logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Kripik Wiwik

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 9 September 2025
in Disway
0
Duta Besar RI di Tiongkok Djauhari Oratmangun berbincang dengan Dahlan Iskan yang memangku bayi bule di Wisma Indonesia, Beijing. -HARIAN DISWAY-

Duta Besar RI di Tiongkok Djauhari Oratmangun berbincang dengan Dahlan Iskan yang memangku bayi bule di Wisma Indonesia, Beijing. -HARIAN DISWAY-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

MAKAN siang itu saya batalkan. Dokter ahli jantung Jagaddhito tetap naik kereta cepat ke Beijing. Begitu tiba saya minta berubah arah. Pemred Harian Disway Doan Widhiandono juga saya minta ke tujuan baru. Janet dan suami tetap menjemput ke hotel saya.

Tujuan baru itu: Wisma Indonesia. Di Beijing. Beberapa menit sebelumnya duta besar kita di Tiongkok muncul di WA saya: apakah saya sedang di Beijing.

“Benar,” jawab saya. “Apakah berkenan nanti malam saya undang makan malam?” tanya saya –takut keduluan.

“Ini di Beijing. Saya yang harus jadi tuan rumahnya,” katanya. “Tapi nanti sore saya akan ke Xiamen,” katanya. “Kita makan siang saja. Agak awal,” tambahnya.

Related Post

Paket Roaming

Isi Dompet

Cuci Uang

Adu Cepat

Anda sudah tahu nama duta besar kita di Beijing: Djauhari Oratmangun. Ia pemegang rekor: duta besar Indonesia di Tiongkok yang paling lama. Sudah tujuh tahun. Bahkan calon duta besar Indonesia terlama di seluruh dunia.

Saya bilang ”calon” karena rekornya masih dipegang Husin Bagis. Ia duta besar Indonesia di Uni Emirat Arab. Bagis lebih lama dari Djauhari –menang beberapa minggu. Tapi Bagis sudah pensiun. Bulan lalu. Sedang Djauhari masih diperlukan di Beijing.

Jagaddhito adalah ahli jantung Unair/UGM yang sedang memperdalam ilmu di RS Rizhao, Shangdong. Tiga jam setengah naik kereta cepat ke Beijing. Doan adalah pemred Harian Disway yang terpilih program lima bulan di Tiongkok. Seniman. Pemain teater. Kini lagi studi S-3 di Unair.

Doan, sejak edisi Jumat kemarin menulis pengalamannya menjadi ”wartawan VVIP” yang meliput parade militer 3 September lalu. Baca sendiri tulisan Doan di Disway E-paper. Bersambung. Bagus sekali. Saya pun belum pernah terpilih menjadi wartawan yang bisa meliput VVIP di satu acara terbesar di dunia.

Doan sudah tiba lebih dulu di Wisma Indonesia. Jagaddhito masih harus naik kereta bawah tanah setiba di stasiun Beijing-Nan. Di wisma sudah ada satu wanita muda. Cantik. Bule. Rambut pirang. Suaminyi lagi menggendong bayi mereka.

Kami pun disambut Pak Djauhari. Ia baru saja terbebas dari kerja keras menyambut dan melepas Presiden Prabowo Subianto yang mendadak datang ke Beijing untuk memenuhi undangan parade itu.

Wanita itu ternyata juga wartawan. Asal Rumania. Dia pengantin agak baru dengan bayi baru. Sang suami juga Rumania, wakil wali kota di salah satu kota di sana.

Meski bule dia wartawan CCTV –stasiun TV milik pemerintah pusat Tiongkok. Dia pernah mewawancarai Djauhari. Viral. Pemirsanya sampai 600 juta. “Terbesar dalam sejarah kewartawanan saya,” katanyi. Nama Indonesia ikut terkatrol tinggi.

“Harusnya dia kita angkat jadi duta Indonesia untuk dunia,” seloroh saya kepada Pak Dubes. Utamanya di saat Indonesia perlu memperbaiki citra di mata dunia setelah tercoreng oleh kerusuhan 30 Agustus lalu.

Kami dijamu masakan Indonesia. Pembukanya soto ayam. Lalu sepiring menu dengan lauk di sekeliling nasi: rendang, tempe goreng, seiris ikan, dan sayur brokoli. Rendangnya enak sekali. Nasinya nasi ayam –mirip nasi ayam Hainan. Tapi ini gaya Yunnan. Hampir tidak beda-rasa dengan Nasi Ayam Hainan –hanya ditambah irisan jamur.

