logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Mabuk Dhani

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 28 November 2024
in Disway
0
Dahlan Iskan bersama Dhani saat forum Sekolah CEO di Artotel, Surabaya, Minggu, 24 November 2024.--

Dahlan Iskan bersama Dhani saat forum Sekolah CEO di Artotel, Surabaya, Minggu, 24 November 2024.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SEPERTINYA tidak ada Pilkada di Disway. Di hari Pilkada Serentak hari ini pun yang dibahas bukan politik. Saya pilih bahas Dhani Hehe.

Kalau saja Dhani Hehe ikut pilkada rasanya saya akan nyoblos tokoh yang kita tampilkan hari ini.

Related Post

Tarim Bayi

Berpisah Istri

Imron Djatmika

FDI Purbaya

Namanya: Mokh. Alfin Ramadhani. Dipanggil Dhani. Namanya di medsos: Dhani Hehe. Ketika saya tanya kenapa nama belakangnya pakai “hehe”, Hehe menjawab: “dulu saya sering tertawa.”

Umur Dhani: 19 tahun. Baru saja memasuki 19 tahun. Ia hanya tamatan SMA di Pasuruan, Jatim, tapi telah mampu membuat saya sulit. Yakni sulit menjawab pertanyaannya.

Dua hari lalu, Minggu sore, saya diminta “mengajar” di satu forum yang disebut Sekolah CEO. Pemilik Sekolah CEO adalah seorang anak muda dari Yogyakarta: Satia Pradana

Rasanya sudah empat atau lima kali saya diminta berbicara di forum itu. Pesertanya para pengusaha, umumnya usia muda.

Setiap angkatan selalu saja ada beberapa usaha yang sangat unik. Di angkatan lalu misalnya, ada finalis Putri Indonesia dari Jateng, Disma Rastiti, yang usahanya sangat berkembang: rumah khitan. Sudah punya lima cabang di Jateng. Layanannya sangat modern.

Angkatan Minggu lalu ada Dhani Hehe. Ketika memperkenalkan bidang usahanya Dhani mengatakan: content creator. Saya pun sadar: content creator ternyata sudah jadi salah satu bidang bisnis.

Pertanyaan yang diajukan untuk saya adalah: “setelah ini saya harus berkembang ke mana?”

Saya tahu Dhani kini sudah punya modal. Yakni dari hasil usaha sebagai content creator. Apalagi follower-nya sudah mencapai tiga juta orang. Hasilnya sudah lebih Rp 200 juta sebulan.

Saya pun pilih untuk tidak sok memberi nasehat. Saya terlalu tua untuk memahami jalan pikiran seseorang yang menjadikan content creator sebagai bisnis.

Saya hanya balik bertanya padanya: ingat menabung kan?

Saya waswas menunggu jawaban Dhani. Ia anak muda. Banyak anak muda cepat menjadi hedon.

Ternyata Dhani ingat menabung. Saya pun menduga ia menabung di deposito. Ternyata uang Dhani ditaruh di –saya kaget– bitcoin. Saya lupa: deposito adalah gaya orang tua. Gaya anak muda adalah bitcoin.

Setelah kaget saya bertanya: “Bitcoin lagi naik kan? Berarti uang Anda sudah naik 10 kali lipat?”.

“Dua kali lipat,” jawabnya.

“Mengapa Anda tadi bertanya akan berkembang ke mana?”

“Saya yakin usaha sebagai content creator akan ada masa menurunnya,” jawabnya.

Hebat. Dhani tidak mabuk kenikmatan. Ia sudah memikirkan ketika kelak masa turun itu tiba: akan berbuat apa.

Dhani sudah tidak pernah berpikir untuk kuliah. Masuk universitas tidak pernah terbayangkan.

“Tapi Anda harus bisa bahasa Inggris,” kata saya.

“Saya sangat ingin belajar bahasa Inggris,” jawabnya.

Syukurlah, Dhani tetap ingat belajar.

Sejak kapan Dhani jadi content creator?

“Sejak tahun 2020. Saat kelas satu SMA di Pasuruan,” katanya.

Ketika masih di SMP, Dhani diberi HP bekas oleh Pakde-nya (kakak ayah). Dhani masih ingat merek HP-nya: Sony.

