logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Mendorong munculnya New Source Engine of Growth Provinsi Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 4 March 2025
in Persepsi
0
Rif'at Agung Adnanto

Rif'at Agung Adnanto

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Rif’at Agung Adnanto

 

Struktur perekonomian Provinsi Gorontalo berdasarkan lapangan usaha sampai dengan tahun 2024 masih didukung oleh tiga sector utama, yaitu sector pertanian, sector perdagangan, dan sector konstruksi, masing-masing dengan pangsa 37,2% (pertanian), 14,2% (perdagangan) dan 11,7% (konstruksi).  Namun jika kita mencermati data PDRB dari BPS terlihat bahwa sector Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) di Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source engine of growth) di Provinsi Gorontalo.

Meski pun saat ini masih memiliki pangsa yang sangat terbatas(2,3%  ari total PDRB), namun data historis menunjukkan bahwa sector ini mengalami kenaikan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir, dengan pertumbuhan pada tahun 2024 mencapai 6,4% (yoy).

Related Post

Batas-Batas Pengobatan

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Perbaikan sector Akmamin ini sejalan dengan peningkatan data jumlah wisatawan nusantara (wisnus) dari BPS yang tumbuh tinggi pada 2024, mencapai 3,4 juta orang atau meningkat 80,4% (yoy) jika dibandingkan jumlah wisnus tahun 2023. Jumlah wisnus ke Provinsi Gorontalo pasca pandemic bahkan sudah jauh melebihi wisnus pada masa sebelum Covid, yaitu di 2019 yang tercatat sebesar 1,5 juta orang.

Kondisi ini tentunya menjadi kabar yang sangat menggembirakan dan merupakan hasil dari kerja keras semua pihak khususnya Pemerintah Provinsi dan juga Kabupaten/Kota di Gorontalo. Pemerintah provinsi dipandang cukup berhasil dalam meningkatkan Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas (3A) sehingga dapat mendorong pariwisata Gorontalo, yang dilengkapi dengan kebijakan Promosi dan peningkatan kuantitas dan kualitas Pelaku Parwisata (2P).

Berdasarkan berbagai literatur (antara lain Liu, Anyu  et. al,  2022 dan Mason, P., 2020), kegiatan pariwisata dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung kegiatan pariwisata tentu akan berdampak pada realisasi belanja atau pengeluaran wisatawan untuk kebutuhan akomodasi, restoran, transportasi, event organizer, oleh-oleh dan souvenir,serta jasa terkait pariwisata lainnya.

Selanjutnya, kegiatan pariwisata juga akan memberikan induced atau dampak lanjutan terhadap input atau pasokan untuk kegiatan akomodasi, restoran, oleh-oleh dan souvenir. Kebutuhan input atau pasokan tersebut juga dapat mendorong permintaan pada produk lokal, baik dari hasil pertanian maupun produk olahan dari industri lokal, khususnya UMKM sehingga dapat mendorong terbukanya lapangan kerja lebih luas dan inklusif.

Mempertimbangkan multiplier effect terhadap perekonomian daerah dan tren peningkatan kegiatan pariwisata di Provinsi Gorontalo pasca pandemi, maka sudah saatnya kita berpaling kepada sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Provinsi Gorontalo. Merujuk pada Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Gorontalo, setidaknya ada 4 jenis pariwisata yang menjadi unggulan, yaitu wisata alam (termasuk bahari), wisata religi, wisata budaya dan wisata sejarah. S

ayangnya, penulis belum mendapatkan data terkait jenis wisata yang paling banyak menarik wisatawan, namun menurut pendapat pribadi penulis, wisata alam khususnya wisata bahari menjadi jenis wisata yang paling banyak dikunjungi di Provinsi Gorontalo. Saat ini terdapatempat strategi pengembangan pariwisata berbasis wisata bahari yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pariwisata Gorontalo ke depan.

Pertama adalah re-branding pariwisata Gorontalo sebagai langkah besar dalam strategi promosi. Pada 2019, burung Julang Sulawesi dinobatkan sebagai branding Pariwisata Gorontalo dengan tagline “Gorontalo: The Heart of Celebes”. Kini, setelah lima tahun berlalu, diperlukan re-branding yang lebih aktual dan memiliki nilai jual untuk pariwisata Gorontalo.

Salah satu branding yang potensial adalah HiuPaus (whale shark) sebagai ikon wisata bahari yang paling diminati di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan beberapa penelitian, branding menjadi alat yang efektif untuk menarik kunjungan wisatawan. Kajian dari Laksana & Said (2015) membuktikan bahwa city branding kota Solo, Jawa Tengah berhasil meningkatkan tingkat hunian hotel dengan rata-rata mencapai 50% jumlah okupansi.

Kedua adalah digitalisasi, baik dalam promosi, pemesanan dan juga pembayaran terkait pariwisata. Kementerian Pariwisata sudah memperkenalkan digital tourism sebagai salah satu strategi yang efektif dalam mempromosikan berbagai destinasi dan potensi pariwisata Indonesia melalui berbagai platform. Peran influencer dalam mempromosikan kegiatan pariwisata, baik terkait destinasi, akomodasi, kuliner maupun oleh-oleh menjadi sangat menentukan dalam era sosial media saat ini.

Hal yang tak kalah penting adalah tersedianya moda pembayaran nontunai, khususnya penggunaan QRIS yang membuat transaksi menjadi lebih cepat, mudah, aman dan handal. Pembayaran dengan QRIS juga mempermudah Pemerintah Daerah dalam menelusuri aliran pendapatan pelaku pariwisata untuk kebutuhan peningkatan pajak daerah.

Ketiga adalah peningkatan kualitas aksesibilitas, baik kualitas jalan menuju destinasi, area parkir, akses informasi yang jelas serta transparan, serta akses internet yang baik. Rebranding yang sudah dilakukan dan proses digitalisasi menjadi tidak berarti jika pada saat kunjungan wisatawan tidak mendapatkan kesan yang memuaskan terkait dengan aksesibilitas.

Keempat adalah peta jalan (road map) pariwisata berkualitas (quality tourism) untuk Provinsi Gorontalo. Dampak pariwisata massal (mass tourism) yang berorientasi pada banyaknya jumlah kunjungan telah memberikan dampak negative lingkungan dan social pada masyarakat local sebagaimana belakangan ini terjadi di Bali.

Oleh karena itu sudah saatnya Provinsi Gorontalo memiliki peta jalan menuju pariwisata berkualitas yang berorientasi pada pariwisata berkelanjutan dengan berpedoman pada Peraturan Menparekraf Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, serta Pedoman Konsep Ekonomi Biru, Hijau, dan Sirkular pada Sektor Pariwisata. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah butir 8, yaitu memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. (*)

Tags: Harian PersepsipersepsiRif'at Agung Adnantotulisan persepsiTulisan Rif'at Agung

Related Posts

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Next Post
Dena lokasi Pasar Senggol. (Foto: Koleksi FB Fadly Pola)

Pasar Senggol, Hari Kelima Ramadan Dipastikan Mulai Beroperasi

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.