Gorontalopost.id, GORONTALO – Hampir dipastikan pentas Pilkada Boalemo bakal menyajikan empat pasangan calon. Yaitu satu pasangan calon independen dan tiga pasangan calon partai politik.
Potensi empat pasangan calon ini menyusul adanya kepastian sikap seluruh partai politik pengoleksi kursi di DPRD Boalemo hasil Pileg 2024, dalam mengarahkan dukungan terhadap figur calon.
Dari jalur perseorangan, ada dua pasangan calon yang mendaftar ke KPU. Yaitu pasangan Burhanudin Pulubuhu-Rivendy Luawo dan Wahyudin Lihawa-Riko Djaini (Waliraja).
Tapi pasangan Waliraja ini hampir dipastikan tidak akan tampil di Pilkada. Karena Riko Djaini telah memilih mundur dari pencalonan Pilkada. Meski begitu KPU tetap melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap dua pasangan calon independen.
Sementara calon partai politik, sebelumnya pasangan Rum Pagau-Lahmudin Hambali sudah dipastikan akan berpasangan kembali di Pilkada Boalemo 2024.
Nasdem, Golkar dan PKB yang koalisinya memiliki 9 kursi di DPRD Boalemo telah memastikan mengusung pasangan ini.
Perkembangan terbaru, tujuh partai terdiri dari partai parlemen dan non parlemen telah menyatakan sikap akan mengusung kader PDIP Dedi Hamzah sebagai calon bupati. Koalisi yang digagas PDIP ini menamakan diri Koalisi Romantis.
Adapun tujuh partai itu masing PDIP (5 kursi), Demokrat (3 kursi) , PPP (2 kursi) dan Perindo (1 kursi). Sementara Parpol non parlemen yaitu PKS, PBB dan Hanura.
Ada tiga nama yang menjadi kandidat pasangan Dedi Hamzah. Yaitu Hardi Mopangga, Riko Djaini dan Abdillah Alhasni.
“Untuk penentuan calon wakil bupati (Cawabup) akan dibicarakan secara teknis bersama calon bupati (Dedi Hamzah). Yang pasti muncul usulan nama Hardi Syam Mopangga, Riko Djaini dan Abdillah Alhasni,” aku Ketua DPC PDI-P Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho.
Sementara satu lagi pasangan calon partai politik yaitu pasangan Cabup-Cawabup Sumarwoto-Nurmawan Pakaya. Pasangan yang diusung koalisi PAN-Gerindra itu tak lama lagi bakal melakukan deklarasi. (rmb)












Discussion about this post