logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Pemilu, Perempuan, dan Pemuda

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 21 August 2023
in Persepsi
0
Reposisi Gorontalo  (Bonus Demografi dan Basis Kepemimpinan)

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Elite Sibuk Mengganti Panggung Pilkada, Rakyat Gorontalo Masih Menunggu Perubahan

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Mahasiswa Merdeka

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

oleh :
Basri Amin
Parner di Voice-of-HaleHepu

PEMILU menjadi penting karena melibatkan (hampir) semua golongan masyarakat sebagaimana terwakili dalam partai-partai politiknya. Setelah Pemilu selesai, tata kelola negara “dibentuk” kembali melalui sistem presidensial dan lembaga legislatifnya. Di dalamnya terdapat tokoh-tokoh baru dan biasanya tetap ada aktor-aktor lama.

Bagi semua negara modern, Pemilu sangat jelas adalah perkara penting. Bukan hanya karena besarnya biaya yang dikeluarkan, tapi juga karena menyangkut “amanah konstitusi” yang menentukan tegaknya sebuah sistem bernegara yang demokratis.

Di masa lalu, Pemilu pernah identik dengan kekerasan, tekanan-tekanan, dan hegemoni. Di banyak tempat di dunia, bahkan hingga kini, kekerasan selalu menyertai Pemilu. Tak lama setelah perhitungan suara, konflik dan kekerasan terjadi di mana-mana. Semuanya membawa pemicu dan pola yang variatif: polarisasi etnis, sipil-militer, konflik kelompok sipil, dst. Hal ini dipelajari panjang lebar oleh seorang ahli Pemilu ternama, Jack Snyder (2000), professor di Columbia University, dalam bukunya “From Voting to Violence: Democratization and Nationalist Conflict (384 halaman).

Kampanye Damai –atau Anti Hoaks— terus digalakkan disertai dengan seruan-seruan mengingatkan rakyat agar perbedaan aspirasi tak membuat kita berpecah-belah. Faktanya, untuk kasus kita di Indonesia, kita masih berjuang membuktikan bahwa Pemilu adalah hak rakyat  yang bebas dan sebuah pesta demokrasi yang diharapkan “menggembirakan”.

Memang, elite adalah golongan yang akan segera beroleh manfaat dari Pemilu. Itu yang terjadi dalam jangka pendek, terutama bagi mereka yang berhasil “menang” dalam perolehan suara. Demikian juga dengan mobilitas partai-partai peraut suara besar. Di jenjang berikutnya, mereka akan mewujudkan “koalisi bebas” dalam menuai banyak keuntungan di berbagai momen dan ruang: Pilkada, sebaran fraksi dan komisi-komisi, struktur pimpinan DPR/DPRD, Presiden, Gubernur, dst.

Pengetahuan, pola bernalar dan karakter perilaku kita dalam urusan perpemiluan sudah sangat terang-benderang. Hampir semua ide, data, tema, dan aspirasi bisa kita ikuti di media. Nyaris semua kelompok, perwakilan partai, simpatisan dan tim sukses sudah tampil di semua forum publik dan media sosial. Mereka telah menjadi tontonan kita sehari-hari. Apa-apa yang “berhamburan” dari mulut-mulut elite selanjutnya dipabrikasi di media sosial oleh sel-sel organisasi, jaringan calon, pekerja media, tim sukses, dan simpatisan.

Untuk sekian bulan, berhamburanlah banyak istilah, gosip-gosip, kabar bohong, polemik, kontroversi, kampanye hitam/negatif, dst. Negeri kita lalu banjir “narasi kuasa” yang demikian meluas. Semua pihak saling mengintip dan mengintai setiap saat. Untung saja satelit Palapa kita tak lelah menerima ledakan komunikasi dan informasi di negeri ini.

Smartphone sudah semakin murah memediasi semua proses komunikasi kita. Kita adalah bangsa pemenang dalam urusan informasi dan komunikasi. Hanya di jam-jam tidur saja barangkali yang memaksa (tangan/mata/telinga) kita “off” dengan teknologi informasi/komunikasi. Itu pun mungkin tak sepenuhnya benar karena bisa jadi smartphone kita tetap “on” di sekitar kita.