Sang Pakde kasihan Dhani tidak mungkin bisa beli HP. Ayah Dhani, Moch Khanan, hanya seorang penarik becak.

Dengan HP itu Dhani asyik main game. Ia menyebutkan nama-nama permainan yang ia dalami tapi saya sulit mengingatnya. Dari kegemarannya main game itulah Dhani mulai membuat content di TikTok.

Yang membuat nama Dhani melejit adalah ketika ia nge-prank seorang gamer terkemuka. “Langsung dapat follower satu juta,” katanya. Lalu naik terus sampai tiga juta.

Ketika penghasilan Dhani sudah besar yang ia pikirkan pertama adalah: membelikan rumah orang tuanya. Selama ini ayahnya tinggal di “rumah bersama” warisan orang tua.

Rumah itu yang dibeli Dhani. Saudara-saudara ayahnya dapat pengganti uang. Dhani sampai habis lebih Rp 200 juta untuk mengganti warisan itu.

Lalu Dhani sendiri beli rumah. Ayahnya tidak lagi menjadi tukang becak. Ia memberi modal sang ayah untuk jualan.

Kecerdasan dalam bermain game tidak membuat Dhani mabuk. Saya yakin tanpa nasehat saya pun ia akan tahu ke mana harus mencari sukses berikutnya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Tarim Bayi

Friday, 13 February 2026
--

Berpisah Istri

Wednesday, 11 February 2026
Ilustrasi dua mantan wartawan yang kini jadi guru besar, Prija Djatmika dan Imron Mawardi.--

Imron Djatmika

Tuesday, 10 February 2026
Ilustrasi Menkeu Purbaya soal pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia.--

FDI Purbaya

Monday, 9 February 2026
--

Guinness Patrick

Monday, 9 February 2026
--

Makan Susu

Friday, 6 February 2026
Next Post
DIMUSNAHKAN - Suasana pemusnahan surat suara yang rusak dan tidak terpakai yang dibakar oleh jajaran KPU Kabupaten Gorontalo dan disaksikan langsung oleh unsure forkopimda. (foto : istimewa)

KPU Kabgor Musnahkan 1.383 Surat Suara, Dibakar Surat Suara Rusak dan Tidak Terpakai

Rekomendasi

Adhan Dambea

RUPS Bank SulutGo, Penarikan Saham Pemkot Disetujui

Wednesday, 11 February 2026
Polres Gorontalo melalui Sat Intelkam bersama Polsek Kawasan Bandara Djalaluddin dan Polsek Tibawa menggelar mediasi terkait oerselisihan antara Taksi Online Vs Taksi Bandara di Gorontalo, Rabu (11/02/2026).

Rebutan Penumpang, Taksi Online Vs Taksi Bandara Berselisih

Friday, 13 February 2026
Respons Cepat Polsek Wonosari Tertibkan Penjualan Gas Subsidi 3 Kg di salah satu kios yang ada di Kecamatan Wonosari. Kabupaten Boalemo, Rabu (12/2/2026).

Elpiji 3 Kg Tembus Rp 65 Ribu, Buntut Kelangkaan Gas, Ditertibkan Polisi

Friday, 13 February 2026
Dir Reskrimsus Polda Gorontalo, Kombes Pol. Maruly Pardede, saat memberikan keterangan terkait peristiwa banjir yang melanda Kabupaten Pohuwato, Selasa (10/2). (F. Natharahman/ Gorontalo Post)

Tak Ada Pelanggaran Pidana, Penyelidikan Banjir Pohuwato Dihentikan

Thursday, 12 February 2026

Pos Populer

  • Adhan Dambea

    RUPS Bank SulutGo, Penarikan Saham Pemkot Disetujui

    508 shares
    Share 203 Tweet 127
  • Pelayanan SIM Keliling Polda Gorontalo Hadir di Telaga, PNBP SIM C Hanya Rp 75 Ribu

    197 shares
    Share 79 Tweet 49
  • Mahasiswa IAIN Gelar Aksi di Depan Kampus Empat UNG, Ternyata Ini yang Disuarakan

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Gorontalo Akhirnya Dapat ‘Kursi’ Bos BSG, Menantu Gusnar Jabat Komisaris

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Rebutan Penumpang, Taksi Online Vs Taksi Bandara Berselisih

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.