logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Kapsul Geprek

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 6 July 2023
in Disway
0
Kapsul Geprek
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

KESIMPULAN saya: The New York Times tetap yang paling hebat. Yang paling menarik ketika menulis tentang gepreknya Titan. Yakni kapsul baja yang berisi 5 orang yang ingin melihat dari dekat bangkai kapal Titanic: yang tenggelam 111 tahun lalu itu.

Hanya NYT yang menulis detik-detik akhir ketika para penumpang masuk ke dalam kapsul baja itu: panjang 6,7, lebar 2,54 meter, dan tinggi 1,68 meter. Termasuk bagaimana konglomerat Pakistan yang tinggal di London itu, Shahzada Dawood, sampai ke sana.

Ternyata sudah sangat lama Dawood tertarik pada tenggelamnya kapal Titanic. Sebelas tahun lalu Dawood, istri, dan dua anaknya ke Singapura. Mereka melihat pameran 100 tahun tenggelamnya Titanic. Mulailah mereka tertarik ikut ekspedisi ke dasar lautan Atlantik Utara.

Tingkatnya baru tertarik.

Related Post

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Tahun 2019 mereka liburan ke Greenland. Mereka melihat gejala alam yang menakjubkan: glacier dan gunung es.

Gunung es seperti itu yang ditabrak Titanic dengan sengaja. Kapten kapal mengira Titanic yang serba hebat itu bisa mengalahkan gunung es.

Kian besar ketertarikan Dawood akan wisata ke reruntuhan Titanic. Di Greenland itu Dawood melihat ada promosi OceanGate. Yakni perusahaan yang menyelenggarakan tur ke reruntuhan Titanic.

Perusahaan itu berkantor pusat di Seattle, di negara bagian Washington. Tepatnya di sebuah kota kecil Everett, di pinggir pantai yang menghadap lautan Pasifik. Kalau Anda berkendara dari Seattle ke arah utara, Anda akan menyusuri pantai. Satu jam kemudian Anda akan ketemu mal khusus factory outlet yang sangat terkenal.

Setengah jam kemudian Anda akan sampai ke dermaga pusat OceanGate. Itu sudah separo jalan menuju Vancouver, kota terbesar di Kanada.

Dawood mulai mempelajari OceanGate. Juga mendalami kapsul Titan yang akan membawa mereka ke dasar laut: seberapa aman.

Kian mendalaminya, Dawood kian tertarik. Maka, diputuskanlah ikut program itu. Dua orang. Dawood dan Alina, putrinya. Alina yang lebih semangat untuk ikut ke Titanic. Bukan Suleman, kakak Alina.

Tapi Alina terbentur persyaratan dari OceanGate: yang boleh ikut menyelam harus yang sudah berumur 18 tahun. Alina baru berumur 17 tahun. Maka Suleman yang diajak.

Suleman sendiri, Anda sudah tahu, hobinya main Rubik’s Cube –kubus ajaib itu. Sejak remaja. Sampai dewasa. Ia selalu membawa kubus ajaib ke mana-mana. Ia ingin memecahkan rekor dunia: menyusun kembali warna-warna di kubus ajaib dalam 3,3 menit. Rekornya sendiri sudah 11 menit.

Pun ketika memasuki kapsul Titan, Suleman membawa mainannya itu.

Keberangkatan Dawood dan anak sulungnya dijadwalkan tahun 2020. Tapi wabah Covid menjadi pandemi. Program itu ditunda. Umur Alina pun sudah meningkat jadi 18 tahun. Tapi Suleman sudah telanjur didaftarkan dan kian ingin juga ke Titanic.

Sebelum keputusan final, Dawood, istri, Suleman, dan Alina bertemu bos OceanGate di London. Di sebuah kafe dekat Waterloo. Yang dibicarakan soal detail desain Titan dan keamanannya. Di situlah Dawood mantab: tetap berangkat bersama Suleman.

