logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Persepsi

Di Gorontalo : Tidak Jual Binthe Biluhuta tapi Jual “Milu Siram”

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Wednesday, 7 June 2023
in Persepsi
0
Di Gorontalo : Tidak Jual Binthe Biluhuta tapi Jual “Milu Siram”

Arifasno Napu. (foto : dok/dinkes.gorontaloprov.go.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dr. Arifasno Napu, SSiT, MKes

Salam Gizi!!! (Jawabannya “ Sehat Melalui Makanan”).

Seorang pelayan restoran (waitress) terkenal di Gorontalo menanyakan, bapak mau pesan apa? Dijawabnya mau pesan “binthe biluhuta”. Pelayan restoran menyatakan: mohon maaf bahwa di restoran ini tidak jual binthe biluhuta tapi hanya “milu siram”.

Binthe biluhuta adalah makanan tradisional/khas daerah Gorontalo yang dibuat berdasarkan resep khas daerah yang sudah ada dari generasi sebelumnya dan menggunakan bahan makanan lokal.  Makanan ini biasanya sebagai selingan pada pukul 09.00 sampai sebelum makan siang, tetapi banyak masyarakat telah menggunakan binthe biluhuta sebagai makanan utama misalnya untuk makan siang atau makan malam (1).

Adapun bahannya: adalah jagung muda maupun yang tua (jagung lokal namanya binthe kiki; jagung kuning; jagung putih, jagung pulut); udang kecil-kecil (hele) atau ikan kecil-kecil (duwo), atau ikan tuna; daun bawang, daun kemangi, kelapa parut (pakai dudangata/ alat parut tradisional); bawang goreng; sambalnya cabe dan bawang merah yang diulek, jeruk nipis dan garam (2);

Related Post

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Politik Rangkul Ulama

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Cara membuatnya sangat sederhana yakni: dibersihkan dulu jagung yang sudah dipipil, kemudian direbus hingga matang; bila menggunakan udang kecil-kecil/hele atau duwo (ikan kecil-kecil) tidak perlu dimasak terlebih dahulu, tapi langsung bisa diseduh dengan air dan jagungnya yang sudah matang lunak; bila mnggunakan ikan, biasanya ikan laut yang direbus dulu kemudian disuir-suir; daun bawang diiris tipis-tipis dan kemangi dipisahkan dari tangkainya yang masih bentuk daun utuh; jeruk nipis; bawang goreng, garam secukupnya. Ikan yang sudah disuwir-suwir ditaruh di waskom, ditambahkan daun bawang, daun kemangi, kelapa parut  lalu diseduh dengan air jagung yang masih mendidih sekaligus jagung yang dicampurkan dalam Waskom tersebut. Ditambah sambal, garam, jeruk nipis, dan bawang goreng (2).

Zaman dulu, agar lebih enak sebelum diseduh dengan air jagung dan sekaligus jagung dimasukkan dalam Waskom, sambal yang telah dulek dicampur kelapa kemudian ditambahkan dengan minyak kelapa lokal (minyak kelapa kampung) 1-2 sedok makan sambil dicampurkan sampai rata minyak kelapa tersebut. Terasa bumbu dan cita rasa jagung karena telah bercampur dengan wanginya minyak kelapa. Tentunya dengan cara pengolahan demikian lebih memberikan cita rasa yang tepat dan lebih khas.

 Pada tahun 2010-2013 dilakukan riset tentang makanan tradisional Gorontalo di 6 daerah kabupaten kota di Gorontalo dengan responden 3 generasi yakni generasi pertama adalah nenek, generasi kedua anak perempuannya, dan generasi ketiga cucu dari sinenek yang sedang sekolah di SMP/sederajat. Khusus untuk responden generasi pertama yang berumur 60 tahun ke atas bahkan ada yang berumur lebih dari 90 puluh tahun. Ketika ditanyakan kepada mereka sang nenek ini tentang kapan binthe biluhuta pertama kali dibuat? Para nenek menjawab: dulu “saat nenek ini masih gadis sempat bertanya pada neneknya dengan pertanyaan yang sama yakni sejak kapan binthe biluhuta pertama kali dibuat, kemudian nenek mereka menjawab bahwa waktu mereka masih gadis bertanya pula pada neneknya tentang kapan pertama kali binthe biluhuta ini dibuat?. Inilah ciri bahwa makanan tersebut adalah tradisional karena dibuat dengan resep khas daerahnya dan sudah ada secara turun temurun yang tidak diketahui sejak kapan dan siapa yang pertama kali membuat atau mengkonsumsinya (1).

Binthe biluhuta telah diabadikan dalam lagu daerah nasional dan baru-baru ini dinyanyikan di Istana dalam rangka kemerdekaan RI ke 77. Pak Rusdin Palada (Ka Rusu) adalah pencipta dan arrangementnya pada tahu 1975 di Jakarta (4). Jika disimak lagu ini dapat dikatakan bahwa begitu besar penghormatan atau pengagungan Gorontalo terhadap makanan tradisionalnya, namun ironis bahwa sekarang  sudah sangat banyak yang tidak mengenalnya.

Bila kita ke Manado, di warung atau restoran menyediakan berbagai menu diantaranya “milu siram” termasuk menyediakan “tinutuan”. Tetapi di warung atau rumah makan di Gorontalo menu yang disajikan diantaranya “milu siram” dan makanan khas daerah lain yang tersedia masih tetap dengan nama tradisional diantaranya “tinutuan”. Apakah ini menggambarkan rasa cinta, rasa bangga, rasa memiliki orang Gorontalo terhadap hasil karya peninggalan lelurhurnya sudah terabaikan?

