logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Bank SulutGo atau Bank Sulut?

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 19 August 2025
in Headline
0
Hamim Pou

Hamim Pou

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Hamim Pou

Bank SulutGo lahir sebagai simbol kebersamaan. Nama itu bukan sekadar label, melainkan cermin filosofi persaudaraan: Sulawesi Utara dan Gorontalo berbagi rumah keuangan yang sama. Dari dividen hingga CSR, dari layanan kas daerah hingga kredit ASN, bank ini membuktikan diri sebagai instrumen pembangunan bersama. Tahun demi tahun, ada konsensus yang dihormati: keterwakilan Gorontalo selalu ada di jajaran komisaris maupun direksi. Bukan karena besaran sahamnya signifikan, melainkan karena semangat ‘basudara’ yang menjiwai. Konsensus itu ibarat pagar moral, tanda bahwa Bank SulutGo bukan hanya Bank Sulut, melainkan rumah bersama.

Sebagai kepala daerah yang pernah memimpin Bone Bolango selama lebih dari satu dekade, saya menyaksikan langsung betapa pentingnya kehadiran bank ini bagi daerah. Setiap tahun pemerintah daerah menerima dividen yang langsung memperkuat APBD. CSR yang diberikan sesuai porsi saham juga saya saksikan sendiri dirasakan manfaatnya, baik untuk pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan sosial di masyarakat. Bagi kami di Gorontalo, Bank SulutGo bukan sekadar institusi keuangan, tetapi mitra pembangunan yang nyata. Oleh sebab itu, ikatan emosional dan politik ekonomi dengan bank ini sangat dalam.

Tetapi RUPS 2025 menciptakan riak besar. Untuk pertama kali, konsensus itu dilanggar. Tidak ada satu pun perwakilan Gorontalo yang diakomodasi di jajaran pimpinan. Rasa kecewa pun merebak. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Gorontalo merasa dikhianati, karena hak moral dan simbolis mereka diabaikan. Dampaknya bukan sebatas perasaan, melainkan aksi nyata: beberapa daerah memindahkan rekening kas umum daerah ke bank lain. Ini bukan hanya protes, tetapi langkah yang langsung memukul likuiditas bank. Kas daerah adalah sumber dana pihak ketiga yang murah, yang menopang ekspansi kredit dan menjaga stabilitas bank. Jika arus dana itu mengalir ke bank lain, BSG harus siap kehilangan nafas panjangnya.

Risikonya berlapis. Pertama, hilangnya likuiditas. Bayangkan jika tiap pemda Gorontalo menarik ratusan miliar rupiah; totalnya bisa mencapai triliunan. Itu bukan angka kecil bagi bank pembangunan daerah. Kedua, reputasi. OJK dan publik akan bertanya: bagaimana tata kelola bank daerah bisa mengabaikan konsensus yang sudah berjalan puluhan tahun? Ketiga, pelayanan publik. ASN dan masyarakat Gorontalo yang selama ini terkait dengan BSG akan terganggu. Dari pembayaran gaji hingga transaksi belanja daerah, semua bisa tersendat. Dan bila trust publik terganggu, membalikkannya bukan pekerjaan mudah.

Related Post

Gusnar: Dapur MBG Jangan Beli Bahan dari Luar

Gubernur Gusnar Ismail – Wagub Idah Syahidah, Hadiri Silaturahmi Bersama BRMP Provinsi Gorontalo

Wagub Idah Syahidah Apresiasi Peran Perempuan di Hari Kartini, Gerakan Perempuan Berdonor Bukti Nyata Perempuan Berdaya

Sekda Boalemo, Prof. Nurdin Gantikan Sherman

Saya tahu persis bagaimana konsensus keterwakilan itu dijaga. Dalam rapat-rapat sebelumnya, suara Gorontalo selalu dihormati meski porsi sahamnya tidak sebesar Sulut. Itulah sebabnya ketika konsensus itu dilanggar di RUPS kali ini, kekecewaan terasa begitu dalam. Bukan hanya bagi pejabat, tetapi juga masyarakat yang melihat simbol kebersamaan itu diruntuhkan begitu saja.

Namun krisis juga selalu membuka ruang solusi. Ada jalan tengah yang bisa ditempuh. Pertama, mengembalikan konsensus. Representasi Gorontalo harus diakui, minimal satu kursi komisaris atau direksi. Kalau perlu, dituangkan secara eksplisit dalam Anggaran Dasar atau perjanjian pemegang saham, agar tak lagi bergantung pada goodwill mayoritas. Kedua, menciptakan mekanisme rotasi jabatan antarprovinsi. Dengan begitu, semua merasa dihargai tanpa harus terjebak dalam tarik-menarik abadi. Ketiga, menjamin bahwa layanan publik tidak terganggu. Manajemen BSG harus menjamin selama konflik berlangsung, ASN dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan optimal. Jangan sampai publik merasa dikorbankan.

Tetapi ada catatan yang lebih dalam: Bank SulutGo selama ini terlalu nyaman menggantungkan diri pada dua hal: dana segar pemda dan pinjaman kepada ASN. Ini sumber dana yang mudah, tetapi membuat manajemen terlena. Bunganya pun sering dikeluhkan ASN, karena relatif lebih tinggi dibanding bank lain. Padahal loyalitas nasabah tidak boleh diambil sebagai hal biasa. Di luar sana, bank-bank lain berkeringat mencari nasabah, masuk lebih dalam ke UMKM, mengembangkan layanan digital, dan menekan bunga agar kompetitif. BSG tidak bisa terus mengandalkan captive market. Kalau tidak bertransformasi, pelan-pelan bank ini akan ditinggalkan.