Pemilu 2024 hendak menjawab apa? Di tingkat praktis, Pemilu ditujukan untuk memekanisasi proses penentuan pimpinan lembaga negara (presidensial dan legislatif) yang terbuka, tertanggungjawabkan, terkontrol dan legitimate. Dengan demikian, legitimasi (baru) yang akan kita raih melalui jalan Pemilu hendaknya meyakinkan diri kita sendiri dan bangsa ini, baik secara ke dalam (sebagai bangsa besar yang majemuk) dan secara keluar (sebagai negara demokratis merdeka di panggung dunia).

Perempuan dan kaum (generasi) milenial adalah dua golongan yang menarik kita beri perhatian pada Pemilu 2024. Mereka adalah kekuatan tersembunyi yang terancam disfungsional dalam pergaulan yang lebih besar: penentuan kebijakan negara.

Jika kita menyebut perempuan, konteksnya adalah sebagai kekuatan perubahan dan perbaikan. Bukan sebagai “jenis kelamin” yang dijinakkan karena belas-kasih dan patron politis yang hanya menempatkannya sekunder. Perempuan tak bisa lagi dipahami menurut kaidah “tak ada rotan maka akar pun jadi…”. Perempuan bukanlah tempelan pernak-pernik kekuasaan yang hanya hadir “di samping suami” dan pria-pria hebat lainnya.

Perempuan, sejauh yang bisa kita pantau, telah melakukan peran-peran besar beberapa tahun terakhir ini. Mereka bisa mengkombinasi antara kecerdasan yang estetik dan kepemihakan sosial yang empatik. Perempuan bahkan berkiprah di lapangan yang serius tantangannya: menyikapi kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Demikian juga di sektor pendidikan, ekonomi kecil-menengah, pembangunan mutu keluarga dan kesehatan generasi.

Semua tema tersebut bergulat dengan dunia perempuan. Di titik ini, perempuan-politisi membutuhkan kapasitas. Sejajar dengan itu, pembangunan perempuan meniscayakan konsistensi dan kompetensi. Tidak sekadar sambil lalu –-sesuai logika kuota—dengan menyatakan “yang penting perempuan ada…”. Golongan ini bukan pelengkap-penderita, agar kekuasaan tampak ramai dan berwarna-warni.

Kaum milenial adalah golongan yang juga sama pentingnya. Mereka bukan hanya sebagai pemilih aktif berjumlah besar, mereka juga adalah potensi perubahan strategis di masa depan. Mereka membutuhkan ruang dan agenda. Mereka akan bergelut dengan isu-isu teknologi, perubahan iklim, kompetisi pasar dan kesejahteraan berkelanjutan.

Tapi, di sisi lain, gempuran besar di zaman ini tengah menarget kelompok ini. Perhatikanlah isu pengangguran, kekerasan gang, obat-obatan, gaya hidup, dan kriminalitas. Pada kelompok milenial ini pulalah paradoks kemajuan ekonomi Indonesia diperhadapkan: kesenjangan dan kemiskinan.

Pemilu 2024 adalah Pemilu yang akan menandai kematangan kita dalam berdemokrasi dan ia akan sekaligus menjadi ujian apakah kita akan berhasil “mencipta” ruang bagi kaum milenial. Tidak terlalu penting mengartikan semua ini dalam ukuran angka-angkanya, tapi terutama dalam arti agenda dan peran.

Saya sangka, kaum muda milenial masih akan mengalami kegagapan di tahap praktis (lapangan), baik di ruang-ruang legislatif maupun di eksekutif, tapi dalam waktu yang tidak terlalu lama, emosi kegenerasian mereka akan tertransfer dalam bahasa tindakan nyata, terutama di lapangan ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan. Kita yakin bahwa dari nalar merekalah “kompetisi global” akan disikapi dengan kepala tegak, penuh kreasi dan, tentu saja, kita berharap agar mereka tetap berjati diri.***

Tags: basri aminpemilupemudaperempuanspektrum sosial

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Elite Sibuk Mengganti Panggung Pilkada, Rakyat Gorontalo Masih Menunggu Perubahan

Tuesday, 20 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Basri Amin

Mahasiswa Merdeka

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Next Post
Bencana Sapura

Bonita Fani

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.