logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Polisi Tak Berdaya Atasi PETI di Paguyaman, Hutan Karet dan Perkebunan Tebu Rusak

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 22 September 2025
in Headline
0
Lokasi perkebunan tebu di lahan HGU Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo yang sudah rusak parah akibat dirambah PETI. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Lokasi perkebunan tebu di lahan HGU Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo yang sudah rusak parah akibat dirambah PETI. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Aparat kepolisian di Gorontalo khususnya yang ada di Kabupaten Boalemo nampaknya sudah tidak berdaya lagi dalam menghadapi praktik Tambang Emas Ilegal (PETI).

Pasalnya, meskipun sudah berulangkali ditertibkan, namun PETI khususnya di wilayah Paguyaman justru kian merajalela bahkan merusak Hutan karet dan lahan perkebunan tebu hingga merusak lingkungan.

Kondisi ini tentu membuat masyarakat khususnya petani tebu dan penyadap karet yang merasa terganggu dengan aktivitas PETI. Parahnya lagi, hal ini juga mengancam ketahanan pangan terlebih ketersediaan gula di Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post, Sabtu (20/9/2025), terdapat lokasi PETI terbaru di Kawasan hutan karet Desa Batu Kramat, Kecamatan Paguyaman. Padahal hutan karet yang masuk dalam Hak Guna Usaha 12 milik PT Pabrik Gula Gorontalo itu merupakan salah satu upaya penghijauan hutan yang dulu hutan tersebut telah gundul akibat dibabat habis para pelaku pembalakan liar.

Related Post

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Di lokasi ini para penambang illegal telah mendirikan puluhan tenda di kemiringan dari kaki hingga puncak gunung. Di gunung yang ditanami pohon karet tersebut telah terdapat ratusan lubang yang dibuat penambang untuk mencari emas.

Pegunungan hutan karet Desa Batu Kramat, Kecamatan Paguyaman Boalemo, Gorontalo sudah dipenuhi dengan tenda pelaku PETI
Pegunungan hutan karet Desa Batu Kramat, Kecamatan Paguyaman Boalemo, Gorontalo sudah dipenuhi dengan tenda pelaku PETI

Pasalnya, di lokasi itu tidak menggunakan sistem dompleng lagi melainkan lubang pantongan hingga rayapan sepertihalnya yang ada di Suwawa Bona Bolango. Dari dalam lubang para penambang membawa material yang sudah diisi dalam karung.

Butet warga Biau Kota Gorontalo pengawas lokasi tambang emas saat ditemui Gorontalo Post di lokasi mengatakan, tambang itu baru berjalan sekitar lebih dari sebulan. Para penambang diakui Butet Sebagian besar merupakan warga local paguyaman.

“Kalau ini lahan milik pak Hj. Alvon, saya hanya diutus untuk mengawasi saja lokasi tambang ini. Kalau ada penambang yang bikin ribut di lokasi maka akan dikeluarkan,”kata Butet. Untuk bagi hasil diakui Butet hanya antara pekerja sendiri.

Pemilik lahan hanya mendapatkan bahan material berupa bongkahan batu atau reff yang memiliki kandungan emas. “Jadi di lokasi ini hanya sistem manual, yakni dibuat lubang pantongan hingga rayapan seperti di Suwawa,”jelas Butet.

Sementara itu tak jauh dari lokasi itu yang jaraknya hanya 50 meter, PETI di lokasi lama yang menggunakan sistem semprot dan dompleng juga masih beroperasi setelah beberapa bulan lalu lokasi ini telah diratakan oleh polisi.

Kondisi Hutan karet yang sudah dipenuhi dengan lubang galian PETI di Pegunungan Desa Batu Kramat Kecamatan Paguyaman, Boalemo Gorontalo(Foto Roy/Gorontalo Post)
Kondisi Hutan karet yang sudah dipenuhi dengan lubang galian PETI di Pegunungan Desa Batu Kramat Kecamatan Paguyaman, Boalemo Gorontalo(Foto Roy/Gorontalo Post)

Di lokasi lain yakni di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman, PETI telah merambah dan merusak lahan perkebunan. Saat ini lahan yang sudah rusak parah adalah perkebunan tebu yang masuk dalam kawasan HGU Pabrik Gula Gorontalo.  Sejumlah kubangan besar diameter 40×40 meter mengangah dengan kedalaman hingga 10 meter.

