logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

“Legacy dan Intimacy” di Bumi Pertiwi

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 23 February 2023
in Persepsi
0
Leni Marlina, SE

Leni Marlina, SE

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Leni Marlina, SE

Mutasi dan rotasi merupakan fenomena yang biasa terjadi di sebuah organisasi. Keduanya merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia (SDM). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi pegawai, mengembangkan motivasi, meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kerja, mutu proses pekerjaan dan produktifitas serta efisiensi organisasi. Beberapa peraturan telah di gulirkan untuk memayungi itu semua dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil serta Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 216/PMK.01/2018 tentang Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kementerian Keuangan.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan penerapan sistem merit dalam kebijakan dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam Undang-Undang tersebut, sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi. Tujuan penerapan sistem merit adalah untuk memastikan jabatan di birokrasi pemerintah diduduki oleh orang-orang yang profesional, dalam arti kompeten dan melaksanakan tugas berdasarkan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN. Guna mendorong terwujudnya tujuan tersebut.

Tujuan sistem merit adalah :

  • Merekrut ASN yang profesional dan berintegritas, serta menempatkan mereka pada jabatan-jabatan birokrasi pemerintah sesuai kompetensinya;
  • Mempertahankan ASN melalui pemberian kompensasi yang adil dan layak;
  • Mengembangkan kemampuan ASN melalui bimbingan dan diklat;
  • Melindungi karier ASN dari politisasi dan kebijakan yang bertentangan dengan prinsip merit (nepotisme, primordialisme)

Untuk dapat mewujudkan tujuan diatas dapat mengimplementasikan Program Kerja 100 hari sebagai akselerasi, diantaranya :

Related Post

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

  • Pengenalan tugas, pokok, fungsi pekerjaan, antara lain:
  1. Mempedomani ketentuan organisasi dan tata kerja untuk mewujudkan organisasi yang efektif dan efisien guna meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas organisasi;
  2. Menyusun Kontrak Kinerja untuk pencapaian trajectory Indikator Kinerja Individu (knowing our task);
  3. Menyusun program-program strategis, merumuskan kebijakan-kebijakan strategis, memitigasi serta solutif dalam penanganan permasalahan;
  4. Penguatan tugas dan fungsi unit vertikal DJPb sebagai Treasurer, Regional Chief Economist (RCE), Financial Advisor di daerah, dan yang terbaru yaitu InTress dan Shadow Organization;
  5. Membudayakan proses evaluasi pelaksanaan pekerjaan;
  6. Berupaya meningkatkan hasil kerja pribadi yang lebih tinggi dari standar yang ditetapkan, mencari dan mencoba metode kerja alternatif untuk meningkatkan hasil kerja melalui pengembangan inovasi yang dapat mendukung kinerja individu maupun organisasi;
  • Pengenalan terhadap atasan dan bawahan

Mengacu pada kerangka penguatan integritas (Integrity Frame work), komitmen pimpinan sangat diperlukan untuk membangun intimacy. Komitmen pimpinan disini berupa sikap dan perilaku pimpinan yang mencerminkan keteguhan dan konsistensi dalam mendukung dan mendorong berbagai kebijakan

Bentuk komitmen pimpinan antara lain :

  1. Tone at the top, ucapan, kehendak yang nyata dari pimpinan dalam menjalankan fungsinya sesuai prinsip dan nilai integritas;
  2. Walk the talk, perbuatan yang nyata dan konsisten sesuai dengan ucapan dan kehendak pimpinan;
  3. Role model, cerminan perilaku terbaik dari seorang pimpinan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan perubahan bagi dirinya dan orang lain.

Intimacy juga bisa di bangun melalui :

  1. Knowing our employee, membangun kedekatan antar pegawai;
  2. Memahami profil pegawai, untuk memetakan kekuatan dan kelemahan team work;
  3. Membangun komunikasi yang efektif dengan menggunakan gaya komunikasi informal untuk meningkatkan hubungan professional;
  4. Gugus Kendali Mutu secara periodik dalam mewujudkan coaching and councelling (CnC) dan Dialog Kinerja Individu (DKI).
  • Pengenalan Lingkungan Kerja, antara lain :
  1. Berdiskusi dan berinteraksi sesama rekan kerja, lintas bidang/bagian, squad team, borderless, menghilangkan ego sentris sehingga setiap pegawai dapat bersinergi dan berkolaborasi mendukung pola pikir dan pola kerja budaya kerja organisasi;
  2. Membangun hubungan professional dengan stakeholders;
  3. Membangun kedekatan dengan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), kesuksesan sebuah kantor tidak lepas dari dukungan PPNPN.
  4. Membentuk media publikasi dan komunikasi sebagai brand image;
  • Pengenalan Lokasi-Lokasi Penting, antara lain :
  1. Local wisdom (kearifan lokal), untuk mengenal budaya, bahasa dan adat kebiasaan;
  2. Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terkait wisata kuliner, objek wisata dan beragam budaya lainnya;
  3. Berkunjung ke lokasi tujuan guna memperkaya khasanah dan wawasan keberagaman budaya bangsa;
  4. Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata untuk memberikan sharing knowledge kesenian, kebudayaan dan pariwisata.

Program Kerja 100 hari kiranya dapat mendukung penerapan sistem merit dalam manajemen ASN di instansi pemerintah sebagai upaya untuk mewujudkan ASN yang profesional, guna mendukung tercapainya tujuan reformasi birokrasi, yaitu birokrasi yang efisien, efektif, dan melayani. Mari kita torehkan “Legacy dan Intimacy” di bumi pertiwi. Tetap semangat tebarkan manfaat. (*)

Penulis adalah Kepala Seksi Analisa Statistik dan Penyusunan Laporan Keuangan,
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo

Tags: DJPb Gorontalokementerian keuanganKPPN GorontaloLeni MarlinaSistem MeritUU ASN

Related Posts

Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Paripurna Istimewa HUT Kota Gorontalo, Dekot Bakal Tampilkan Kearifan Lokal

Paripurna Istimewa HUT Kota Gorontalo, Dekot Bakal Tampilkan Kearifan Lokal

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.