logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Presiden Jokowi dan Pahlawan Bangsa dari Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 22 April 2024
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin
Kolumnis Gorontalo Post

 

SELAMAT datang kembali, Pak Presiden. Inilah Provinsi yang tergolong istimewa di Republik kita. Nasionalisme Gorontalo berkobar sejak awal, melalui jejaring kebangsaan Jawa dan Sulawesi. Karena itu, Gorontalo sejak tiga tahun lalu memintakan (pengakuan) Pahlawan Nasional: Dokter Pejuang Kemerdekaan, Aloei Saboe (1911-1987) dan Sastrawan besar Indonesia, H.B. Jassin (1917-2000). Keduanya di TMP Kalibata, Jakarta.

Gorontalo istimewa! Pada hari JUMAT, “23 Januari 1942”, nasionalis Gorontalo Nani Wartabone – R.M. Kusno Dhanupojo – Pendang Kalengkongan, dkk sudah memproklamirkan “Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo”, Merah Putih sudah berkibar dan Pemerintahan Nasional sudah berdiri. Di masa itu, di Jawa masih berjuang dengan invasi Jepang tapi di Gorontalo sang “Dwi Warna – Merah Putih” sudah berkibar (Lapian, 1980).

Related Post

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Gorontalo konsisten melahirkan tokoh besar yang mengabdikan gagasan dan gerakan untuk Republik ini. Ketika tekanan federalisme demikian keras di Indonesia Timur (NIT), pada Konferensi Denpasar (Desember 1946), adalah Ajoeba Wartabone (HPB Gorontalo/Sulawesi Utara) yang berteriak pada tanggal 19 Desember pukul 9:00 pagi, tentang pengesahan Indonesia Raya dan bendera Merah Putih di seluruh (wilayah) Indonesia Timur (DH-OR, 1953: 478).

Jiwa juang dan etos berkarya itu terus dilanjutkan oleh H.B Jassin (sastra), B.J Habibie (teknologi), Thayeb Gobel (industri), J.A. Katili (geologi), Ciputra (bisnis), J.A Dungga (musik), Hadjarati dan Napu (politik), dan Tom Olii (keagamaan). Demikian juga, tokoh-tokoh seperti Z. Badjeber (hukum) dan Arie Pedju (arsitektur). Dan masih banyak yang lain, misalnya Ong Eng Die (keuangan), Gani Katili (olahraga), Bakri Arbie (nuklir), dst.

Di baca dari masa kini, Gorontalo adalah “Provinsi Agraris”. Daerah ini adalah wilayah agraris dengan fakta kemiskinan yang cukup akut. Terkesan “tidak banyak berubah” beberapa tahun terakhir ini. Di setiap pergantian kekuasaan, terobosan besar di tingkat perdesaan dan pertanian juga terkesan “normal-normal” saja. Kendati pertanian tetap menempati sektor utama, tetapi pergerakan subsektornya belum berubah menjadi daya-ungkit yang kokoh bagi percepatan kesejahteraan sebagian besar rakyat di Gorontalo.

Dengan angka kemiskinan di atas 15% sejak 2017, apa yang bisa diterangkan dalam percepatan pembangunan daerah ini. Petani gurem Gorontalo tetap berada di posisi 34% sejak 2013, ditambah dengan penurunan jumlah rumah tangga petani dan daya belinya yang relatif tidak beranjak. Pertumbuhan regenerasi petani tidak bangkit memadai di desa-desa. Ketika mulai terjadi pergeseran dari dominasi tanaman pangan kepada subsektor peternakan dan perkebunan, juga di sektor jasa (26% PDRB, 2013), apakah ini akan menjadi tanda penting bagi sebuah transformasi yang menjanjikan buat masa depan?

Kabupaten Gorontalo adalah contoh sementara yang menarik diberi perhatian. Jumlah rumah tangga usaha pertanian dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tercatat dalam SP-2013, hanya di tiga kecamatan yang signifikan perkembangan rumah tangga usaha pertaniannya: Boliyohuto, Mootilango dan Tolangohula. Kecamatan lainnya mengalami penurunan, bahkan untuk kasus Tilango mencapai penurunan 66,81 persen.

