masuk kerjanya habis. Pernikahan tidak bisa ditunda. Calon pengantinnya yang keberatan –buru-buru bulan madu.

Saya yakin Nisa siap merawat sang suami. Dia sarjana keperawatan Unair –meski belum pernah bekerja sebagai perawat beneran.

Ada rasa tidak tega meninggalkan Nisa sendirian. Maka saya cari relawan yang bisa berbahasa Indonesia sekaligus bahasa Mandarin. Saya hubungi mahasiswi yang di Rizhao, Shandong: Della. Yang asal Muncar, Banyuwangi itu. Yang putri seorang sopir truk itu.

Ternyata Della sedang pulang ke Banyuwangi. Ini memang liburan panjang musim panas. “Bagaimana kalau saya carikan teman dari Beijing?” ujar Della.

Dia punya teman-teman mahasiswa Indonesia di Beijing. Salah satunya bernama Justin. Asal Lampung. Sudah selesai S-1 tapi dapat beasiswa S-2.

Liburan hari itu ia tidak pulang ke Lampung. Adiknya, perempuan, juga tidak pulang. Sang adik masih kuliah di S-1 di universitas yang sama: Beijing Institute of Technology (北京理工大学). Mereka mendalami computer science.

Mereka hanya dua bersaudara. Ayah mereka sudah lama meninggal. Ibu mereka menjaga toko alat pancing di Bandar Lampung. Sendirian. Mereka tidak pulang demi menghemat biaya. Lebih baik menabung. Agar Imlek nanti bisa pulang, berhari raya bersama sang ibu.

Dengan hadirnya Justin saya bisa pulang ke Indonesia dengan tenang. Saya janji akan terus memonitor jadwal transplant dari jauh.

Justin saya minta datang ke rumah sakit sebelum saya pulang. Setelah berkenalan, Nisa dan suami merasa cocok. Justin anak muda yang baik.

Bahasa Mandarin Justin juga sudah sangat mumpuni. Apalagi yang menyangkut teknologi komputer. Ia hanya perlu beberapa kata baru di bidang medis.

Akhirnya saya tahu kenapa Justin punya kepribadian yang sangat baik. Justin sudah biasa mengalah di pergaulan. Sudah biasa mengakomodasikan keinginan orang lain. Tidak judes. Tidak kaku. Tidak ego. Karena itu ia terpilih sebagai ketua mahasiswa Indonesia seluruh Tiongkok: PPI Tiongkok. Ia sudah biasa ngemong banyak keinginan.

Sebelum pulang saya tanya Nisa: apakah masih ada ganjalan.

“Soal visa,” katanyi. “Masa tinggal saya akan habis sebelum transplant dilakukan,” tambahnyi.

Ups… Saya usulkan beberapa kemungkinan. Ini kan urusan medis. Siapa tahu RS bisa bantu. Justin bisa berkomunikasi dengan RS dan dengan imigrasi setempat.

Lalu saya berikan jalan terakhir dan terjelek –kalau semua usaha memperpanjangnya gagal.

“Anda terbang ke Hong Kong. Begitu mendarat, Anda masuk lagi ke terminal keberangkatan untuk kembali ke Beijing,” kata saya.

Beijing-Hong Kong tiga jam. Pagi-pagi bisa berangkat, sorenya bisa tiba kembali di Beijing. Banyak sekali penerbangan Beijing-Hong Kong.

Waktu membuat visa di Surabaya dulu, visa Nisa bisa dipakai dua kali ke Tiongkok. Setiap kali ke Tiongkok boleh tinggal di sana 30 hari. Maka begitu 30 hari Nisa harus meninggalkan Tiongkok. Lalu bisa balik lagi 30 hari lagi. Yang penting sudah meninggalkan Tiongkok dulu.

