logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Nostalgia (Aksi) Lingkungan (Kambungu Beresi)

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 9 December 2024
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin

 

HARI itu, Ahad, 24 April 2016. Di desa Biyonga, Limboto. Mereka berhasil mencapai putaran ke-12 gerakan “Kambungu Beresi” (KB).Tampaknya KB ini makin terterima di masyarakat. Keterlibatan kalangan perempuan pun membesar.

Sebagai gerakan dari bawah, meski inisiatornya dari kalangan aktivis, warna kebersamaan cukup terasa. Oleh “panglima” Kambungu Beresi, Dahlan Usman, sebagaimana disebut-sebut oleh teman-teman inisiator, gerakan ini disemangati oleh visi budaya. Sejumlah nilai luhur (Gorontalo) hendak dikukuhkan (kembali) melalui gerakan ini.

Related Post

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Gorontalo kita memang banyak berbenah. Terpaan angin perubahan di abad ini memaksa kita untuk melihat kedalam, terutama menyangkut daya tahan dan daya adaptasi kita. Tidaklah mungkin semua kondisi kemasyarakatan dan pembangunan kita menjadi pekerjaan pemerintah. Partisipasi masyarakat adalah kekuatan utama. Apalagi karena basis tradisi kita, terutama di Gorontalo, telah menyediakan banyak piranti untuk melihat perubahan dan untuk menentukan langkah yang bertujuan.

Saya menangkap kesan yang kuat bahwa partisipan “Kambungu Beresi“ telah melakukan penghayatan tradisi kegorontaloan yang mendalam dan memastikan titik-titik krusial yang patut “dibereskan” dalam jangka panjang. Taufik Abdullah (1982) menegaskan bahwa “perenungan terhadap tradisi bukan hanya menghasilkan agenda tindakan, tetapi juga kontrol sampai di mana perubahan itu harus berjalan…”. Sebagai hasilnya, kita akan mendapati bahwa “nilai budaya selain memberi patokan dasar yang bisa dimengerti secara rasional, ia juga merupakan ukuran dalam menghadapi dan menjalankan perubahan…”

Sudah tentu, tentang bagaimana luasan, cakupan dan keberlanjutan perubahan yang akan dihasilkan oleh Dahlan Usman, dkk telah meninggalkan kesan baik. Di hari itu, saya menyimak sebuah pantulan dari harapan dan kebutuhan besar kita bersama. Kata-kata Pak Dahlan Usman sangat sugestif, bahwa gerakan tersebut akan berlangsung hingga “titik darah penghabisan…”. Dengan pernyataan itu, tekad jangka panjang ditegaskan dan didorongsebagai signal yang sangat optimis. Bahwa partisipasi yang berjiwa merupakan kekuatan perbaikan; terlebih jika digerakkan oleh mereka yang “sadar dan awas”.

Kesediaan untuk “cair” bersama orang-orang kebanyakan dengan visi dan konsistensi tinggi adalah modal dasar bagi setiap perbaikan. Meski hanya sekali saya mengikuti “Kambungu Beresi”, saya adalah termasuk orang yang optimis terhadap setiap inisiatif di masyarakat, apa pun itu bentuknya. Saya yakin, semua inisiator sangat sadar bagaimana plus-minus mendorong perbaikan di sektor lingkungan, penyadaran masyarakat dan hubungan-hubungan (demokratis) yang mengitari masyarakat sipil dan posisi/peran pemerintah atau elite daerah. Yang terang, tak satu pun entitas lokal yang bisa kita katakan mampu “bekerja sendiri”. Itulah sebabnya tentara hadir, aktivis mahasiswa, pemuda, pemerintah setempat, kelompok perempuan, pecinta warung kopi, tokoh-tokoh masyarakat, PAM dan BP-DAS, dst. Ada kebersamaan yang “melintasi” rutinitas keseharian.

Cukup unik karena ternyata di ujung acara mingguan tersebut dilangsungkan pula sebuah percakapan bersama yang terbuka (dialog). Ada narasumber yang Tupoksi-nya memang relevan dengan “kampung” yang sedang disapa dan di-support penyadarannya. Ini patut diapresiasi karena keterbukaan yang otentik dan otonom akan mendorong kepekaan yang memihak. Kita sudah terlalu lama, sadar atau tidak, menjadi bagian dari basa-basi kolektif yang lebih sering menutup-nutupi kenyataan yang sebenarnya.