Karena itu, krisis RUPS ini harus dijadikan momentum ganda: restorasi konsensus dan reformasi model bisnis. Restorasi konsensus artinya kembali menghormati semangat kebersamaan, meneguhkan bahwa Gorontalo bukan sekadar tempelan. Reformasi model bisnis artinya BSG harus lebih agresif masuk ke kredit produktif, memperluas inklusi keuangan, dan berinovasi digital. Bank ini harus belajar berkeringat, bersaing sehat dengan bank-bank lain, dan menunjukkan bahwa ia bisa tumbuh tanpa bergantung total pada kas daerah.

Bagaimana jika jalan tengah tidak ditemukan? Risiko jangka panjangnya jelas. BSG bisa terjebak dalam dominasi Sulut, kehilangan dukungan Gorontalo, dan pangsa pasar diisi bank-bank nasional maupun syariah. Bahkan saham Gorontalo bisa perlahan terpinggirkan dan diambil alih investor besar. Kalau itu terjadi, nama ‘SulutGo’ akan kehilangan arti. Ia hanya akan kembali menjadi Bank Sulut. Padahal makna ‘Go’ adalah simbol harga diri dan persaudaraan.

Bagi Gorontalo, konflik ini bisa menjadi hikmah. Jika konsensus tidak kembali, opsi membentuk bank sendiri terbuka. Entah bank pembangunan daerah baru atau bank syariah milik rakyat dan pemerintah Gorontalo. Ini bukan perkara mudah—modal besar, regulasi ketat, infrastruktur mahal—tetapi bukan mustahil bila ada tekad kolektif. Bahkan, bisa jadi momentum melahirkan bank syariah daerah yang berakar pada UMKM, pangan, dan ekonomi rakyat. Setidaknya, wacana ini akan membuat BSG sadar bahwa kehadiran Gorontalo tidak bisa diremehkan.

Pada akhirnya, masa depan Bank SulutGo ditentukan oleh keberanian memperbaiki tata kelola. Apakah ia tetap menjadi rumah basudara atau sekadar alat ekonomi satu pihak? Apakah ia bisa keluar dari zona nyaman dan berlari bersama bank lain? RUPS kali ini adalah alarm keras. Bila didengar, Bank SulutGo bisa lahir kembali sebagai bank daerah modern yang sehat, inklusif, dan dipercaya. Bila diabaikan, ia akan kehilangan kepercayaan, dan perlahan hanya menjadi nama tanpa jiwa. Gorontalo dan Sulut punya pilihan: melanjutkan kebersamaan atau merelakan persaudaraan ini retak. Dan sejarah akan mencatat, pilihan itulah yang menentukan apakah Bank SulutGo tetap menjadi bank ‘basudara’, atau tinggal bank ‘Sulut’ semata. (*)

Penulis adalah mantan Bupati Bone Bolango, pengamat kebijakan & inovasi daerah

Tags: Bank SulutBank SulutgoBone BolangoBSGHamim PouUMKM

Related Posts

Gusnar: Dapur MBG Jangan Beli Bahan dari Luar

Thursday, 23 April 2026
Gubernur Gusnar Ismail bersama Wagub Idah Syahidah RH menghadiri pertemuan silaturahim bersama BRMP Provinsi Gorontalo, Rabu (22/4). (foto: dok-pemprov)

Gubernur Gusnar Ismail – Wagub Idah Syahidah, Hadiri Silaturahmi Bersama BRMP Provinsi Gorontalo

Thursday, 23 April 2026
Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melihat langsung giat donor darah dalam rangka Hari Kartini 2026, Selasa (21/4). (Foto : Nova/Diskominfotik)

Wagub Idah Syahidah Apresiasi Peran Perempuan di Hari Kartini, Gerakan Perempuan Berdonor Bukti Nyata Perempuan Berdaya

Wednesday, 22 April 2026
Prof. Dr. Ir. Nurdin, S.P., M.Si diambil sumpah dalam pelantikan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo. (Foto/Diskominfo)

Sekda Boalemo, Prof. Nurdin Gantikan Sherman

Wednesday, 22 April 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan benih jagung kepada petani di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat (17/4). (Foto : Haris/diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail Serahkan Bantuan Banih Jagung untuk Petani di Kabupaten Gorontalo

Tuesday, 21 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026
Next Post
PENUH SEMANGAT - Paskibraka tingkat Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo penuh semangat menunaikan tugas mengibarkan Merah Putih di tengah lumpur, saat HUT ke 80 RI, Ahad (17/8). (foto : istimewa)

Paskib di Boliyohuto, Bertugas di Tengah Lumpur

Discussion about this post

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Pohuwato The Gold of Celebes

Pohuwato The Gold of Celebes

Monday, 27 February 2023
Empat orang tersangka resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, terkait kasus dugaan penganiayaan.

Empat Tersangka Penganiayaan Ditahan, Lokasi Kejadian di Area PETI DAM Pohuwato

Thursday, 23 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.