Ruang makan itu dihiasi banyak lukisan. Ternyata itu karya istri tuan rumah: Ny Djauhari –Wiwik Oratmangun. Dia seorang pelukis sejak umur 55 tahun. Bulan lalu pameran di Bali –bersama beberapa pelukis mancanegara. November nanti dia pameran di Fukuoka bersama pelukis Jepang.

“Apakah lukisan yang dipamerkan di Bali langsung diangkut ke Fukuoka?” tanya saya.

“Yang di Bali sudah habis. Laku semua,” ujar Wiwik Oratmangun.

Dia putri Wonosobo, Jateng. Orang pegunungan. Djauhari orang Saumlaki –orang laut Maluku Tenggara. Mereka ibarat asam di gunung garam di laut bertemu di pelaminan. Di Yogyakarta. Saat Djauhari kuliah ekonomi di UGM.

Setelah menjabat dirjen di Kemenlu, Djauhari mendapat tugas jadi duta besar di Rusia. Saat mengakhiri tugas di Moskow, Djauhari ingin tahu Tiongkok. Bersama istri ia putuskan naik kereta trans-Siberia. Dari Moskow ke Beijing. Di musim puncak salju. Februari.

Perjalanan itu memakan waktu enam hari. Hanya salju di kanan kiri. Berhenti di 36 stasiun. Termasuk ketika kereta harus ganti roda –18 gerbong ganti roda semua. Perbedaan lebar rel Rusia dan Tiongkok menyebabkan jarak kanan-kiri roda harus sedikit didekatkan. Ukuran rel di Rusia sama dengan Eropa: lebih lebar.

Kami pun ingin pamit. Pak Dubes sudah harus siap-siap ke bandara.

“Minum kopi dulu. Masih ada sedikit waktu,” katanya.

Saya juga masih harus bertanya beberapa hal. Soal meningkatkan penjualan durian Indonesia di pasar Tiongkok. Soal ekspor sarang burung kita yang kembali terganggu: delapan eksporter kita curang lagi. Untung yang di-black list hanya delapan eksporter yang di sarang burungnya ditemukan bahan kimia berbahaya.

Begitu sulit meyakinkan Tiongkok agar memaafkan masa lalu sarang burung Indonesia. Begitu berhasil ternoda lagi.

“Apakah ekspor porang juga kembali ternoda?”

“Tidak. Masih baik-baik saja,” katanya.

Memang nilai ekspor sarang burung tidak dominan lagi. Ekspor kita yang lain-lain jauh menyalip sarang burung. Ekspor air kelapa, santan kelapa, Indomie, kerupuk udang ,dan barang olahan lain kian besar.

“Saya juga bisa beli keripik singkong di sini,” ujar Jagaddhito. “Lewat aplikasi Tao Bao,” tambahnya. “Lebih murah lagi kalau lewat Ping Duo-duo,” katanya.

“Benar. Itu laris sekali,” sahut Janet sambil membuka aplikasi keripik singkong.

“Apakah di situ tertulis sebagai produk Indonesia?”.

“Iya. Produk Indonesia,” ujar Janet.

Kami ngobrol sambil minum kopi Gayo. Atau kopi Toraja?

Wiwik Oratmangun meraih mikrofon. Dia menyanyikan lagu Mandarin wo ti xin –suaranyi merdu sekali. Dia pelukis dan penyanyi.

Doan menyambungnya dengan lagu rock’n roll. Itu lagu senam-dansa saya. Tidak terasa saya pun bergoyang –sambil menggendong bocah cilik bule. Saya ingat nasihat Rhoma: Joget sedikit boleh saja…. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Febrie Loblobly

Febrie Loblobly

Wednesday, 15 July 2026
Orang Kuat

Orang Kuat

Tuesday, 14 July 2026
Next Post
Hamim Pou

APBD 2026: Air, Jalan, Penghidupan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 16 Juli 2026

Rekomendasi

Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

Sunday, 19 July 2026
Muh. Amier Arham

Gorontalo Karnaval Karawo, Untuk Apa?

Sunday, 19 July 2026
Dipicu Pembakaran  Ban Mobil Bekas di Tabumela, Kebakaran Lahan Nyaris Merembes ke Rumah Warga

Dipicu Pembakaran Ban Mobil Bekas di Tabumela, Kebakaran Lahan Nyaris Merembes ke Rumah Warga

Sunday, 19 July 2026
Umar Karim

Salah Desil DTSEN, Data Warga Miskin Terbaca ‘Konglomerat’, Umar: Kok Sama dengan Rafi Ahmad

Friday, 17 July 2026

Pos Populer

  • APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Saksi Ungkap Perbuatan Terdakwa PETI, Tertangkap Tangan Saat Menambang Emas Ilegal di Saripi

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Tinjau Kualitas Pembangunan Rumah BSPS

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.