Hari ini ketika para tamu dari dalam maupun luar negeri hanya mengetahui bahwa binthe biluhuta tidak ada di Gorontalo, namun yang ada adalah “milu siram”. Bahkan lebih aneh lagi karena orang Gorontalo mau ikut-ikutan dengan istilah yang dianggap keren, sehingga tidak sedikit binthe biluhuta dikatakan sop jagung Gorontalo.

Semakin tidak dikenal bahkan semakin dilupakannya Binthe biluhuta mencerminkan bahwa Gorontalo sedang tertidur dengan kekayaannya, sehingga yang mengelola dan mengambil hasilnya adalah daerah lainnya? Binthe Biluhuta dengan syairnya telah menggambarkan kehebatan daerah dari kreativitasnya membuat atau meracik makanan dan menggunakan bahan lokalnya (5).

Syair binthe biluhuta dapat menggambarkan tentang (5): Binthe bilihuta ula ulau loduwo (binthe biluhuta berlauk atau bercampur duwo) bermakna bahwa di Gorontalo ada “duwo” ikan khas daerah Gorontalo yang sulit ditemukan di daerah lainnya dan ini tercampur didalamnya. Wanu olamita ngoinda mopulito (bila enak pasti akan cepat habis termakan): Gorontalo sangat mengindahkan cita rasa yang khas didasari oleh bahan-bahan yang alami, dan tentunya baik untuk kesehatan karena tinggi antioksidan.

 Binthe Biluhuta malo sambe lolowo, malita dadata orasawa to huwoto (binthe biluhuta sangat pedas, cabe yang banyak terasa sampe ke tenggorokan): Rasa pedas di Gorontalo merupakan kebiasaan mengkonsumsi cabe rawit. Pedas yang sangat menggambarkan kejujuran, karena bumbu-bumbu tidak tercampur dengan gula pasir atau bahan lain sebagai kamuflase. Untuk para wisatawan atau keluarga kita yang tidak hidup di Gorontalo, rasa pedas ini harus diantisipasi dengan cara menyendirikan sambalnya pada tempat tertentu bukan dicampurkan langsung pada binthe biluhuta.

Monga binthe, binthe biluhuta. Timi idu bele dila ta motolawa (Makan binthe biluhuta yang menjadi kebiasaan dan tidak pernah ketinggalan di tiap rumah tangga): Binthe biluhuta menjadi makanan favorit di tiap rumah tangga, yang tentunya ini satu upaya yang tidak ketergantungan pada beras. Ini tergolong sebagai makanan utama yang lengkap yakni ada sumber makanan pokok berupa jagung, ada lauk berupa hele atau duwo atau ikan, ada sumber lemaknya yakni kelapa parut sebagai lemak medium, ada sayur berupa daun bawang, kemangi, biasanya ditambahkan terong, sambal dan bawang merah. Ada penambah rasa yang alami dan sumber bahan elektrolitnya yakni Natriun Clorida (NaCl) dan jeruk nipis sebagai sumber vitamin C yang sangat baik juga biasa pakai belimbing wuluh. Jadi makanan ini menyegarkan (setiap yang makan binthe biluhuta pasti berkeringat), baik untuk meningkatkan imun karena zat gizi yang alami dan lengkap.

Binthe biluhuta diyaluwo to uwewo, binthe biluhuta bome to Hulonthalo (Binthe biluhuta tidak terdapat di daerah lain, binthe biluhuta hanya di Gorontalo): Syair terakhir menjadi simpulan tulisan ini karena ada kesenjangan antara fakta dengan kenyataan. Di Gorontalo nama binthe biluhuta sudah tidak dikenal, namun yang dikenal adalah milu siram. Sementara di daerah lain, sama sekali mereka tidak mengenal binthe biluhuta tetapi yang dikenal adalah milu siram. Ke depan bisa saja akan ada daerah yang menyatakan bahwa binthe biluhuta tidak ada di Gorontalo karena bukan dari Gorontalo dan milu siram itu berasal dari daerah lain. Sementara bila berkiblat ke Jepang sebagai negara tercanggih di dunia yang masih tetap mempertahankan warisan leluhurnya terutama makanan tradisional mereka, masih tetap menggunakan nama dan sistem pengolahan yang tetap dipertahankan. Contohnya sashimi, adalah makanan berbahan mentah berupa ikan laut yang dipotong-potong kecil kemudian ditaruh bumbu dan dimakan mentah.

Sesungguhnya dalam melestarikan dan mengembangkan makanan tradisional Gorontalo, telah ada Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 03 Tahun 2015 tentang Pembelajaran Ilmu Gizi Berbasis Makanan Khas Daerah Gorontalo(3). Untuk menjawab permasalahan sebelumnya bahwa Perda yang telah dilengkapi dengan kurikulum dan bahan ajar, apakah sudah diterapkan dengan baik di SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/MA/SMK/ sederajat bahkan perguruan tinggi?

Semoga tulisan ini bermanfaat, bersama berkarya sebagai ibadah, Aamiin! (*)

Penulis adalah Pengamat Gizi dan Kesehatan. Mengajar Ilmu Gizi, Kesehatan, Olahraga, Budaya di Perguruan Tinggi, Ketua Pergizi Pangan Indonesia Gorontalo,  Wakil Ketua Kwarda Gorontalo, Pembina DPD PERSAGI Gorontalo, Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI) Provinsi Gorontalo, Dosen Poltekkes Gorontalo.

Tags: arifsano napubinte biluhutagizijagungMilu Siram

Related Posts

Yusran Lapananda

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Thursday, 5 March 2026
Muhammad Makmun Rasyid

Politik Rangkul Ulama

Tuesday, 3 March 2026
Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Tuesday, 3 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Husin Ali

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026
Next Post
Tiga Bintang

Tiga Bintang

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.