logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Ayah Kenalkan Budaya Leluhur, Tiga Gadis Amerika Dibeat di Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 25 June 2025
in Headline
0
Ayah Kenalkan Budaya Leluhur, Tiga Gadis Amerika Dibeat di Gorontalo

Tiga gadis keturunan Gorontalo-Amerika Serikat foto bersama usai menjalani pembeatan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo. (Foto:Deice/Gorontalo Post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.co.id- Tiga gadis berwarga negara Amerika Serikat yang berada di Gorontalo, tengah menjadi perhatian masyarakat di daerah ini. Bukan karena mereka menjadi warga yang sudah ditetapkan sebagai musuh Iran buntut serangan Amerika Serikat. Tapi karena mereka menjalani prosesi pembeatan secara adat Gorontalo, Selasa (24/6).

Tiga gadis itu masing-masing Hanna Amelia Ibrahim (17) Maya Arabella Ibrahim (15) dan Zahra Mahalia Ibrahim (7). Mereka bertiga terlahir dari seorang bapak berdarah Gorontalo atas nama Warno Ibrahim (49) atau dikenal dengan Ikhwan Musafir dan ibu Deanna Ibrahim.

Sang ayah mengisahkan, dirinya tinggal di Amerika Serikat tepatnya di Ohio sebuah negara bagian di wilayah Barat Tengah Amerika Serikat, sudah 23 tahun. Ini untuk pertama kalinya ia memboyong istri dan ketiga anaknya ke Indonesia tepatnya di Gorontalo. “Saya ingin memperkenalkan kepada anak saya tentang adat istiadat, kultur budaya dari bapaknya, walaupun memang pertama kalinya mereka merasakan prosesi mandi lemon, menginjakkan kaki di piring sambil berjalan, namun mereka sangat senang,” ungkap Warno.

Warno mengatakan, sebelum ke Gorontalo mereka sempat ke Jakarta lanjut mengunjungi Bali, Bandung, Makassar dan selanjutnya dari Gorontalo akan bertolak ke Manado. “Paling tidak saya ingin memperkenalkan tentang Indonesia sebagian, tentang keindahan Indonesia, karena memang Indonesia sangat indah hanya saja memang manajemennya pengelolaannya yang belum terlalu maksimal, sehingga ada yang sudah mulai rusak tak terawat,” ungkapnya.

Ia mengakui, besar keinginannya agar anak-anaknya tahu tentang Indonesia pada umumnya dan Gorontalo khususnya. Bahkan sejak awal berumah tangga dengan sang isteri, mereka sudah membahas nama-nama anak mereka yang mengedepankan nama Indonesia tetapi juga tidak terlalu kaku di lidah orang Amerika.

Related Post

Jokowi Pamerkan Ijazah di Pengadilan, Roy Suryo Tertawa: “Palsu Kok!”

Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Lama Profesor

Diadukan ke Kemendagri, Adhan: Ada yang Tidak Sesuai Fakta

Walaupun baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia, tetapi mereka sangat gembira dan mengapresiasi keramahan orang-orang Indonesia. “Bahkan anak paling bungsu berkeinginan mencari suami orang Indonesia, karena keramahan kita,” jelasnya.

Sang isteri yang merupakan seorang mualaf ini pun mengaku sangat bahagia berada Gorontalo dan berterima kasih atas semuanya. “Halo Assalamu alaikum, thank you for your coming, so happy here, because beautiful and friendly so thank you so much terima kasih,” ungkap Deana dihadapan hadirin yang hadir.

Dalam prosesi siraman, ketiga gadis bule tersebut menggunakan pakai pembeatan dengan hiasan sundi dikepala mereka. Namun saat prosesi pembeatan ketiganya menggunakan pakaian adat biliu lengkap. Sehingga terasa berat bahkan anak bungsu pun terlihat mengeluarkan air mata saat proses pembeatan karena tak tahan dengan beratnya hiasan di kepala.

Hadir pada acara pembeatan itu, Lurah Hepuhulawa Kecamatan Limboto Arifin Kiayi Demak, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Gorontalo Iswad Abdullah Pakaya yang memberikan wejangan pembeatan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan di translate langsung oleh sang ayah ke dalam bahasa Inggris. Ketiganya fasih dalam mengucapkan dua kalimat syahadat.

Sementara itu Syamsul Yusuf, sepupu Warno Ibrahim mengaku sempat mengalami kesulitan saat menjamu mereka, karena ternyata lidah mereka tidak sama dengan orang Gorontalo untuk urusan makanan. Termasuk suhu udaranya yang begitu panas. “Sempat kelabakan juga karena saat dijamu makan dengan makanan khas Gorontalo seperti tilumiti, ternyata tidak berkenan di lidah mereka. Mereka hanya pas dengan kentang dan ayam dan saus tomat,” pungkas Syamsul.  (wie)

Tags: Adat GorontaloAmerika-GorontaloBule AmerikaBule dibeatIkhwan Musafir

Related Posts

Lama Profesor

Friday, 6 November 2026
Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Friday, 6 November 2026
Jokowi Pamerkan Ijazah di Pengadilan, Roy Suryo Tertawa: “Palsu Kok!”

Jokowi Pamerkan Ijazah di Pengadilan, Roy Suryo Tertawa: “Palsu Kok!”

Friday, 6 November 2026
Diadukan ke Kemendagri, Adhan: Ada yang Tidak Sesuai Fakta

Diadukan ke Kemendagri, Adhan: Ada yang Tidak Sesuai Fakta

Tuesday, 3 November 2026
Wagub Idah Syahidah RH Tutup Kemah Satya Tunas di Kabupaten Gorontalo

Wagub Idah Syahidah RH Tutup Kemah Satya Tunas di Kabupaten Gorontalo

Monday, 2 November 2026
Dugaan Korupsi Video Wall, Giliran HHN Ditahan Kejati

Dugaan Korupsi Video Wall, Giliran HHN Ditahan Kejati

Monday, 2 November 2026
Next Post
Menguatkan Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara dari Daerah: Suara Gorontalo untuk Indonesia

Menguatkan Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara dari Daerah: Suara Gorontalo untuk Indonesia

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Friday, 30 October 2026
Sisir PETI di Pasir Putih, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Sisir PETI di Pasir Putih, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Thursday, 5 November 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kalender “Literasi” Gorontalo 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.