Di luar itu, “petani Gurem” jumlahnya cukup besar di Kabupaten Gorontalo, bahkan indikasinya sejak 2013 mendominasi total petani Gurem se-provinsi Gorontalo, tidak kurang dari empat puluh persen. Dalam soal produksi, Kabupaten Gorontalo sangat penting posisinya karena memberi kontribusi besar terhadap total produksi padi di Gorontalo, disusul Boalemo dan Gorontalo Utara.

Gorontalo (hanya) mempunyai lahan sawah 3%, lahan ‘bukan sawah’ 61% dan lahan ‘bukan pertanian’ seluas 36%. Begitulah yang divisualkan Sensus Pertanian (SP-2013). Di tahun yang sama, Dinas Pertanian provinsi Gorontalo mencatat luas lahan untuk usaha pertanian sebesar 762.458 hektar (2013). Sebagai perbandingan, menurut catatan Mahmud (2019), luas lahan pertanian Gorontalo di awal 2000-an adalah 463.649 hektar. Indikasi luas hutan yang terus berkurang di Gorontalo merupakan akibat dari ekspansi usaha pertanian, terutama jagung, sebagaimana tampak pada tanda-tanda penggunaan wilayah perbukitan dan dataran tinggi lainnya bahkan pada ketinggian 30%.

Menjadi provinsi agraris bukanlah tanpa persoalan. Sejak awal, harga yang jatuh-bangun, risiko lingkungan dan kejenuhan lahan menanggung “beban produksi” tanaman pangan telah terbaca di Gorontalo. Tapi, obsesi menjadi “provinsi jagung” setiap tahunnya memintakan bukti-bukti nyata, terutama karena angka-angka ekspor terus membesar. Sudah jamak diketahui, bahwa selain bungkil Kopra, pencapaian ekspor terbesar Gorontalo sampai hari-hari ini adalah Jagung.

Sejak awal, pamor jagung selalu terdepan ketika orang membicarakan martabat “pertanian” Gorontalo. Komoditas ini di-ekspor dari tahun ke tahun ke mancanegara. Seringkali bahkan dibuatkan “acara Jagung” di pelabuhan, dst. Ceritanya sederhana: produksi membesar, elite berkumpul, pejabat (pemerintah) pidato, kabar-kabar tersiar luas di media.

Lalu, apakah petani dan petanian Gorontalo (memang) bagus-bagus saja?. Banyak cara untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Tapi satu hal yang terang: Petani terlalu jarang menjadi subjek-sumber (utama) pemberitaan. Jangankan wajahnya, suaranya saja tak pernah berbunyi. Petani kita terkesan, dari masa ke masa, tak pernah punya daulat menyuarakan diri-mereka sendiri dan mengabarkan hasil-hasil keringat-nya yang nyata sebagai marka mulia dari kehidupan bersama kita di republik agraris (?) ini.

Semoga Presiden Jokowi sempat melihat sebaran baliho di jalan-jalan dari banyak calon Gubernur, Bupati, dan Walikota di Provinsi Gorontalo. Mereka semuanya tampak hebat dan menjanjikan untuk Pilkada 2024. Entah!

Yang jelas, kemiskinan, timbunan sampah, fasilitas publik, stunting, mutu pendidikan, degradasi lingkungan, kriminalitas, keteladanan, kualitas generasi baru, dan daya saing daerah Gorontalo, masih “jalan di tempat”.

Begitulah Gorontalo, Bapak Presiden!

Negeri ini tidak butuh basa-basi…

Harapan kami, semoga sejarah yang benar tetap bisa terwujud di Republik ini. Sebab predator-predator kemajuan bangsa masih tampak di mana-mana. Negeri kita (masih) krisis orang-orang yang memuliakan Ilmu, melahirkan Pemimpin amanah, mengubah nasib rakyat yang berkekurangan, dan bersama-sama mengerjakan hari Esok yang lebih baik.

Kini generasi (baru) Gorontalo menantikan keteladanan nyata, “adab masa depan”, dan dukungan sepenuh-hati dari Negara atas cita-cita besar mereka ke masa depan. ***

Tags: Barsi AminCatatan BasriCatatan basri aminpersepsiTulisan Basritulisan persepsi

Related Posts

Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada peresmian bandar udara Panua di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Senin (22/4). (Foto: bpmi/setpres)

Bandara Panua Habiskan Rp 437 M, Runway Dikritik Jokowi

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.