logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Metropolis

Oknum Polisi Diduga Aniaya Siswa, Mata Bengkak , Diduga Dihantam Pakai Pistiol

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 2 February 2024
in Metropolis
0
Kondisi korban, Abdul Ajiz Potabuga (17) warga Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulut saat diwawancarai awak media,(foto Istimewa).

Kondisi korban, Abdul Ajiz Potabuga (17) warga Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulut saat diwawancarai awak media,(foto Istimewa).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.id, LIMBOT — Salah seorang siswa sekolah kejuruan, Abdul Ajiz Potabuga (17) diduga menjadi korban penganiayaan.

Merasa keberatan pemuda asal Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu melaporkan pelaku penganiayaan yang tak lain oknum Anggota Polri Polisi inisial TA alias Taufik ke Mapolda Gorontalo.

Kepada awak media korban mengungkapkan, penganiayaan yang dialaminya terjadi di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, tepatnya di depan Mapolres Gorontalo, Selasa (30/01) malam sekitar pukul 21.30 WITA.

Menurut Abdul, penganiayaan bermula saat dirinya hendak pulang ke rumah kerabatnya di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto.

Related Post

Penagih Hutang Rampas Kendaraan, Lapor Polisi

Direkrtur Proyek SPPBE Rp 14 Milyar Dibui

Pengedar Narkoba Asal Parimo Dibekuk, Kelabui Petugas, Selundupkan Sabu di Kotak Tisu

Cegah Pernikahan Dini dan Stunting, Poltekkes Kemenkes Gorontalo Edukasi Remaja di Tabumela

Tepat di depan Mapolres Gorontalo, korban dicegat dan diseret oleh pelaku ke pos penjagaan Polisi.

“Awalnya itu saya di rumah, teman saya ini menerima telfon dari kakaknya yang mengaku mendapat masalah di depan kampus Universitas Gorontalo (UG).

Saya dan teman langsung ke sana, begitu kami tiba masalah sudah selesai dengan saling meminta maaf,” jelas Abdul.

Lanjut dikatakannya, saat jalan pulang, ia dan teman dicegat dengan mobil oleh komdan itu.

Begitu keluar dari mobil dia berteriak jangan lari, katanya kalau lari akan ditembak.

Lalu dia mendatangi kami dan langsung menarik kerak saya dengan tangan kiri.

“Saya tanya, ada apa ini komdan? Katanya jangan melawan.

Saya bilang, komdan bukan saya yang berkelahi,” sambung korban.

Abdul menyampaikan, saat diseret ke pos penjagaan korban mendapat penganiayaan dengan pantat senjata yang mengenai mata kiri.

“Saat dibawah ke pos, komdan itu berkata ada hal apa kamu melawan saya, saya ini polisi.

selesai bilang begitu, tiba-tiba (pantat) senjata kena mata kiri saya. Merasa sakit, saya langsung menangis,” tutur korban.

Korban mengaku sempat ditawari oleh pelaku untuk bawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie, namun korban menolak dan meminta agar pelaku membelikan obat antibiotik dan tetes mata dan setelah itu korban pulang dan tiba di rumah dirinya ternyata muntah darah, teman saya langsung menghubungi salah satu Polisi memberitahukan kondisi saya.

Tidak berselang lama komdan pelaku datang menjemput saya dengan sepeda motor dilarikan ke RSUD Dunda Limboto.

Begitu tiba di RSUD, matanya langsung diperiksa kemudian diarahkan ke Rumah Sakit Bayangkara.

“Saat akan ke RS Bayangkara, komdan ini menyarankan agar saya memberitahu ke perawat bahwa mata saya kena benturan, bukan kena senjata.

Saya bilang, kok begitu komdan, saat jalan kami mampir lagi di Polres, komdan ini mengajak tiga rekannya menggunakan mobil menuju RS Bayangkara,” tandas korban.

Tak terima atas perlakuan tersebut, Riska Masilu keluarga korban mengadukan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo dengan laporan penganiayaan.

“Kami selalu keluarga merasa keberatan, pasalnya anak kami mengalami luka di bagian mata, Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Gorontalo,” tegas Riska.

Sementara itu Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol saat dikonfirmasi tidak terlalu banyak komentar, dirinya mengakui akan memprosesnya dan tanpa membeda-bedakan.

“Kita proses sesuai aturan tidak ada perbedaan semua sama didepan hukum,” tandas Kapolda Singkat. (Wie)

Tags: Aniaya Siswakapolda gorontalooknum polisipolda gorontalo

Related Posts

Penagih Hutang Rampas Kendaraan, Lapor Polisi

Penagih Hutang Rampas Kendaraan, Lapor Polisi

Friday, 6 November 2026
Direkrtur Proyek SPPBE Rp 14 Milyar Dibui

Direkrtur Proyek SPPBE Rp 14 Milyar Dibui

Friday, 6 November 2026
Pengedar Narkoba Asal Parimo Dibekuk, Kelabui Petugas, Selundupkan Sabu di Kotak Tisu

Pengedar Narkoba Asal Parimo Dibekuk, Kelabui Petugas, Selundupkan Sabu di Kotak Tisu

Friday, 6 November 2026
Cegah Pernikahan Dini dan Stunting, Poltekkes Kemenkes Gorontalo Edukasi Remaja di Tabumela

Cegah Pernikahan Dini dan Stunting, Poltekkes Kemenkes Gorontalo Edukasi Remaja di Tabumela

Friday, 6 November 2026
HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Next Post
Sekwan Dekot saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi pengawasan peraturan dan non peraturan ASN pada penyelenggaraan Pemilu 2024 gelombang 1 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Gorontalo, Rabu (31/1/2024). (F. Humas Dekot)

Sekwan Imbau Camat-Lurah Jaga Netralitas

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Saturday, 7 November 2026
Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Saturday, 7 November 2026
Ramli Ondang Djau

73 Tahun Merawat Semangat Demokrasi 

Saturday, 7 November 2026

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.