Sebenarnya ada cara yang lebih singkat. Ke Korea dulu. Hanya satu jam penerbangan. Tapi Nisa tidak punya visa Korea. Sedang untuk ke Hong Kong tidak perlu visa

Saya percaya Nisa bisa melakukan semua itu seorang diri. Kelak akan saya ceritakan mengapa saya punya keyakinan itu kepada Nisa. Bahkan sebenarnya Nisa bisa merawat sang suami sendirian. Tidak perlu ada orang lain.

Masalahnya: pada saatnya nanti Nisa tidak mungkin merawat suaminyi. Dia sendiri harus dirawat. Dalam waktu bersamaan. Bahkan Nisa harus lebih dulu masuk ruang operasi. Bagian bawah dadanyi harus disayat. Untuk diambil separo hatinyi.

Di ruang operasi yang sama, sang suami juga disayat di bagian bawah dadanya. Hatinya yang sudah rusak harus dikeluarkan. Akan diisi separo hati dari sang istri.

Berarti harus ada orang lain. Itulah sebabnya Lilik dan suami hanya akan dua-tiga hari saja di Mojokerto. Lalu balik lagi ke Beijing: Lilik akan merawat Nisa. Suaminyi akan merawat Olik.

Saya sendiri akan balik Beijing bila saat transplant-nya hampir tiba.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulsian Dahlan

Related Posts

Natal Papua

Natal Papua

Wednesday, 10 December 2025
Yalal Batubara

Yalal Batubara

Saturday, 6 December 2025
David Gentile (tengah) pendiri GPB Capital yang mendapatkan pengampunan dari Donald Trump.--

Pengampunan Presiden

Wednesday, 3 December 2025
--

Rahmanullah Lakanwal

Tuesday, 2 December 2025
Mantan Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi-Istimewa-

Airmata Ira

Monday, 24 November 2025
--

Nikmat Karina

Tuesday, 18 November 2025
Next Post
BHINEKA TUNGGAL IKA - Peserta Peran Saka Nasional 2025 dari seluruh Indonesia, mengikuti upacara adat Bhineka Tunggal Ika saat pembukaan Peran Saka Nasional di Buper Bongohulawa, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (3/11). (Foto: humas peran saka)

Pejabat Pusat Absen, Peran Saka Tetap Spektakuler

Discussion about this post

Rekomendasi

Tersangka kasus dugaan bom ikan beserta barang bukti, diserahkan oleh pihak penyidik Gakkum, Dit Polairud Polda Gorontalo, kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo Utara.

Dua Tersangka Bom Ikan Segera Diadili, Terancam 20 Tahun Penjara, 12 Item Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

Monday, 8 December 2025
Diskresi Hendra ‘Tak Laku’, Iskandar Aklamasi Pimpin Golkar Kabgor 

Diskresi Hendra ‘Tak Laku’, Iskandar Aklamasi Pimpin Golkar Kabgor 

Wednesday, 10 December 2025
Meneguhkan Komitmen ASN di Usia Perak Provinsi Gorontalo: Refleksi dan Proyeksi Pembangunan

Meneguhkan Komitmen ASN di Usia Perak Provinsi Gorontalo: Refleksi dan Proyeksi Pembangunan

Wednesday, 10 December 2025
Flyer BSG

BSG Siapkan Likuiditas Rp1,5 Triliun Jelang Nataru, Layanan Kantor Beroperasi Normal

Tuesday, 9 December 2025

Pos Populer

  • Adhan Dambea

    Terkesan Cari-cari Kesalahan, Adhan Kritik Cara Kerja BPK

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Dua Tersangka Bom Ikan Segera Diadili, Terancam 20 Tahun Penjara, 12 Item Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • ASN Kota Gorontalo: Agen Inovasi Ekonomi dan Penggerak UMKM

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Seorang Buruh Ditemukan Tak Bernyawa, Sempat Mengeluh Pusing dan Muntah, Keluarga Tolak Autopsi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Objek Wisata Pemandian Lombongo Telan Korban

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.