logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Khalistan Rashtra

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Wednesday, 1 March 2023
in Disway
0
Khalistan Rashtra
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

ASPIRASI Hindu Rashtra menimbulkan reaksi di utara: ada yang ingin memisahkan diri dari India. Keinginan kelompok besar itu agar India resmi menjadi negara Hindu, disambut gerakan agar Khalistan menjadi negara Sikhs.

Khalistan adalah wilayah yang didominasi umat Sikhs. Ada satu aliran besar dalam Sikhs. Mereka menyebut diri sebagai Khalis. Khalistan berarti negaranya orang Khalis. Aliran ini sangat kanan. Mereka ingin orang Sikhs harus menjalankan syariat secara murni. Itu semacam gerakan pemurnian ajaran Sikhs. Termasuk harus melaksanakan aturan: tidak boleh makan daging yang binatangnya disembelih secara salah.

Selasa lalu timbul peristiwa berdarah di wilayah itu. Di kota kecil Ajnala. Sekitar satu jam dari Amritsar, ke arah utara. Atau sekitar 1,5 jam dari pusat Islam Ahmadiyah.

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Saya mengenal baik wilayah ini. Tiga hari tinggal di Amritsar, sebelum pandemi, membuat saya amat terkesan. Lalu bisa membayangkan dinamika yang ada di sana. Apalagi ditambah tiga hari lagi berada di kawasan yang sama, di sisi Pakistannya.

Sebenarnya dari satu sisi ke sisi lain itu saya cukup jalan kaki 10 menit. Menyeberangi perbatasan yang satu hamparan datar. Tapi hari itu, untuk bisa ke sana, saya harus naik pesawat dari New Delhi ke Lahore lewat Singapura.

Selasa lalu, kantor polisi Ajnala dikepung massa yang beringas. Besar sekali. Kantor polisi diduduki. Mereka berhasil menerobos barikade. Tiga personel polisi terluka. Massa membawa senjata berupa pedang, tongkat dan batu. Mereka juga membawa simbol-simbol agama, termasuk gambar besar pemimpin aliran mereka: Amritpal Singh.

Massa menuntut agar seorang pengikut Khalis yang sedang ditahan dibebaskan. Yang ditahan itu seorang petani kecil tapi juga aktivis militan Khalis. Namanya: Lovepreet Singh. Ia pemberani. Panggilan sehari-harinya: Toofan.

Di sana, panggilan Toofan memang biasa diberikan kepada siapa saja yang pemberani. Di daerah itu ada orang serupa bernama Aziz Ali. Maka ia dipanggil Toofan Ali.

Toofan ditahan atas pengaduan aktivis Sikhs juga: Barinder Singh. Barinder merasa diculik, dipukul dan dompetnya dicuri. Dompetnya sendiri tidak penting, tapi ada uang di dalamnya.

Maka Toofan dikenakan pasal 365, 379, 323, dan 149 KUHP India. Culik, curi, cukil, culas.

Tentu latar belakang sebenarnya adalah agama. Barinder Singh dianggap sering berbeda pandangan dengan Amritpal Singh. Barinder sering menerima ancaman: lewat WA.

Barinder, menurut laporannya, sedang naik mobil. Ia mau menuju satu tempat yang disepakati. Di tempat itulah rencananya akan dilakukan dialog. Mobil Barinder ternyata dicegat di tengah jalan. Ia dipukuli. Uangnya dicuri.

Ketika Toofan ditahan kerusuhan meledak di kantor polisi. Akhirnya Toofan dibebaskan. Setelah itu polisi mengurus prosedur pembebasannya. Polisi minta ke pengadilan Ajnala agar Toofan dibebaskan.

Di sana polisi tidak bisa membebaskan tahanan tanpa perintah pengadilan. Polisi harus mengajukan alasan mengapa minta pembebasan. “Pihak Amritpal mengirim bukti, saat pencegatan mobil itu Toofan tidak ada di sana,” ujar polisi seperti ditulis Tribune India pekan lalu.

Pemimpin aliran Khalis ini memang radikal. Anak muda. Umur 30 tahun. Lahir di Amritsar, Punjab. Tinggal di Dubai.

Tahun lalu Amritpal pulang. Ia didaulat untuk menggantikan pemimpin aliran Khalis yang meninggal mendadak: Deep Sidhu. Tokoh radikal ini meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas.

Aliran Khalis (Khalsa), didirikan oleh Guru Gobind Singh. Ada luka yang dalam sebagai latar belakang pendirian aliran itu. Ayahnya jadi korban saat bagian utara India ini ditaklukkan kerajaan Islam, Mughal.

Setelah dinasti Mughal berakhir, Sikhs menguasai kembali kawasan itu. Di bagian lebih ke selatan kembali dikuasai Hindu.