Parahnya lagi, lokasi ini juga telah mengikis alur sungai sehingga berpotensi terjadinnya abrasi dan banjir bandang. Tak jauh dari lokasi itu terdapat lahan perkebuna jagung milik masyarakat setempat yang juga terancam bahkan berpotensi ikut dirambah menjadi lokasi PETI.

Hamzah Pengawas Lahan HGU PT Pabrik Gula Gorontalo saat diwawancarai mengatakan, dari hasil identifikasi di lapangan, ada sekitar 400 dompleng tambang ilegal beroperasi di 30 titik di bawah naungan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Gorontalo.

“Rata-rata PETI ini di dalam lahan perkebunan tebu. Dulu baru 25 titik, sekarang sudah 30 titik, dan dari temuan kami di lapangan sudah ada lagi yang mulai membuat titik-titik baru,”kata Hamzah.

Sedangkan di Desa Batu Kramat saat ini kata Hamzah terdapat lebih dari 100 lubang baru di atas gunung. Di lokasi ini jelas Hamzah, para penambang tidak hanya warga Paguyaman saja, bahkan sudah banyak dari luar Boalemo seperti Kota Mobagu (Sulut), Kwandang (Gorut), Tuladenggi dan Telaga (Kabupaten Gorontalo).

“Forkopimda sudah turun melakukan identifikasi serta pengecekan titik koordinat bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menentukan apakah lokasi itu masuk HGU atau tidak.

Kalau sesuai informasi dari BPN, mereka punya aplikasi titik koordinat yang melihat di peta bahwa lokasi itu masuk wilayah HGU, namun belum bisa dijelaskan saat itu nanti saat pertemuan di Forkopimda nanti,”ungkap Hamzah.

Terpisah Manager Publik Relation PT. Pabrik Gula Gorontalo, Marthen Turu’allo mengatakan, pihaknya memiliki bukti dokumen bahwa lokasi PETI di Desa Batu Kramat itu masuk dalam HGU 12, yang sudah ditanami karet.

“Perizinan diversivikasi karet pabrik gula sudah lengkap, dan jika ada pihak yang mengklaim itu adalah tanah milik mereka, maka itu merupakan bagian dari penyerobotan, tanah itu tidak bisa ditanami tebu, maka ditanami karet,”ungkap Marthen.

Fungsi pohon karet dijelaskan Marthen, selain untuk reboisasi atau penghijauan kembali hutan yang sudah gundul, juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat yang dilibatkan langsung memanen/ menyadap karet tersebut.

“Untuk aktivitas penambangan di lokasi itu sudah beberapakali dilaporkan ke pihak kepolisian. Bahkan, dari aparat penegak hukum sudah kerap turun, tetapi hari ini ditertibkan, besoknya sudah ada lagi.

“Menurut kami belum maksimal penertiban yang sudah dilakukan aparat terutama di areal perkebunan karet Desa Batu Kramat dan perkebuna Tebu di Saripi yang paling parah,”kata Marthen. Dampak dari kerusakan lahan akibat PETI di kawasan itu diakui Marthen bermuara ke Desa Mekar Jaya yang terdampak banjir jika musim hujan tiba.

Sebab PETI tersebut menambah erosi disamping penggundulan hutan di lokasi masyarakat maupun lokasi HGU perusahaan.  “Kami sudah malaporkan hal ini ke Polda Gorontalo secara pidana yakni penyerobotan tanah, perusakan lingkungan,”tandas Marthen.

Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi saat dikonfirmasi mengenai hal ini menegaskan, pekan ini pihaknya akan turun kembali ke lokasi untuk menertibkan hingga menghancurkan PETI. tersebut. “Oke nanti minggu depan tambang ilegal kita hancurkan dan kita proses,”tegas Kapolres singkat. (roy)

Tags: Kabupaten BoalemopetiPETI di Paguyamantambang emas ilegal

Related Posts

Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea disambut para guru saat membuka SPMB tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo, Rabu (3/6). (foto: istimewa)

Wali Kota Gorontalo Siap Pasang Badan untuk Guru, Adhan: Jangan Lagi Ada Kriminalisasi

Thursday, 4 June 2026
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani. (F. Istimewa)

Gaji 13 Cair Hari Ini, Rp 120,59 M Dikucurkan DJPb Gorontalo

Tuesday, 2 June 2026
Next Post
Wahyudin Moridu

Ikuti Jejak Ayah, Terhenti Sebelum Finish

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.