logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Marcia Ann

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 12 September 2023
in Disway
0
Marcia Ann
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Apa yang Anda harapkan dari Sam Altman untuk Indonesia?

Saya pun menghubungi Prof Dr Johanes Surya. Ia sudah tahu Sam Altman mendapat Golden Visa dari Indonesia. Orang pertama yang mendapatkan fasilitas itu. Agar bisa membantu Indonesia dalam memasuki era kecerdasan buatan (AI).

Pakar fisika dan matematika itu sekarang menjadi staf khusus menko Kemaritim dan Investasi Luhut Pandjaitan. “Sayangnya waktu Sam Altman ke kantor Pak menko saya lagi di luar kota,” ujar Prof Surya.

Menurut Prof Surya ada beberapa hal yang Sam Altman bisa lakukan untuk memajukan AI di Indonesia.

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Pertama, katanya, kolaborasi dengan universitas dan pusat riset: Sam Altman dapat bekerja sama dengan universitas dan lembaga riset di Indonesia untuk mendukung penelitian AI dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan. “Ini akan membantu sekali pengembangan bakat lokal dan secara otomatis akan memajukan AI di Indonesia,” katanya.

Sam Altman, Anda sudah tahu, ahli kecerdasan buatan dari Amerika Serikat yang antara lain menciptakan ChatGPT.

Kedua, kata Prof Surya, untuk mendukung pelatihan dan pendidikan AI di Indonesia. “Ini bisa melalui beasiswa, kursus online, atau mendirikan lembaga pendidikan AI di Indonesia,” katanya. “Yakni untuk meningkatkan keahlian lokal dalam mengembangkan dan menerapkan AI”.

Tentu Prof Surya juga berharap Sam Altman  berinvestasi dalam perusahaan start-up AI di Indonesia. “Ini dapat memberikan dorongan finansial dan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk perkembangan teknologi AI di Indonesia”. Begitu banyak anak muda yang merintis AI. Tentu mereka bisa memanfaatkan Sam Altman.

Bahkan, kata Prof Surya, kalau perlu Sam Altman bisa ditanya soal kebijakan apa yang harus diambil pemerintah Indonesia di bidang AI. “Termasuk dalam penyusunan regulasi yang memadai, kebijakan insentif fiskal, dan infrastruktur AI yang diperlukan,” katanya.

Tentu Indonesia punya kebutuhan khusus. Yang khas Indonesia. Misalnya pertanian, perikanan, peternakan, dan layanan kesehatan yang bisa terjangkau,” katanya. “Termasuk kaitannya dengan perubahan iklim”.

Tentu Prof Surya juga mengharapkan Sam Altman untuk jadi narasumber bidang AI dalam kaitan dengan etika. Apalagi Indonesia ini sangat religius.

Bagi Prof Surya Indonesia perlu menumbuhkan komunitas AI. Yang kuat. Perlu banyak konferensi, pertukaran ide dan kolaborasi. Sam Altman bisa diharap ikut berperan di dalamnya.

Juga soal pengembangan infrastruktur teknologi. Agar sesuai dengan pertumbuhan AI yang kita perlukan. Termasuk di komputasi awan dan pengadaan jaringan yang kuat.

Dengan peran-peran itu Sam Altman dapat membantu  memajukan AI di Indonesia. Yakni membantu negara ini  menjadi pemain kunci dalam perkembangan teknologi AI global. Terutama agar bisa memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat Indonesia.

“Setahu saya Indonesia saat ini sedang berupaya untuk mengembangkan kecerdasan buatan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, mobilitas, kota pintar, dan reformasi sektor publik,” katanya.

“Pada tahun 2020, Indonesia telah menerbitkan strategi nasional AI. Disebut Stranas KA (Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial). Itu  akan menjadi panduan bagi Indonesia dalam mengembangkan AI antara tahun 2020 hingga 2045,” katanya.

Menurut Prof Surya, Indonesia telah mendukung Prinsip AI G-20.  Indonesia kini masih berada pada tahap awal pengembangan kebijakan AI. “Pemerintah belum mengembangkan regulasinya,” ujarnya. “Pemerintah juga belum  menciptakan lembaga AI yang diperlukan yang dapat dipercaya,” katanya.

