logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Mengubah Cara Belajar: Peran Revolusioner VR dan AR dalam Pendidikan

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 24 January 2024
in Persepsi
0
dr. Adi Pratama P.P., MHPE

dr. Adi Pratama P.P., MHPE

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
dr. Adi Pratama P.P., MHPE

PENDIDIKAN telah menjadi pilar utama dalam kemajuan masyarakat sepanjang sejarah. Tetapi, munculnya teknologi Realitas Virtual (Virtual Reality/VR) dan Realitas Tertambah (Augmented Reality/AR), menciptakan pilar baru dalam paradigma pembelajaran masa depan.

VR adalah teknologi yang menciptakan lingkungan sepenuhnya baru yang sering kali terasa begitu nyata sehingga pengguna merasa benar-benar terlibat di dalamnya. VR pertama kali muncul pada dekade 1960-an sebagai eksperimen komputer grafis dan simulasi.

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, VR mengalami perkembangan lebih lanjut dengan diperkenalkannya headset VR dan teknologi yang mendukung pengalaman pengguna yang lebih imersif.

Related Post

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Mahasiswa Merdeka

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Di sisi lain, AR berfokus pada pengayaan dunia nyata dengan menambahkan elemen digital, menciptakan pengalaman yang memadukan antara dunia fisik dan informasi digital. Teknologi ini mulai mencuri perhatian pada tahun 1990-an dengan penemuan sistem yang memungkinkan penyisipan elemen grafis ke dunia nyata.

Kedua teknologi ini mendapat momentum signifikan pada awal abad ke-21, dengan VR digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pelatihan militer dan simulasi medis, sementara AR menemukan penerapan dalam perangkat mobile dan aplikasi pengenalan objek. Pada era digital saat ini, VR dan AR terus berkembang, membawa perubahan mendalam dalam pendidikan.

Pertumbuhan VR dan AR memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif. VR memungkinkan siswa untuk merasakan situasi dan lingkungan yang sulit diduplikasi dalam kelas tradisional, seperti eksplorasi sejarah atau simulasi ilmiah.

Dalam konteks pendidikan, VR dapat menghadirkan simulasi yang memungkinkan siswa untuk menjelajahi tempat-tempat atau konsep-konsep yang sulit diakses secara fisik. Sebagai contoh, siswa dapat “mengunjungi” reruntuhan sejarah atau menjelajahi tata surya tanpa meninggalkan ruang kelas.

Berbeda dengan AR, teknologi ini memperkaya pengalaman belajar dengan menambahkan informasi digital ke dunia nyata. Dalam konteks kelas, AR dapat memberikan elemen interaktif pada buku teks atau materi pelajaran, membuat ilustrasi yang hidup, atau menyediakan penjelasan tambahan yang dapat diakses dengan mudah.

Misalnya, ketika siswa mengarahkan perangkat AR ke anatomi tubuh manusia, informasi tambahan tentang sel atau jaringan dapat muncul secara langsung di layar perangkat. Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan teori dengan pengalaman praktis, meningkatkan pemahaman mereka.

Transformasi ini juga mempengaruhi metode pengajaran untuk menyajikan materi secara lebih dinamis. Misalnya, guru dapat menjelaskan konsep abstrak dalam ilmu molekuler melalui ilustrasi visual 3D yang dapat diakses oleh siswa melalui headset VR atau perangkat AR. hal ini tentu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan menantang, sekaligus meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

Selain itu, konektivitas global yang diberikan oleh teknologi ini memungkinkan kolaborasi antara siswa dari berbagai belahan dunia. Mereka dapat berpartisipasi dalam proyek bersama atau berkomunikasi dalam lingkungan virtual, merangsang pertukaran ide dan budaya.

