logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Titiek James

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 26 May 2025
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

INI seperti tidak ke New York. Hanya muter di sekitar Queen dan Long Island. Tidak ke Manhattan. Tidak ke Time Square. Tidak ke Central Park. Kali ini tidak pula mampir teater Broadway.

Sesekali ke New York tiga hari tanpa ke New York.

Related Post

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

Tentu saya mampir ke rumah James F. Sundah. Tidur di rumahnya. Gratis. Lengkap dengan makan dan transportnya. Ia sudah bisa mengemudikan mobil sampai lima jam.

Ternyata dari tempat tinggalnya di New York, James F. Sundah terus mengikuti perkembangan “pertengkaran” antar artis penyanyi dan pencipta lagu di Jakarta. “Dari dua pihak sering menghubungi saya,” ujar James, Rabu kemarin.

Di New York saya kembali tinggal di rumah James –pencipta lagu Lilin Lilin Kecil, September Ceria, dan banyak lagi itu.

Rumahnya sedikit berubah: lebih berantakan. “Kamar saya” tahun lalu sudah penuh alat musik dan peralatan studio yang belum dipasang.

Di ruang tamu sudah ada dua mikrofon yang dipasang di ujung-ujung meja –mirip tempat podcast. Masih baru. Mic-nya masih dibungkus plastik.

Saat saya datang, Lia, istrinya, masih di kantor. Dia punya kantor sendiri: kantor pengacara imigrasi di New York. Sibuk sekali. Apalagi Lia juga memerankan diri sebagai manajer andal untuk seorang pasien kanker: suaminyi.

Anda sudah tahu Lia lewat instagramnyi: Happy Wife, Happy Life. Dia posting kebersamaannyi dengan James tiap hari. Berarti Anda sudah mengikuti perkembangan James: sejak rambut panjang, lalu gundul akibat kemo, dan kini sudah panjang lagi –dibiarkan seperti aslinya: memutih.

Banyaknya peralatan studio itu sendiri sudah bisa bercerita: James sudah mulai aktif. Juga sudah punya harapan yang kian besar tentang kesembuhan sakitnya.

“James, Anda harus segera sembuh. Pulang ke Jakarta. Bantu damaikan mereka,” ujar saya.

Rasanya tidak akan sesulit mendamaikan Megawati dengan SBY, Megawati dengan Jokowi, atau Jokowi dengan Roy Suryo.

Ahmad Dhani dan Once adalah sahabat lama. Sama-sama artis hebat. Dulunya juga sama-sama pendukung Jokowi.

Lalu mereka di persimpangan jalan. Sejak dikriminalisasi dulu, Ahmad Dhani menjadi anti Jokowi. Once masih Jokower. Tidak masalah. Tapi ketika grup band Dewa harus reuni besar, keduanya bikin acara. Presiden hadir. Itulah awalnya.

Kini mestinya tidak ada lagi masalah. Ahmad Dhani sudah menjadi anggota DPR. Once juga sudah menjadi anggota DPR. Memang beda partai: Gerindra dan PDI-Perjuangan. Tapi sudah sama-sama tidak di belakang Jokowi.

Maka pertengkaran saat ini tidak sulit diselesaikan. Mestinya. Bahkan harus berada di satu misi: berjuang bersama untuk hak cipta lagu di Indonesia. Baik bagi penciptanya maupun penyanyinya.

James paling punya pengalaman di bidang hak cipta lagu. Jaringan internasionalnya juga kuat. Hanya ia masih sakit. Masih harus konsentrasi di tahap-tahap akhir penyembuhannya.

Sambil sakit James juga masih terus mencipta lagu. Di tempat tidurnya selalu ada laptop terbuka. Itulah kesibukannya di sela-sela masak dan nonton sepak bola –lewat TV besar di dekat tempat tidurnya.

Untuk masak, kulkas besarnya penuh dangan bahan masakan dari Indonesia. Juga berbagai ayam goreng beku dari berbagai restoran langganannya di Jakarta: ayam goreng sederhana, Pemuda.

Siang itu layar TV-nya pas ada tayangan rekaman final Piala FA: Manchester City kalah. Crystal Palace, tumben, juara. Saya nimbrung ikut nonton.

“Crystal Palace pernah ke Jakarta lho,” celetuk James.

Ia memang pemain bola. Gelandang. Pemain pujaannya: Jacob Sihasale. Klubnya: Merdeka –di zaman Belanda bernama Maluku Boys Football Association, MBFA.

James lengkap: arsitek ITB, pencipta lagu, pemain bola. Di ruang tamunya kini bergantung banyak kaus tim sepak bola: Persib, Persabaya, Real Madrid, Barcelona. Dengan nama James F. Sundah di punggungnya.

Untuk mengenang almarhumah Titiek Puspa saya minta diputarkan lagu When You Came to My Life. Juga minta diputarkan potongan video saat grup band dunia Scorpions tampil di Jogjakarta. Saat itu Scorpions menyebut nama James dan Titiek Puspa sabagai sahabat Indonesianya.

Ternyata itu ada riwayatnya: LiveAid di Bali. Tahun 1990-an. Pemusik dari seluruh dunia kumpul di Bali. Tahun sebelumnya acara yang sama diadakan di Eropa.

Dari Indonesia hadir 15 orang pencipta lagu. James sudah mengenal banyak mereka yang dari Eropa-Amerika. James mengajak Mbak Titiek ke Bali.

James merasa berhutang budi pada Mbak Titiek. Yakni di saat James dianggap sebagai artis yang di luar pemerintah –tidak mau masuk Papiko — Mbak Titiek tidak ikut menjauhi James.