Percakapan dengan masyarakat makin membutuhkan kepekaan dan empati. Di masyarakat agraris, ketergantungan kepada sumberdaya alam adalah perkara fundamental. Resiko gagal panen, kekeringan dan persediaan air bersih demikian menghantui mereka. Demikian juga dengan pemasaran hasil-hasil kebun dan pertaniannya.

Masalah ada “di bawah”, tapi solusi bisa ditemukan dari atas atau dimulai dari kiri dan kanan kita. Semuanya adalah titik-titik perbaikan yang butuh dipicu oleh segelintir orang yang memiliki tekad dan tanggung jawab. Orang-orang seperti itu terpanggil untuk mengambil peran dengan kesadaran untuk “datang kepada rakyat, belajar dari mereka, memulai dari apa-apa yang mereka tahu dan membangun dari apa yang mereka punyai…” (Lao Tse).

Keterpanggilan adalah dasar yang kokoh. Tanpa itu, yang akan terjadi adalah pelampiasan diri atau sejenis “pelarian” dari rasa pengap karena sempitnya ruang partisipasi dan menggebu-gebunya menikmati rasa puas sesaat karena posisi (kuasa) dan persuasi (organisasi) di ruang-ruang publik.

Di Biyonga, air mengalir deras di selokan-selokan. Meski masih terlihat hijau, kampung ini tetaplah menggerakkan kita untuk menanam banyak pohon. Dengan itulah akan ada jaminan bahwa debit air kita akan terus tersedia cukup, bermutu dan termanfaatkan. Masyarakat sangat tahu tentang perkara ini, sehingga yang kita butuhkan hanyalah penyegaran, sehingga perubahan tidaklah harus dipacu dari “luar”, melainkan mengakar dari “dalam” masyarakat itu sendiri.

Pada skala yang lebih menjanjikan, prinsip bahwa “setiap orang adalah penting dalam perubahan” hendaknya jadi pegangan. Dengan itulah maka jejaring kerja karena persamaan tingkat perhatian, ketulusan, dan kepedulian terbentuk di semua wilayah dan tingkatan.

Meski air bisa kita “beli” di banyak tempat, kita tak bisa dengan mudah menikmati semua sisi-sisi penciptaannya dengan kejernihan pikiran dan aliran kesadaran yang memadai. Hampir semua makhluk di bumi tergantung kepada keberadaan air. Tubuh manusia dikuasai oleh air. Demikian juga ketergantungan kita kepada oksigen, energi matahari, panas bumi, angin, api dan tanah. Dengan semua benda-benda alam lainnya, tak terhitung pula kebutuhan dan ketergantungan kita padanya. Semua ini memperjelas bahwa manusia adalah bagian dari alam. Meski semesta ini terkesan hendak dikuasi oleh manusia, alam tak akan pernah bisa ditundukkan sepenuhnya oleh manusia.

Nikmat yang tak terkira ketika kita merasakan jernihnya air di tempatnya yang sejati (baca: alam). Menyentuhnya dengan rasa hormat dan rindu, disertai syukur kepada Maha Pencipta, adalah sikap yang meneduhkan jiwa. Menyentuh air dan menikmati kesegarannya dengan penghayatan akan meluluhkan semua rasa congkak dan egoisme kita.

Di atas aliran/gelombang air dan di dalam arus air, semua hal adalah “setara”; tak satupun yang kuasa menolak kekuatannya. Itulah sebabnya, hampir semua teknologi tentang air adalah wujud “kompromi” (kemampuan) manusia ketika hendak memanfaatkan (kekuatan) air. Dan bukankah hampir semua “pengobatan” menggunakan air.

Alam pikiran dan alam tindakan, semuanya meletakkan dirinya dalam “alam Gorontalo yang terhampar” dalam sebuah landskap yang cekung, bergunung, berbukit, bersungai, berdanau, dan berlembah. Dalam kontur itulah, kita hendaknya mampu merenung dan membangun kepasitas tertentu “ di atas” alam, sebagai karunia-Nya yang dipenuhi banyak “tanda” dan “titah” di mana kita mengukur peran sebagai khalifah di bumi. Dengan modal inilah kita tak boleh ragu mempercakapkan perbaikan dan mengerjakan setiap perbaikan.***

Tags: basri aminHarian Persepsipersepsispektrum sosialtulisan basri amintulisan persepsi

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Next Post
Ilustrasi DBD (Istimewa)

DBD di Kabgor Capai 557 Kasus, Tujuh Orang Meninggal Dunia, Masyarakat Diminta Waspada

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Profesi-Profesi Hebat

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.