Ini tidak hanya mengembangkan keterampilan kolaborasi, tetapi juga mengajarkan siswa untuk beradaptasi dengan keragaman global. Misalnya, dalam pembelajaran sejarah Perang Dunia II, mereka dapat diberikan peran berbeda dalam simulasi, seperti menjadi pemimpin pasukan, diplomat, atau wartawan perang. Langkah itu dapat menciptakan pengalaman yang lebih kaya dan mendorong siswa untuk berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama atau memahami perspektif yang berbeda.

Dalam pelajaran sains, konektivitas global dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pembelajaran kelompok dalam tim. Misalnya, ketika mengeksplorasi AR sel manusia, siswa diberi tugas untuk menyelidiki struktur dan fungsi sel manusia menggunakan teknologi ini. Mereka kemudian dapat berkolaborasi untuk memahami dan menjelaskan temuan mereka kepada kelas.

Terlepas dari manfaat dari teknologi ini terhadap proses pembelajaran, integrasi media ajar VR dan AR dalam kurikulum memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran. Pertama-tama, guru perlu mengidentifikasi materi pembelajaran yang dapat ditingkatkan dengan teknologi ini. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran sejarah, guru dapat memilih peristiwa bersejarah kunci yang dapat dijelajahi secara mendalam melalui pengalaman VR.

Langkah berikutnya adalah memilih platform atau aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan perangkat yang tersedia. Sebagai contoh, siswa dapat menggunakan perangkat headset VR untuk mengunjungi lokasi sejarah atau menggunakan perangkat AR seperti tablet untuk memvisualisasikan konsep-konsep ilmiah di dalam kelas.

Guru perlu melibatkan siswa dalam proses belajar dengan memberikan panduan yang jelas dan memastikan bahwa teknologi ini mendukung tujuan pembelajaran. Sebagai contoh, dalam penggunaan VR, guru dapat merancang kegiatan eksplorasi yang mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan memecahkan masalah melalui pengalaman virtual.

Selain itu, evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk mengukur efektivitas penggunaan VR dan AR dalam meningkatkan pemahaman siswa. Guru dapat memanfaatkan umpan balik siswa dan hasil kuantitatif untuk menilai sejauh mana teknologi ini berhasil mengintegrasikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam.

Dengan memperhatikan kebutuhan spesifik mata pelajaran dan kelas, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik dan relevan. Integrasi VR dan AR dalam kurikulum tidak hanya membantu siswa memahami konsep-konsep dengan lebih baik, tetapi juga merangsang minat mereka terhadap pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inovatif.

Penerapan teknologi ini dalam kurikulum bukan hanya tentang menyediakan informasi tambahan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih memikat dan relevan. Dengan memanfaatkan VR dan AR, guru dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan merangsang kreativitas siswa, sambil membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep-konsep pelajaran.

Sebagai hasilnya, teknologi ini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga menjadi jembatan menuju pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif.

Akhirnya, kita dengan jelas menyadari bahwa VR dan AR bukan hanya alat teknologi biasa, melainkan panglima utama dalam revolusi pendidikan. Keduanya membuka pintu luas menuju metode pembelajaran yang tak hanya lebih efektif, tetapi juga menggugah selera pengetahuan.

Sebagai pendidik dan pembelajar, kita bersama-sama menjadi saksi perubahan besar dalam dinamika interaksi kita dengan ilmu pengetahuan. Dalam dunia yang semakin terkoneksi dan canggih, kedua teknologi ini bukan sekadar tren, melainkan fondasi penting bagi masa depan pembelajaran yang menginspirasi dan mendalam. (*)

Penulis adalah Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa

Tags: ARAugmented Realitydr. Adi PratamapendidikanpersepsiTeknologitulisan persepsiVirtual RealityVR

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Basri Amin

Mahasiswa Merdeka

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Next Post
Wakil Ketua Deprov Gorontalo Kris Wartabone, saat menghadiri upacara peringatan hari patriotik 23 Januari di lapangan Desa Duano, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (23/1).

Peringatan Hari Patriotik, Momentum Perangi Kemiskinan

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    192 shares
    Share 77 Tweet 48
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.