Bahkan lagu Lilin Lilin Kecilnya akan dimasukkan dalam acara Operet Akhir Tahun Titiek Puspa di TVRI. Yakni acara tutup tahun yang selalu ditunggu-tunggu zaman itu.

James hadir di TVRI, tapi yang akan menyanyikan Lilin Lilin Kecil adalah penyanyinya sendiri: Chrisye. Sampai jam tayang hampir tiba, Chrisye belum datang. Mbak Titiek minta James sendiri yang tampil menyanyikannya.

Berkat Mbak Titiek itu lagu Lilin Lilin Kecil pun menasional. Sebelumnya lagu itu memang sudah populer tapi baru di lingkungan pendengar radio. Terutama lewat radio Prambors.

Mbak Titiek menganggap James tidak masalah. “Suara saya kebetulan memang mirip dengan suara Chrisye,” ujar James.

Di Bali pencipta lagu dari seluruh dunia dibagi dalam berbagai kelompok. Campuran. Antar negara. Tiap kelompok harus menciptakan lagu.

Hasil yang menjadi bagian perusahaan rekaman disumbangkan sebagai dana sosial. Pemicu acara LiveAid adalah kelaparan parah di Ethiopia.

James dapat pasangan di satu kelompok dengan Scorpions. James mengajak Mbak Titiek di kelompok itu: empat orang. Dua dari Scorpions, dua dari Indonesia: James dan Mbak Titiek.

James lantas mengajak anggota kelompoknya melakukan penciptaan lagu di kamar hotelnya. Ia sudah menyiapkan peralatan musik dan perekam. Tidak ada guitar. Itulah yang menyebabkan Scorpions awalnya keberatan.

Tapi James sudah menset keyboard-nya bisa melahirkan suara guitar. Awalnya Scorpions tetap keberatan dengan itu. Lalu James membunyikan keyboardnya untuk pembukaan sebuah lagu Scorpions. Kaget. Cukup bagus.

Bersetujulah mereka: untuk guitar menggunakan keyboard. Maka persoalan besar selesai.

“Dalam kerja sama seperti ini soal alat saja bisa membuat deadlock. Sudah ada guitar pun masih akan berdebat guitar siapa, merek apa dan seterusnya,” kenang James.

Maka empat orang itu menciptakan lagu dengan cepat: When You came to My Live. Kelompok lain masih berdebat.

Setelah selesai, yang dari Scorpions menjelaskan: jangan ada anggapan lagu itu akan diluncurkan sebagai lagu Scorpions. James dan Mbak Titiek memahami siapa mereka –dibanding nama besar Scorpions yang dari Hannover, Jerman.

Ternyata, seminggu kemudian, di faksimile kantor James di Jakarta muncul satu lembar faks. Pengirimnya: Scorpions.

Mesin faks itu –belum ada email dan modem saat itu– berada di tengah antara ruang kerja James sebagai arsitek dan studio James sebagai pencipta lagu.

Staf dari kantor arsitek membaca fac tersebut. “Ini soal musik,” ujarnya sambil menyerahkannya ke James.

Dibacalah faks itu: Sporpions ingin memasukkan When You Came to My Life ke dalam album Scorpions. Album terbaru: Pure Instinct.

Padahal album Pure Instinct itu sudah jadi. Berisi 12 lagu. Tinggal cari momentum untuk diluncurkan. Dengan keinginan memasukkan WYCTML berarti harus ada lagunya sendiri yang dicopot dari album.

Itulah yang terjadi. Dua lagu digugurkan. Satu lagu made in Bali dimasukkan. Kebetulan lagu dari Bali itu agak panjang. Bisa menggantikan dua lagu yang lebih pendek.

Nama James dan Titiek Puspa pun ikut mendunia. Lagu itu populer di banyak negara: kecuali Indonesia. WYCTML tidak boleh diproduksi di Indonesia. Anda sudah bisa menduga kenapa.

Beberapa waktu kemudian Scorpions berkabar lagi. WYCTML akan diterbitkan sebagai lagu single di luar Scorpions. Dibuatkan video klip sendiri.

New Version. Pengambilan gambarnya dilakukan di Lebanon. Yakni di depan tembok-tembok luka akibat jadi sasaran bom, arteleri dan senjata mesin.

Ada perubahan sedikit di lagu single itu: suara guitar awalnya tetap keyboard, tapi di tengahnya diganti guitar sungguhan. Lagu itu juga disusun kembali oleh komposer kelas dunia. Namanya Anda sudah tahu: David Foster.

Maka di New York ini kami mengenang Mbak Titiek lewat cerita itu. Waktu beliau meninggal saya memang sudah tidak di Indonesia. James mengirim karangan bunga. Saya mengirim doa.

Dua-duanya sudah diterima Tuhan Yang Maha Esa. Tinggal doa untuk Dhani dan Once yang harus dipanjatkan pakai tangga baru agar lebih cepat sampai ke alamatnya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
Next Post
KE TANAH SUCI - Rombongan JCH musim haji 1446 Hijriah asal Kota Gorontalo saat menaiki pesawat carter dari Embarkasi Haji Antara Bandara Djalaludin Gorontalo, menuju EHP Ujungpandang untuk kemudian diberangkatkan ke Jeddah, Saudi Arabia, pekan lalu. (foto : dok / istimewa)

Embarkasi Haji Gorontalo, Ketum PBNU : Saya Yes

Discussion about this post

Rekomendasi

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Lodrik Dantene Kepala Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato. Saat di wawancarai

Ekonomi Masyarakat Desa Londoun Meningkat, Tenaga Kerja Banyak Diserap PT BJA

Wednesday, 21 February 2024

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.