Indonesia, menurutnya, juga masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur digital, sumber daya manusia, kerangka hukum, dan etika.

Namun, katanya, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di Asia Tenggara. Indonesia memiliki pasar digital yang besar, populasi muda yang kreatif, dan kekayaan data yang luas.

Indonesia, menurut Prof Surya, juga telah menunjukkan kemajuan dalam penelitian AI, pengembangan perangkat lunak AI, dan banyaknya investasi dari Venture Capital di AI.

Prof Surya mengutip sebuah studi yang dilakukan oleh International Data Corporation atau IDC Asia-Pacific Enterprise Cognitive. Menurut penelitian itu pada tahun 2018, Indonesia memiliki tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara. Nilainya sebesar 24,6 persen. Diikuti oleh Thailand (17,1 persen), Singapura (9,9 persen), dan Malaysia (8,1 persen).

Studi tersebut  menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat pertama di Asia Tenggara untuk AI. Namun, peringkat ini mungkin berubah seiring dengan perkembangan AI di negara-negara lain.

Prof Surya ini unik. Sekolahnya selalu di negeri. “Waktu itu saya lihat sekolah negeri di dekat rumah bagus-bagus,” katanya. “Dan lagi, waktu itu, orang tua tidak sanggup membiayai sekolah yang mahal. Ayah pensiunan tentara tapi pangkatnya masih sangat rendah. Ibu buka warung kecil di depan rumah,” katanya.

Setelah lulus dari SD Pulogadung 2 Sore, ia masuk SMPN 90. Lalu ke SMAN 12. Kuliahnya pun di Universitas Indonesia (UI) jurusan fisika.

Di gelar master dan doktor yang ia peroleh dari perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat: Collage of William and Mary. Di Virginia. Waktu meraih gelar doktor fisika itu, nilai GPA-nya sempurna: 4.0.

Saya ingat anak Surabaya yang pernah saya temui di Singapura dan Shanghai. Maria Audrey Lukito atau Audrey Yu Jia Hui. Yang umur 16 tahun sudah meraih gelar doktor fisika dari perguruan tinggi yang sama. Dengan predikat summa cum laude. Sampai-sampai waktu ke Virginia saya sempatkan mampir ke kampus itu.

Anak Prof Surya juga kuliah di Collage of William and Mary. Yakni anak ketiga. Putri.  Marcia Ann. Anak itu di usia 19 tahun sudah lulus S-1. Jurusan fisika. Juga di William and Mary tempat sang ayah ambil PhD dulu.

Marcia Ann kini sedang siapkan diri ambil S2. Juga di fisika. Ditambah akan ambil jurusan pendidikan.

Logika Marcia Ann bagus. Dia  suka belajar sendiri. Dia  belajar main gitar dari internet. Dia mampu bicara banyak bahasa. Juga belajar sendiri.

Marcia Ann suka mengajar. Memorinya sangat kuat. Dia sanggup menghafal nilai pi = 3,1415…. sampai ratusan digit tanpa pakai teknik memori yang digunakan banyak orang.

Lihatnya caranyi mengajar. Bukalah link ini: https://www.youtube.com/watch?v=Yw-ISmD5Iu8HYPERLINK “https://www.youtube.com/watch?v=Yw-ISmD5Iu8&t=928s”&HYPERLINK “https://www.youtube.com/watch?v=Yw-ISmD5Iu8&t=928s”t=928s .

Atau lihatlah video saat dia mencongak kuadrat 1-100: https://www.youtube.com/watch?v=pWZHw7E848E (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayMarcia Ann

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Tuduhan Harus Dapat Dibuktikan

Abuse of Power Penegak Hukum Dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

Wednesday, 22 July 2026
Selama 28 Hari Puskesmas Ilangata Sukses Salurkan Menu Sehat Balita Cegah Stunting

Selama 28 Hari Puskesmas Ilangata Sukses Salurkan Menu Sehat Balita Cegah Stunting

Wednesday, 22 July 2026
AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

Wednesday, 22 July 2026
Miras Masih Beredar di Desa

Miras Masih Beredar di Desa

Wednesday, 22 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.