logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Pendidikan Gorontalo dan Semangat B.J. Habibie

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 6 May 2024
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin

 

KITA mempunyai sejumlah orang yang pencapaiannya mencapai tingkat “keabadian” tertentu. Warisan karya, luasan pengaruh, jejaring gagasan, dan jejak hidupnya melampaui disiplin ilmu, periode hidup, dan posisi tertentu.

Pada suatu waktu, di tahun 2014, percakapan tentang Universitas B.J. Habibie pernah berproses intensif di Gorontalo. Banyak pandangan, dukungan, harapan, dan juga nada-nada pertanyaan di ruang publik tentang keberadaan “UBJH” tersebut.

Related Post

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Meski B.J. Habibie adalah “putra terbaik” bangsa di panggung dunia, akar “darah”-nya dari Kabila dan yang selalu bangga dengan ke-gorontalo-annya, tapi terbukti bahwa (di Gorontalo!) tidaklah mudah menjembatani akar-akar biologis seorang tokoh besar bernama B.J. Habibie guna menjadi pilar kokoh di sektor ilmu pengetahuan dan menjadi bagian dari visi besar dari wawasan pendidikan (kolektif) kita.

Bisa dikata, “simbolisme” dan “spirit” B.J. Habibie belum sepenuhnya (kita) manfaatkan untuk Gorontalo masa depan. Yang tampak kini adalah sebuah patung besar BJH di kawasan bandara Jalaluddin Tantu di Isimu.

Sebuah nama (besar) tentulah tidak otomatis menjamin kebesaran dan pencapaian. Meski demikian, semua haruslah ditakar secara wajar. B.J. Habibie punya keharuman dan marwah sendiri atas namanya karena beliau relatif komplit karakternya: jenius, religius, tulus-cinta, demokratis, dan optimis.

Warisan wawasan teknologi canggihnya, terutama di bidang dirgantara, sepertinya pelan-pelan tapi pasti mulai meredup di negeri ini. Tidak lagi jadi tema dan agenda strategis nasional. Padahal anak-anak biologis dan anak-anak kecendekiannya tidak pernah menuntut lebih…

Prof. B.J Habibie, dalam hemat saya, membutuhkan “pembumian” baru di negeri leluhurnya ini. Ikatan emotif yang kita punyai hanya akan berkembang produktif jika ke-gorontalo-an itu beroleh koneksi-koneksi baru dalam skala yang lebih luas, di mana B.J. Habibie adalah “konektor” untuk banyak domain kemajuan yang potensial membesar ke masa depan.

Bagaimana pun, figur dan kontribusi B.J Habibie terbukti “melampaui banyak batas”: disiplin akademis, kepemimpinan, identitas sosial, lokal-global, religius-rasional, privat-publik, distingsi generasi dan faksi kekuasaan.

Sejauh yang mampu saya hayati di tingkat keseharian maupun di arena yang lebih formal dan melembaga, kita belum berhasil menemukan formula yang produktif bagaimana mengajarkan dan merujuk “ketokohan Gorontalo” –-bahkan dalam arti luas, sejarah intelektual daerah ini,— guna diartikulasikan dalam proses pendidikan anak-anak kita.

Jarak emotif dan sandaran rasionalnya seringkali tumpang-tindih: antara bangga dan ragu-ragu. Tak heran kalau yang banyak dibicarakan adalah sisi-sisi emotif yang tak membumi. Hal ini, saya kira, terutama disebabkan oleh cakrawala daya baca kita terhadap khasanah (perubahan) zaman dan kemampuan (reflektif) kita atas pencapaian historis yang kita miliki.

Rasa-rasanya, kini sudah tiba saatnya Gorontalo (kita) “membaca kembali” dengan tepat tentang (warisan) tokoh-tokoh besarnya di berbagai bidang.

B.J. Habibie adalah sosok yang lebih sering menyebut universitas dan tugas-tugas fundamentalnya sebagai “pusat keunggulan” (center of excellence). Bertolak dari pandangan itu, sangat jelas bahwa beliau menghendaki “pemusatan” energi (otak dan watak) tertentu dari bangsa kita yang memihak kepada daya cipta manusia Indonesia –-dan tentu saja Gorontalo!—di bidang pendidikan tinggi.

Garis nalar seperti itu pula bermakna bahwa solusi atas berbagai keadaan yang selama ini kita hadapi –sebagai negeri kepulauan yang besar dan majemuk tapi kaya sumberdaya alam–, amat membutuhkan “mutu manusia” dengan nilai tambah yang mampu dihasilkannya. Hanya melalui jalan sains dan teknologi yang ditopang dengan moralitas kegenerasian dan tata-nilai rabbaniyah yang memungkinkan kita berdiri tegak memakmurkan Indonesia.

Dalam kata-kata Prof. Habibie: “Syarat sebuah negara untuk menjadi besar, berdikari dan kukuh, adalah jika dapat mengandalkan pada sumber daya manusia yang merdeka, bebas bertanggung jawab, terampil, bekerja produktif, berdaya-saing besar dan berbudaya…”.

Sudah jamak dikenal bahwa B.J. Habibie adalah tokoh bangsa yang berhasil menunjukkan bagaimana sains dan teknologi, nasionalisme dan kebudayaan menjadi pilar kemajuan peradaban bangsa.

B.J. Habibie telah membuat Indonesia “dihargai” dan “dirujuk” oleh dunia karena kapasitas dan konsistensinya dalam menancapkan basis sains dan teknologi sebagai prinsip kemajuan dan pembangunan nasional.

B.J. Habibie juga telah mematrikan sebuah rujukan keteladanan, leadership, komitmen moral dan kepekaan yang tinggi dalam membesarkan negeri ini sebagai “Benua Maritim Indonesia” (BMI). Di rumah beliau di Patra Kuningan, hanya dengan hitungan 1-2 meter setelah kita masuk di pintu utama kediaman beliau, jika Anda cermat, Anda akan lihat bagaimana imajinasi “BMI” itu terukir kokoh-indah di lantai-marmernya yang klasik.

Bagi kita di Gorontalo, spirit B.J. Habibie amat relevan bagi dunia pendidikan karena akan menciptakan “materi” dan “proses” pembelajaran yang akan menerapkan nilai-nilai ketekunan kerja, kejujuran, imajinasi-kreatif, tradisi berpikir kritis-solutif, dengan komitmen moral dan sosial yang tinggi.

Guna memperkuat kualitas penelitian dan produk-produk pengetahuan bermutu, “spirit B.J Habibie” akan mewarnai visi kelembagaan pendidikan di Gorontalo menyangkut kapasitas dalam membangun konsepsi-teknikal yang memperkuat produktivitas, nilai tambah, etos kompetitif, pengelolaan resiko, serta prinsip daya saing dan perbaikan yang keberlanjutan.

Bagaimana di alam nyata?***

 

Penulis adalah
Bekerja di Universitas Negeri Gorontalo
Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsispektrum sosialTulisan Basritulisan persepsi

Related Posts

Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah), bersama dua kandidat bakal calon Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi (kana), dan Syam T Ase (kiri). (foto : istimewa)

Sofyan-Syam Dekati Muhaimin

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.