logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Persepsi

Agama “Pejabat” Publik  

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 17 March 2025
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin

 

DI negeri ini, agama adalah “sesuatu” yang bisa terbawa ke mana-mana. Ia selalu hadir membersamai kita kemanapun kita berada dan setiap orang sudah terbiasa “saling menduga” dan/atau “membangun praduga” tentang agama orang lain.

Di berbagai kesempatan, kita juga dengan mudah menyaksikan bagaimana pejabat publik membawa-bawa agama ke ranah publik dan bahkan memublikasikan kabar-kabar ke-agama-an kepada khalayak. Tak jarang, kita pun cenderung memberikan penilaian lebih tentang “pejabat yang agamais”.

Related Post

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Politik Rangkul Ulama

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Di kala lain, pejabat publik pun makin sering diarahkan sedemikian rupa untuk “membela” (kepentingan) agama, karena disangka bahwa agama adalah peneguh fundamental bagi sebuah identitas dan bagi kemajuan (moral) sebuah bangsa.

Agama bagi para pejabat publik tergolong unik. Agama hadir dalam Sumpah Jabatan-nya. Di bawah (naungan) Kitab Suci, seorang pejabat dilantik dan disumpah. Nama Tuhan disebut berulang. Janji di hadapan Tuhan disuarakan terbuka. Disaksikan banyak orang. Termasuk suami atau istri, keluarga, teman-teman sejawat, atasan dan bawahan. Ucapan selamat bersambung-sambung.

Terbayanglah sesuatu yang campur-baur: pakaian dinas yang neces, kopiah, dan lambang-lambang, kewenangan yang bisa lurus atau belok-belok. Pun wajah-wajah “anak buah” di bawah kewenangannya yang sudah siap dengan kata-kata “siap, Pak!”.

Teori “yes-men!” laku di ruang-ruang kantor dinas kita. Begitu pula dengan kaidah “Asal Bapak Senang” (ABS), tradisi (bahasa) keseharian berupa “arahan”, “kebijakan”, “petunjuk”, “atur saja; “semua bisa diatur”, plus rapat ke rapat, plus Perjadis, plus acara ke acara, dan timbunan ungkapan dan istilah teknis administrasi negara dan keuangan, dst.

Sejauh mana agama memberi dampak kepada kesetiaan Pejabat kepada tanggung jawab publiknya?. Sejauh mana agama berfungsi meletakkan etos pengabdiannya kepada perbaikan nasib orang banyak?.

Di banyak situasi, yang terjadi justru keterasingan dan jarak-jarak baru antara Pejabat dan orang-orang biasa. Antara “amanah” sebagai Aparat Sipil Negara dan “ambisi” pribadi, gaya hidup, dan klik kelompok yang diselubungkan sedemikian rupa di sela-sela kewenangan resmi, penggunaan fasilitas negara, jejaring teman dan keluarga, afiliasi organisasi, dst.

Di wajah-wajah banyak Pejabat publik kita seringkali tak menampakkan keramahan, ketulusan layanan, pantulan kecerdasan berbahasa dan pengayoman yang berbasis keteladanan.

Pada kesempatan sebelumnya, sudah kami tuliskan tentang gejala “beragama yang serius” (Amin, 2020). Ditandaskan bahwa jika setiap orang “memeluk agama”nya dengan sungguh-sungguh, maka di dalamnya mengandung tugas menjaga (rasa) ketidakterpisahan dengan Kehidupan yang luas dan saling tergantung; sebuah penegasan berulang-ulang –-melalui ibadah dan sikap hidup– agar tidak terpisah dengan agama dan sekaligus berkomitmen tinggi menjaga kebutuhan dan kerinduan atau kehangatan dalam “pelukan” agama.

Dalam konteks ini, agama mengandung “daya kritik” bagi pemeluknya (Ackermann, 1985 [1997]). Keluhuran agama hadir-terkawal oleh rasionalitas dan moralitas yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

Di baliknya terkandung panggilan untuk mencari, mendekati, dan ‘menemukan’ (percikan) Cahaya-NYA di alam kesadaran kita yang damai, berpengharapan tinggi dan berkehendak kuat mewujudkan kesalehan yang membumi, yang manusiawi dan yang menyegarkan Ayat-Nya di semua sektor kehidupan kita.

Bahkan melalui Agama, “bahasa leluhur” dan bentuk-bentuk penghormatan kepada pencapaian hidup beragam (jenis) manusia akan terus tersirami, tumbuh, dan berbuah.

Dalam faktanya, banyak orang yang lepas dari “pelukan” atau bahkan tidak “memeluk” agama dengan serius. Selain sebagai sebuah ikatan dan pilihan sadar, tentu saja keberagamaan setiap orang dan bangsa-bangsa merupakan bagian dari sejarah yang tidak sederhana.

Terlebih ketika agama dijadikan sebagai identitas yang mengokohkan perbedaan, bahkan permusuhan karena nafsu menjadi pemenang atau penguasa atas kehidupan sekelompok orang atau bangsa. Mungkin karena inilah barangkali mengapa jargon “moderasi beragama” menjadi tergerakkan luas belakangan ini.

Secara inheren, agama pada hakikatnya adalah wujud (sebuah) “moderasi” karena memang dengan itulah kita disebut sebagai Manusia beragama: sosok individu yang membangun sosialitas tertentu melalui begitu banyak moderasi, mediasi, materialisasi, dan negosiasi.

Akhirnya, bagi pejabat yang sumpah dinasnya beralaskan Agama, sudilah mereka untuk tidak mengerdilkan keluhuran Agama. Jangan sampai Agama hanya dijadikan sebagai “barang bawaan” dan “tempelan kata” tapi mengalami pengeringan makna setiap harinya karena ditindih oleh asesori duniawi yang wah, plus ritus-ritus kepejabatan yang selalu ramai di ruang publik.

Kini, dalam faktanya, yang sering terbukti adalah kemewahan fisikal dan keangkuhan jabatan begitu mudah terhempas di tangan penyidik Korupsi, benturan Kepentingan, dan Konflik organisasi.

Kemewahan fasilitas negara, mobilitas kedinasan dan kilatan lambang-lambang begitu mudah terhina di hadapan catatan sejarah yang jujur dan kesaksian-kesaksian otentik dari orang-orang biasa. ***

 

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu
E-mail: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminHarian Persepsipersepsispektrum sosialtulisan basri amintulisan persepsi

Related Posts

Yusran Lapananda

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Thursday, 5 March 2026
Muhammad Makmun Rasyid

Politik Rangkul Ulama

Tuesday, 3 March 2026
Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Tuesday, 3 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Husin Ali

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026
Next Post
Management dan Staf Aston Gorontalo Hotel & Villas saat Berbagi Takjil (F. Istimewa)

Ramadan, Aston Gorontalo Bagi Takjil ke Pengguna Jalan

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.