Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Penipuan daring kembali marak dengan modus baru menggunakan video call yang memperlihatkan wajah publik figur. Modus ini digunakan untuk mengelabui korban hingga terhipnotis.
Adapun publik figur yang digunakan pelaku yakni orang-orang terkenal atau ternama yang memiliki pengaruh besar di masyarakat, seperti selebritas, atlet, pejabat, pebisnis, influencer, dan tokoh masyarakat bahkan hingga ulama sekalipun.
Seperti yang dialami AKP Atmal Fauzi SH, perwira polisi yang menjabat Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Bone Bolango itu namannya dicatut oleh pelaku penipuan modus video call.
Teknik ini memanfaatkan rekayasa video dan suara berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meyakinkan korban agar memberikan data pribadi atau mentransfer uang.
Modus operandi pelaku yakni mengunduh video Atmal Fauzi, lalu memutarnya melalui perangkat atau HP lain saat video call. Suara asli Atmal digantikan dengan aplikasi pengubah suara sehingga tampak seolah-olah Atmal berbicara langsung.
“Jadi ada yang info cek nomor itu ke saya, dan nomor itu minta transfer uang. Ketika saya coba hubungi, pelaku memakai dua camera yang ada foto lain dan disandingkan lalu berbicara dengan bahasa lain,”ungkap Atmal.
Lebih lanjut Mantan Kapolsek Dungingi itu menjelaskan, kalimat yang diucapkan biasanya tidak sinkron dengan gerakan bibir pada video. Ini celah yang perlu diwaspadai.
“Saat saya coba hubungi langsung nomor HP tersebut dan kasih tau saya sendiri Atmal Fauzi yang asli, pelaku langsung menutup telponya dan memblokir nomor telpon saya.
Foto-foto berganti lagi kalau modus sudah ketahuan dengan ganti dgn tokoh-tokoh lain yang dikenal luas. Mereka pakai komputer juga, jadi data list yang kita biasa hubungi masuk ,dan tinggal kita yang cerdas juga liat karena rekening beda nama, berarti itu jelas nipu,”ungkap Atmal.
Mengetahui adanya aksi penipuan yang mencatut namannya, mantan Kapolsek Tapa ini langsung mengirimkan himbauan kepada masyaakat melalui grup-grup Whatsapp.
Berikut cara mencegah terjadinnya penipuan yakni, Jangan mudah tergiur dengan hadiah uang, verifikasi identitas penelepon menggunakan aplikasi seperti Truecaller atau Get Contact, Cek nomor rekening penerima jika diminta mentransfer uang.
Jangan mengirimkan uang tanpa konfirmasi kepada pihak resmi. Hindari mempublikasikan data pribadi di media sosial, seperti nomor telepon atau alamat.
Modus ini menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan siber semakin kreatif memanfaatkan teknologi untuk mencari korban. Masyarakat diminta lebih waspada agar tidak menjadi target penipuan serupa. (roy)












Discussion about this post