Gorontalopost.co.id — Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar aksi donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang bertajuk Donor Darah Merdeka mengangkat tema “PNS Nyumbang Darah, PPPK Nyambung Nyawa”.
Pelaksanaan aksi donor darah yang berlangsung di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, kamis (7/8), dipantau langsung Gubernur Gorontao, Gusnar Ismail. Ia mengapresiasi kegiatan donor darah, yang merupakan bukti kongkrit kepedulian terhadap sesama manusia.
“Ini merupakan kegiatan rutin Pemprov Gorontalo, di mana dalam setiap waktu tertentu seluruh ASN mengikuti aksi donor darah,” kata Gubernur Gusnar Ismail, kemarin.
Kegiatan Donor Darah Merdeka di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo secara serentak dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta lingkup Sekretariat Daerah yang berlokasi di kantor gubernur. Gubernur Gusnar berharap aksi donor ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan darah.
“Donor darah kali ini kita bikin di empat titik biar mudah dijangkau oleh ASN. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” ujarnya.
Pada pelaksanaanya, sebanya 345 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo mendaftar untuk mengikuti Donor Darah Merdeka. Dari 345 ASN yang mendaftar, sebanyak 114 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 231 orang lainnya gagal karena alasan kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Gubernur Gusnar Ismail sebagai pelindung PMI. ASN Pemprov Gorontalo jumlahnya lebih dari 5.000 orang. Kalau donor ini secara rutin dilaksanakan, maka kami yakin Gorontalo tidak akan kekurangan darah,” jelas Ketua PMI Provinsi Gorontalo, Ishak Liputo, saat mendampingi Gubernur Gusnar Ismail pada peninjauan donor darah di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, kemarin.
Ishak mengungkapkan, kebutuhan darah di Provinsi Gorontalo setiap bulannya mencapai seribu kantong lebih. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) PMI, ketersediaan darah sebanyak dua persen dari jumlah penduduk.
“Penduduk Gorontalo sudah 1,2 juta. Kalau dua persen berarti sekitar 24 ribu kantong darah yang harus kita siapkan. Tentunya kami kewalahan untuk menyiapkan ini. Untuk itu gagasan pak gubernur yang sangat brilian ini langsung kami respon karena ASN adalah potensi besar untuk memperoleh stok darah,” terang Ishak.
Ishak menambahkan, kondisi stok darah di PMI Gorontalo setiap bulan mengalami kekosongan. Bahkan menurutnya setiap ada kegiatan donor darah, seluruh rumah sakit akan mengantre untuk memperoleh jatahnya.
“Ada 11 rumah sakit yang sudah mengantre menunggu mana bagian untuk mereka. Jadi setiap ada kegiatan donor darah, rumah sakit antre menunggu,” pungkasnya. (tro/*)









Discussion about this post