Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Upaya memperkuat kemandirian pembiayaan pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan fiskal pemerintah, tetapi juga partisipasi publik melalui investasi yang aman dan produktif.
Hal ini menjadi pesan utama dalam kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan serta Obligasi Negara Ritel (ORI028) yang digelar oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo di Aula Mohuyula, Kamis (9/10/2025)
Kegiatan tersebut diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, dan perwakilan kementerian/lembaga di Provinsi Gorontalo. Fokusnya bukan hanya memperkenalkan ORI028, tetapi juga membangun kesadaran bahwa ASN memiliki peran strategis dalam menularkan pemahaman keuangan yang sehat kepada masyarakat.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Adnan Wimbyarto, menegaskan bahwa ASN harus menjadi contoh dalam pengelolaan keuangan pribadi yang cerdas. “ASN perlu memahami literasi keuangan, mengelola pendapatan dengan bijak, dan berinvestasi secara aman. Ini penting agar mereka tidak terjerat pinjaman online ilegal atau investasi bodong,” ujar Adnan.
Ia menambahkan, memahami APBN dan Surat Berharga Negara (SBN) merupakan langkah awal bagi ASN untuk menjadi focal point dalam menyampaikan kebijakan fiskal pemerintah secara benar kepada masyarakat.
Sementara itu, Chandra A.S. Wibowo, Analis Keuangan Negara Ahli Madya dari Direktorat Surat Utang Negara DJPPR, menegaskan bahwa penerbitan ORI028 adalah bagian dari strategi pembiayaan APBN yang kredibel dan berkelanjutan.
“SBN seperti ORI028 bukan sekadar instrumen investasi, tetapi wujud partisipasi publik dalam membangun negeri. Masyarakat mendapatkan imbal hasil yang aman, sementara negara memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan,” jelas Chandra.
Ia juga menegaskan bahwa APBN 2025 tetap dalam kondisi sehat dan kredibel di tengah tekanan ekonomi global, dengan prinsip pembiayaan utang yang *innovative, prudent, dan sustainable.
Dari sisi literasi keuangan, Antonius Dyan N.A., Analis Keuangan Negara Ahli Madya DJPPR, mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. “Merencanakan keuangan bukan hanya soal menabung, tapi juga bagaimana mengalokasikan dana dengan bijak untuk mencapai tujuan hidup dan kebebasan finansial,” katanya.
Sedangkan Norman Febianto menambahkan, ORI028 merupakan instrumen investasi yang aman, terjangkau, dan dijamin 100 persen oleh negara. “Melalui ORI028, masyarakat bukan hanya mendapat keuntungan finansial, tetapi juga ikut berperan langsung dalam membiayai program pembangunan nasional,” ujarnya.
Saat ini, ORI028 ditawarkan dalam dua tenor tiga tahun (ORI028-T3) dan enam tahun (ORI028-T6) dengan masa penawaran hingga 23 Oktober 2025. Pembelian dapat dilakukan secara daring melalui 28 mitra distribusi resmi, termasuk bank, perusahaan sekuritas, dan platform fintech yang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan.
Melalui penerbitan ORI028, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat, khususnya ASN, berperan aktif sebagai investor domestik. Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian pembiayaan pembangunan nasional sekaligus menumbuhkan budaya investasi yang sehat dan beretika di daerah. (Tr-76)













Discussion about this post