logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Habib Bola

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 16 December 2024
in Disway
0
Dahlan Iskan saat datang ke pengajian yang dihelat mantan bintang Niac Mitra, Zein Alhadad--

Dahlan Iskan saat datang ke pengajian yang dihelat mantan bintang Niac Mitra, Zein Alhadad--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

PARA habib kumpul di rumah Zein Alhadad. Sabtu pagi kemarin. Di kawasan Ampel –kampung Arab Surabaya.

Yang membuat saya terpana adalah si tuan rumah: ia pidato dalam bahasa Arab. Tanpa teks.

Related Post

Agus Deyang

Jago Cimory

Jago Comory

Pet Byar

Saya tidak menyangka Zein Alhadad bisa berbahasa Arab. Yang saya kenal dengan baik adalah, ia penyerang yang haus gol di klub yang di masa lalu sering jadi juara di Indonesia: Niac Mitra.

Waktu Persebaya bertanding melawan Persija dua pekan lalu, Alhadad nonton. Bersamanya banyak bintang sepak bola sezamannya: mesin gol Syamsul Arifin dan Ferril Raymond Hattu.

Alhadad, biasa dipanggil Mamak, ternyata anak seorang ulama besar di Ampel. Kakek-kakeknya pun ulama besar. Zein Alhadad adalah keturunan ke-14 pendiri klan Alhadad di Hadramaut –kini disebut Yaman. Ia generasi keempat yang lahir di Indonesia.

Mamak menyambut kedatangan saya di lokasi acara itu. Sepanjang gang-gang kecil sudah penuh dengan orang bersila: pakai sarung, baju putih dan kopiah putih. Banyak di antara mereka bersorban putih. Hanya saya yang pakai kopiah hitam.

Rumah yang dipakai acara adalah rumah kuno. Besar. Pilar-pilar model Romawi terlihat gagah di terasnya. Bagian depannya terdapat tiga pintu besar. Pintu tinggi. Setiap pintu berdaun-pintu empat. Dua membuka ke depan, dua lagi membuka ke dalam.

Ternyata itu rumah Zein Alhadad. Itu rumah peninggalan ayahnya. Atau kakeknya. “Ketika saya lahir rumah ini sudah ada,” katanya.

Mamak tinggal di situ sebagai konsekuensi terlahir anak laki-laki tertua. Ia memang punya kakak, tapi perempuan. Ia harus mewarisi rumah leluhur yang besar itu.

Mamak juga harus mewarisi ”harta” lainnya: keulamaan leluhurnya. Rupanya itulah yang membuat Mamak tidak lagi bergiat di sepak bola. Tidak lagi jadi pelatih –padahal itulah keinginannya setelah pensiun sebagai pemain bintang.

Dan itu pula rupanya yang membuat Mamak akhirnya harus bisa pidato dalam bahasa Arab. Padahal ia hanya lulusan SMA di Ampel: SMA Alkhairiyah.

Setelah itu ia tidak ke mana-mana: fokus sebagai pemain sepak bola. Mulai dari Niac Mitra junior sampai menjadi pemain utama di level senior.

Begitu ayahnya meninggal –dan Mamak harus mewarisi semua peninggalan sang ayah– ia mendalami agama lebih keras.

“Dalam hal kealiman, mana yang lebih alim: Anda atau adik Anda itu,” tanya saya sambil menunjuk adiknya yang lagi memimpin bacaan Surah Yassin di rangkaian tahlil itu.

“Sekarang ia masih lebih alim. Tapi tidak lama lagi bisa saya selip,” jawabnya.

Rupanya Mamak benar-benar ingin fokus bertransformasi dari bintang lapangan sepak bola ke panggung agama.

Tidak. Rupanya tidak harus begitu. Mamak tidak akan bisa sepenuhnya meninggalkan sepak bola.

Di acara itu misalnya, ia sudah pakai kopiah putih, sorban hijau dan baju gamis panjang, tapi rambutnya masih ia biarkan keriting memanjang sampai dekat bahu. Dan baju Arab-nya masih dibungkus dengan jas hitam. Itu bukan jas biasa. Di lengannya tertempel lambang PSSI. Pun di bagian dadanya.

Mamak Alhadad memang legenda sepak bola. Saat menjadi pemain Niac Mitra, tim itu juara Galatama. Sampai tiga kali atau empat kali. Masih ditambah juara berbagai turnamen. Ia satu angkatan dengan pemain impor David Lee dan Fandi Ahmad. Juga dengan pemain lokal seperti Hanafing, Rudy Keltjes, dan Djoko Malis.

Yang membuat publik bola sangat simpati padanya adalah: ia tipe pemain yang setia. Sepanjang karirnya Mamak hanya bermain untuk satu klub: Niac Mitra.

Ketika bintang lain pindah ke klub lain Mamak tetap di Niac Mitra. Ketika ia dirayu dengan bayaran lebih tinggi pun tekadnya tetap di Niac Mitra.

Acara haul kemarin itu sendiri adalah bagian dari ”warisan” yang harus diterima Mamak. Setelah ayahandanya meninggal, Mamaklah yang setiap tahun harus melaksanakan haul itu.

Acara itu sudah jadi agenda tahunan. Tanpa ada undangan pun orang berdatangan. Pun kerabat dan santri dari Tarim di Hadramaut sana. “Tahun ini yang datang dari Tarim tujuh orang,” ujar Mamak.

“Sudah berapa kali Anda ke Tarim?”

“Sudah dua kali.”

Sabtu kemarin ternyata saya tidak hanya menghadiri haul ke 70 Habib Husein bin Muhammad bin Thohir Alhadad. Hari itu saya juga melihat proses transformasi dari seorang bintang jasmani ke panggung rohani. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Randy Sunda

Randy Sunda

Friday, 29 May 2026
Gu Lebang

Gu Lebang

Thursday, 28 May 2026
Next Post
Dampak banjir bandang yang terjadi di Pohuwato, tepatnya di Kecamatan Paguat dan Dengilo, membuat sejumlah rumah terendam dan tertimbun sedimentasi.

1.518 KK Terdampak Banjir Bandang di Pohuwato, Rumah dan Sekolah Tertimbun Sedimentasi, Bupati Segera Kerahkan Alat Berat

Rekomendasi

Pembukaan SPMB tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Rabu (3/6/2026). (Foto: Prokopim)

SPMB Kota Gorontalo Dimulai, Adhan Tekankan Hapus Stigma Sekolah Favorit

Thursday, 4 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo terkait NTP Gorontalo yang dipublikasikan pada 2 Juni 2026. (foto: tangkapan layar)

NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

Thursday, 4 June 2026
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menerima audiensi Wakil Ketua LPSK.

Kapolda Gorontalo Dukung Perlindungan Saksi-Korban

Thursday, 4 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • SPMB Kota Gorontalo Dimulai, Adhan Tekankan Hapus Stigma Sekolah Favorit

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.