logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

BMKG Warning Tsunami, Warga Rame-rame Mengungsi

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 31 July 2025
in Headline
0
WASPADA TSUNAMI - Warga Kelurahan Leato, Kota Gorontalo mengungsi ke gedung milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, Rabu (30/7). (foto : Natha / Gorontalo Post)

WASPADA TSUNAMI - Warga Kelurahan Leato, Kota Gorontalo mengungsi ke gedung milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, Rabu (30/7). (foto : Natha / Gorontalo Post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Sepanjang Rabu (30/7) kemarin, warga Gorontalo geger dengan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pasca gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 8,7 yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, Rabu pagi. Peringatan dini tsunami dari BMKG itu menyebar dengan cepat di media sosial.

Seketika, masyarakat Gorontalo di wilayah pesisir selatan yang berada di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo langsung bergegas mengungsi ke wilayah-wilayah perbukitan.

BMKG mengkonfirmasi wilayah yang berstatus waspada tsunami termasuk wilayah pesisir selatan Kota Gorontalo. Ada sepuluh wilayah di Indonesia yang terkonfirmasi berstatus waspada tsunami.

Related Post

Sirene Tsunami Gorut Dibunyikan, Warga Datangi Pantai Sambil Live

Kasus KONI, Hari Ini Adhan ke Kejati

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Yaitu Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang tsunami pukul 14.52.24 WITA, Kota Gorontalo (16.39.54 WITA), Halmahera Utara (16.04.24 WIT), Manokwari (16.08.54 WIT), Raja Ampat (16.18.54 WIT), Biak Numfor (16.21.54 WIT), Supiori (16.21.54 WIT), Sorong Bagian Utara (16.24.54 WIT), Jayapura (16.30.24 WIT), dan Sarmi (16.30.24 WIT).

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak agar tetap tenang dan menjauhi pantai sampai ada pernyataan resmi lebih lanjut. Warga Kota Gorontalo yang mengungsi yaitu warga di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Kota Timur. Warga mengungsi ke Gedung Asangi milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo.

Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra, saat di wawancarai awak media, mengatakan bahwa pihaknya langsung menerapkan langkah tanggap darurat setelah mendapat informasi terkait ancaman tsunami. “Kami telah mengimbau masyarakat dan para nelayan di kawasan pesisir untuk tidak melaut dan segera menjauhi pantai hingga kondisi dinyatakan aman,” ujar Hanny.

Di wilayah Leato Selatan, sekitar 80 warga telah mengungsi ke dua gedung yang masing-masing mampu menampung 500 hingga 900 orang.“Jika kapasitas gedung tidak mencukupi, kami sudah siapkan opsi tambahan berupa tenda darurat maupun mes TNI AL yang masih kosong,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Bambang Tri Handoko, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat untuk membantu mengevakuasi warga yang berdampak tsunami dan telah menyiapkan peralatan yang di butuhkan.

Sementara itu, warga Kabupaten Gorontalo yang mengungsi yaitu warga di dua kecamatan yaitu Kecamatan Bilato dan Kecamatan Biluhu. Mereka mengungsi ke lokasi perbukitan dan rumah keluarga yang jauh dari pesisir pantai.

KHAWATIR TSUNAMI - Sejumlah warga di Kecamatan Bilato memilih mengungsi ke wilayah perbukitan, terkait dengan peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 8,6 di Rusia, Rabu (30/7/2025)
KHAWATIR TSUNAMI – Sejumlah warga di Kecamatan Bilato memilih mengungsi ke wilayah perbukitan, terkait dengan peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 8,6 di Rusia, Rabu (30/7/2025)

“Dari pagi so ada peringatan yang menyebar di grup-grup whatsapp, juga so ada instruksi dari pemerintah, sehingga kami pun segera mencari lokasi yang aman,” ungkap Suleman Thaib salah seorang warga di Desa Lobuto Kecamatan Bilato.

Camat Bilato Rahmad Sutojo saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengakui sejak peringatan tsunami diterbitkan BMKG, pemerintah kecamatan sudah menggerakkan masyarakat di pesisir pantai untuk mengungsi. “Ada sejumlah titik yang memang dikhawatirkan sehingga warga sudah diinstruksikan untuk mengungsi,” ungkap Rahmad.

Dikatakan Rahmad, ada empat desa yang berada dekat dengan pesisir pantai. Yakni Desa Taulaa, Pelehu, Ilomata dan Bilato. “Hingga saat ini warga masih berada di wilayah pengungsian, walaupun memang status waspada tsunami sudah dicabut tetapi warga masih takut pulang. Karena air laut masih surut sementara biasanya mulai sore hari air sudah pasang bukan surut seperti saat ini,” ungkap Rahmad.

Sama seperti di Kecamatan Bilato, warga di Kecamatan Biluhu pun memilih mengungsi di lokasi yang lebih tinggi untuk mengamankan diri mereka dari ancaman tsunami. Plt Camat Biluhu Sofyan Ali mengatakan, warga di dua desa yakni desa Botuboluo dan Lobuto Timur sudah mengungsi di lokasi-lokasi yang aman, sejak Rabu pagi.

“Semua warga yang berada di dekat pantai sudah mengungsi dengan membawa sejumlah barang kebutuhan mereka,” jelas Sofyan. Begitu pun yang ada di Desa Bintahale, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango. Sebagian warga memilih mengungsi ke gunung setelah mendapati informasi tsunami.

NAIK GUNUNG - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femi Udoki menggendong seorang bayi di lokasi pengungsian warga di Desa Bintalahe, Kabila Bone, kemarin. (foto : istimewa)
NAIK GUNUNG – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femi Udoki menggendong seorang bayi di lokasi pengungsian warga di Desa Bintalahe, Kabila Bone, kemarin. (foto : istimewa)

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, meninjau langsung lokasi pengungsian itu. Ia mengaku prihatin, sebab di lokasi pengungsian terdapat bayi dan lansia yang sangat rentan.

“Saya sangat prihatin melihat situasi ini. Mereka mengungsi karena takut setelah mendapat informasi tsunami,” ujar Femmy sapaan akrabnya. Ia menyebut di lokasi itu terdapat kurang dari 100 warga yang mengungsi.

“Saya harap masyarakat tetap tenang, tetap waspada, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Jangan percaya informasi yang belum tentu benar,” imbaunya. Femmy juga menyampaikan harapannya agar kekhawatiran warga segera mereda setelah adanya kepastian dan pembaruan informasi resmi dari BMKG. (wie/tha/rmb/tro)

Tags: BMKG GorontaloGempa RusiaPeringatan TsunamiWarga MengungsiWaspada Tsunami

Related Posts

DEKATI PANTAI - Pihak berwenang di Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air di Pelabuhan Kwandang, Senin (8/6). (ANTARA/Susanti Sako)

Sirene Tsunami Gorut Dibunyikan, Warga Datangi Pantai Sambil Live

Tuesday, 9 June 2026
Adhan Dambea

Kasus KONI, Hari Ini Adhan ke Kejati

Tuesday, 9 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Next Post
Delyuzer Ilahude

Gempa Rusia, Pakar Geologi: Tsunami di Gorontalo, Tidak Mungkin

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.