logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Nostra Aetate

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 23 October 2024
in Disway
0
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta masyarakat untuk tidak memperdebatkan soal imbauan tayangan adzan magrib diganti teks berjalan saat misa akbar di Gelora Bung Karno (GBK).-X/@m_nurfatoni-

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta masyarakat untuk tidak memperdebatkan soal imbauan tayangan adzan magrib diganti teks berjalan saat misa akbar di Gelora Bung Karno (GBK).-X/@m_nurfatoni-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

ADA seorang kiai yang mengikuti secara khusus acara kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia sekarang ini.

Dari detik ke detik. Lewat siaran langsung dari televisi Vatikan.

Related Post

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Ya Tidak

Siaran langsung itu dalam banyak bahasa. Kiai kita pilih siaran yang dalam bahasa Italia.

Ia seorang kiai sufi. Asli Betawi. Namanya: KH Dr Yusuf Daud. Ia alumnus SMAN 46 Jakarta. Lalu masuk Universitas Indonesia sampai bergelar doktor.

Kiai Yusuf memang punya hubungan batin dengan Sri Paus. Ia beberapa kali bertemu pemimpin Katolik tertinggi di dunia itu.

Kiai Yusuf adalah orang Asia pertama yang menerima beasiswa dari Vatikan. Tahun 2008.

Kuliahnya di tiga universitas di Roma: Gregoriana, Angelicum Saint Thomas, dan Pisai.

Mata kuliah yang didalami adalah tradisi agama-agama dunia dan budaya.

Waktu saya hubungi kemarin Kiai Yusuf lagi di Jakarta. Ia stand by di ibu kota menunggu kesempatan menghadiri salah satu acara Paus di Jakarta.

Sebelum Paus berangkat ke Asia, penerjemah Paus menghubunginya.

Ke Jakarta sekarang ini bagi Kiai Yusuf sekalian mengantarkan putrinya berangkat kuliah di Tiongkok: Najma Basheera Citra. Dia akan mengambil sastra Tiongkok di Guilin University of Electronic Technology di Guilin, Tiongkok Selatan.

Anak pertamanya sudah lulus dari universitas di Nanjing dan kini lanjut ke S-2 di Tiongkok.

Kiai Yusuf lulus S-1 UI jurusan sastra Arab. Lalu lulus S-2 UI di kajian hubungan internasional dengan spesialisasi Timur Tengah dan Islam.

Ia masih ambil S-2 lagi untuk Islamic College of Advance Studies jurusan Filsafat Tasawuf. Di bidang itu pula doktornya.

Ilmu agamanya sendiri didapat sejak masih anak-anak. Sejak SD ia sudah bisa baca kitab klasik pesantren. Kitab gundul. Gurunya adalah seorang kiai spiritual karismatis di sekitar Jakarta, KH Zahdam, Cikarang.

Ia masih lanjut nyantri ke beberapa kiai terkemuka di antaranya KH Idham Kholid. Juga belajar ulumul Quran dari Sheik Syarif Hidayat Muhammad Tasdiq. Lalu belajar tasawuf dan filsafat Islam ke Prof Hemati dari Iran dan dari Prof Seyyed Hossein Nasr.

Yang terakhir itu Anda sudah tahu: seorang filsuf sekaligus seorang sufi dari George Washington University, Amerika Serikat. Ia masih keturunan seorang alim dari era Dinasti Safavid, Mulla Seyyed Muhammad Taqi.

Lembaga Vatikan yang memberinya beasiswa itu adalah Nostra Aetate Pontifical Council of Interfaith Dialogue.

Nama ”Nostra Aetate” diambil dari kata pertama dalam Konsili Vatikan II tahun 1962 yang disahkan tahun 1965.

Saat itulah Gereja Katolik menyatakan bahwa ”Keselamatan” juga bisa datang dari agama lain selain Katolik. Ini revolusi besar di gereja Katolik: mengakui kebenaran tidak hanya ada di agama Katolik.

”Nostra Aetate” artinya ”Zaman Kita”. Keputusan itu diambil dalam sidang besar para Uskup sedunia lewat pemungutan suara dengan hasil 2.221 lawan 88.

Rasanya baru Katolik yang mau mengakui bahwa kebenaran juga ada di agama lain.

Bulan depan, 28 Oktober, keputusan besar itu berumur 59 tahun. Di peringatan ke-60 tahun depan, Kiai Yusuf diundang ke Vatikan. Ia sudah mendapat undangannya.

Sejak Kiai Yusuf tersebut kini sudah ada tujuh orang Islam Indonesia yang menerima beasiswa Nostra Aetate.

Mereka adalah Aan Rukmana (dosen universitas Paramadina); Gayatri Muthahari, aktivis Lintas Iman ICRP, Jakarta; Dewi Praswida Semarang (aktivis Gusdurian), Deni Iskandar asal Pandeglang, yang juga salah satu murid Abuya KH Ahmad Muhtadi.

Saya juga kenal beberapa orang Indonesia yang sering diterima Uskup di Vatikan. Mereka adalah pengusaha Katolik. Uskup Fransiskus pasti tidak asing ketika minggu ini berada di Indonesia.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
Next Post
KONFRES. Suasana konfrensi pers di kediaman Rustam Akili di Kelurahan Dutulana Kecamatan Limboto.

Rustam Legowo, Tapi Pengganti Sebaiknya Tetap Kader NasDem

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Pendidikan, Dana BOP Bulan Ini Dicairkan

Pendidikan, Dana BOP Bulan Ini Dicairkan

Wednesday, 23 February 2022
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika menyerahkan hadiah kepada juara lomba religi yang digelar Citimall Gorontalo, Ahad (9/3/2025). (Foto: Kominfo)

Adhan: Perusahaan Swasta Diimbau Bikin Kegiatan Religi

Monday, 10 March 2025
Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Friday, 6 November 2026

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.