Dinasti Mughal berakhir. Islam masih tetap besar di situ meski tidak lagi yang terbesar dan berkuasa.

Kelak, ketika India dan Pakistan terpisah, umat Islamnya tergopoh-gopoh pindah ke wilayah Pakistan. Hanya diberi waktu 24 jam. Ribuan orang meninggal dunia.

Hanya sedikit orang Islam yang bertahan di situ: orang-orang Ahmadiyah.

Sebaliknya, umat Sikhs dan Hindu yang ada di wilayah Pakistan pindah ke wilayah India. Juga tergopoh-gopoh. Hanya punya waktu 24 jam. Ribuan juga yang meninggal dunia.

Di zaman dinasti Mughal pendiri Khalis membuat pasukan kesatria khusus. Yakni untuk melindungi umatnya dari ancaman penguasa baru yang Islam. Lalu jadi sangat militan. Pun sampai ke soal pakaian. Bahkan nama belakang Singh diciptakan pada zaman itu: artinya baja. Yang wanita pakai nama Kaur. Artinya: Putri terhormat.

Aturan aliran Khalis ini juga ketat. Termasuk makannya harus halal versi mereka: tidak boleh makan daging yang dipotong perlahan. Itu tidak kutha. Daging yang boleh dimakan haruslah daging binatang yang matinya secara mendadak: sekali tebas atau sekali pukul. Si binatang tidak sadar kalau akan dimatikan.

Rokok juga dilarang. Alkohol dilarang. Selingkuh dilarang. Seks pranikah dilarang.

Orang-orang Sikhs aliran Khalis terus memperjuangkan kemerdekaan Khalistan. Pisah dari India.

Mana saja yang masuk wilayah Khalistan?

Dulunya adalah seluruh wilayah yang dominan penganut Sikhs: Chandigarh, Haryana, sampai Aghra di selatan, Punjab di barat dan Himachal Pradesh di utara –lereng gunung Himalaya.

Golongan Khalis yang lebih radikal sampai memasukkan wilayah Punjab-nya Pakistan ke dalam Khalistan. Bahkan mereka pernah merencanakan beribu kota di Lahore, kota besar di Pakistan.

Ulama terbesar Sikhs, Guru Nanak, dimakamkan di dekat Lahore. Kini dibangun koridor khusus dari Punjab-nya India ke Punjab-nya Pakistan. Khusus dari perbatasan India ke makam Guru Nanak. Agar umat Sikhs di India bisa jalan kaki langsung ke makam itu. Tanpa harus muter lewat jalan raya ratusan kilometer.

Namun cita-cita merdeka Khalistan itu tidak mungkin lagi. India tidak akan mau. Bahkan kini kelompok Khalis dianggap separatis. Orang seperti Amritpal juga diincar penguasa India.

Ia hanya diuntungkan oleh gerakan Hindu Rashtra. Yakni kelompok besar dalam partai penguasa yang menginginkan India resmi menjadi negara Hindu. “Kalau kami dianggap separatis, kelompok Hindu Rashtra juga harus dianggap separatis,” ujar Amritpal.

Berada di kawasan mayoritas Sikhs ini rasanya seperti di wilayah seribu masjid. Di mana-mana mencuat bangunan berkubah dengan menara tinggi. Mirip bangunan masjid di Indonesia. Itulah tempat ibadah umat Sikhs.

Pun ketika berada di Amritsar, di Gurdwara, rasanya seperti di Masjidil Haram, Makkah. Jamaah Sikhs dari berbagai penjuru dunia melakukan ritual di situ. Saya sampai| tiga kali masuk ke kuil terbesar Sikhs itu: salah satunya pada jam 04.30, ketika salah satu sembahyang terpentingnya dilaksanakan di kuil itu.

Tentu di dalam Sikhs juga terpecah-pecah. Bahkan ada yang menganggap Khalis sudah terlalu jauh. Sampai-sampai ada pertanyaan: apa beda Sikhs dan Khalis. Jawabnya pun dibuat tidak terlalu serius: Sikhs adalah orang yang percaya pada ajaran Guru Nanak, Khalis adalah yang pakai turban.

Semangat beragama memang tinggi sekali di seluruh India. Tapi ekonomi India kini tumbuh paling tinggi di dunia. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswaygorontalohariinigorontalopostgorontaloupdateKhalistan Rashtra

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Susasana unjuk rasa tolak Perppu, yang berlangsung di Bundaran Saronde, Selasa (28/2/2023). (F. Zulkifli/ Gorontalo Post)

Demo Tolak Perppu Cipta Kerja Nyaris Bentrok

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

Friday, 25 August 2023

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.