Tanggal 14 Juni mereka terbang dari London ke Kanada. Mereka mendarat di Toronto. Dari Toronto terbang lagi ke St John’s di Pulau Newfoundland. Yakni  pulau paling timur Kanada. Di situlah dermaga OceanGate. Kapal Polar Prince sudah sandar di situ dan siap berangkat.

Ada masalah serius. Cuaca jelek. Pesawat Dawood dari Toronto ke pulau itu dibatalkan. Baru ada keesokan harinya. Waktu sudah mepet. Besoknya pun pesawatnya delay lama. Padahal seharusnya, sehari sebelumnya ia sudah tiba. Akhirnya tengah malam Dawood, istri, dan dua anaknya baru mendarat di pulau itu. Padahal kapal Polar Prince sudah harus lepas sauh pada pukul 05.00 pagi.

Tapi masih untung. Masih sempat. Meski waktunya serba mepet.

Selama 4 hari mereka naik kapal itu: menuju titik tenggelamnya kapal Titanic. Sejauh sekitar 500 km.

Di kapal Polar Prince mereka tidur di dua tempat tidur bertingkat. Dawood di tingkat bawah, istrinya di atas. Suleman dan adiknya di tempat tidur tingkat satunya.

Tiap hari ada brifing dari kapal itu. Dua kali. Jam 7 pagi dan 7 malam. Yakni brifing tentang semua hal terkait dengan wisata ke dasar laut itu.

Mereka tidak menyebutnya wisata. Itu adalah ekspedisi. Orangnya pun tidak disebut turis. Mereka disebut mission specialist. Kantor di kapal Polar Prince disebut Command Central.  Pengurus disebut mission director. Rakit disebut launch and recovery platform. Ada juga istilah setelah peluncuran pesawat luar angkasa: countdown to launch.

Semua istilah yang dipakai itu meniru istilah-istilah di misi penerbangan luar angkasa. Jadinya terasa lebih menantang dari sekadar disebut ”menyelam” dan ”penyelam”.

Di kapal Solar Prince banyak sekali spesialis penyelam. Mereka membantu semua mission specialist dan proses peluncuran kapsul Titan.

Selama empat hari di pelayaran menuju titik 0 itu, Dawood kian mantap. Ia bertemu dengan calon penumpang lainnya yang hebat-hebat. Salah satunya: Paul Henri Nargeolet. Ia sudah lebih 38 kali melakukan ekspedisi ke reruntuhan Titanic. Satunya lagi seorang ahli bidang luar angkasa asal Colorado. Ia adalah Alan Stern. Orang NASA yang ikut terlibat dalam misi ke horizon baru. Yakni bagaimana manusia bisa ke planet Pluto dan Kuiper.

Dawood lebih ingin lagi ikut misi ini. Ia digambarkan seperti anak kecil yang dapat mainan baru. Istrinya yang bilang begitu.

Tanggal 17 Juni, kapal OceanGate tiba di titik 0. Berhenti di situ. Di sebelahnya dihampar rakit terapung. Rakit ini sekaligus jadi landasan untuk peluncuran kapsul Titan.

Jam 07.00, tanggal 18 Juni, adalah saat pemberangkatan. Dawood dan Suleman sudah mengenakan pakaian khusus. Juga mengenakan penutup kepala. Di kedalaman laut nanti sangat dingin.

Suleman turun ke rakit di sebelah kapal. Lincah. Sambil membawa kubus ajaib. Dawood agak kurang lincah. Ia perlu dibantu seseorang untuk turun ke rakit. Chritine, istrinya, melihat adegan itu dari kapal Polar Prince.

Dawood terlihat membawa tustel Nikkon. Terhuyung di atas rakit. Ibu dan putri berdoa agar Dawood tidak terjengkang dan masuk laut.

Dari rakit inilah mereka masuk ke dalam kapsul. Dari bagian belakang. Agak sulit. Seperti masuk ke dalam bagasi mobil SUV dari belakang.

Kapsul itu memang kecil. Panjangnya hanya 6,7 meter. Lebarnya 2,54 meter. Bahkan ruang yang bisa diisi 5 orang itu hanya di bagian tengahnya. Mereka duduk di alas lantai. Sandaran kursi tidak berkaki. Atau sandaran dinding kapsul.

Mereka bisa melihat ke luar lewat ‘kaca’ depan. Yakni bahan bening terbuat dari akrilik. Bahan inilah yang kelak akan diputuskan apakah sebagai penyebab gepreknya Titan. Atau yang lain: campuran baja yang terdiri dari karbon dan titanium yang kurang sempurna. Atau baut-baut. Atau pipa oksigen. Atau apa pun.

Setelah lima orang itu masuk kapsul, petugas di atas rakit menutup pintu belakang kapsul  itu. Semua mur-bautnya dipasang. Dikencangkan.

Kapsul Titan pun diluncurkan ke dalam laut. Menimbulkan riak kecil. Christine, wanita kulit putih asal Jerman, melihatnya dari kapal. Bersama Alina. Itulah pandangan terakhir mereka atas Dawood dan Suleman.

Harusnya, dua setengah jam kemudian kapsul itu sampai ke dasar laut. Ke reruntuhan Titanic.

Christine dan Alina terus menunggu di kapal. Dengan harapan, dua hari kemudian akan bertemu Dawood lagi di situ.

Tapi, baru 1,5 jam berlalu, Christine mendengar pembicaraan bahwa kapal Solar Prince itu kehilangan kontak dengan Titan. Itu tidak terlalu mengejutkan. Belum. Pernah juga seperti itu. Antara kapsul dan kapal tidak ada hubungan telepon. Tidak ada GPS pula. Informasi hanya berupa teks lewat gelombang. Yang kadang teks itu ikut timbul tenggelam.

Tapi teks dari Titan itu tidak muncul lagi agak lama. Pun sampai satu jam berikutnya. Dan jam berikutnya. Padahal, menurut protokol OceanGate, begitu hubungan putus selama 1 jam misi harus dibatalkan.

Caranya: pemberat yang ada di Titan dilepas. Ada pemberat yang dipasang di Titan. Yakni untuk mempercepat tiba di dasar laut. Setelah pemberat dilepaskan, Titan berusaha mengapung. Yakni mengarahkan Titan ke permukaan laut lewat mesin pendorong elektrik.

Ketika kehilangan kontak itu proses penyelaman baru 1,45 jam. Berarti belum sampai ke Titanic. Masih satu jam lagi.

Setelah empat jam tidak juga ada hubungan teks, Command Central menghubungi pusat-pusat pencarian bawah laut. Termasuk ke angkatan laut Amerika Serikat.

Pencarian dilakukan. Christine mengatakan ke NYT ia sering lama memandang ke segala arah laut. Siapa tahu kapsul tiba-tiba menyembul di arah sana.

Yang ditunggu tidak pernah menyembul. Pada hari keempat dipastikan Titan telah geprek. Serpihannya ditemukan.

Dawood dan anaknya tergeprek di Titan. Bersama kubus ajaib dan kamera Nikon-nya.

Saya mengagumi liputan NYT. Meski baru berhasil lebih 10 hari dari kejadian, ceritanya tetap menarik. Media dunia pun banyak mengutip NYT, termasuk tulisan saya ini.

NYT telah bersusah payah mendapatkan cerita itu. Penghargaan pada kerja jurnalistik serius seperti itu sering kalah dengan munculnya kebenaran baru. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayKapsul Geprek

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Next Post
TMMD ke 117, Kodim 1304 Poles Desa Kemiri, Material Mulai Didistribusi

TMMD ke 117, Kodim 1304 Poles Desa Kemiri, Material Mulai Didistribusi

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.