logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Emosi Serumpun

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 10 January 2023
in Disway
0
Emosi Serumpun
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Ya Tidak

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Oleh:
Dahlan Iskan

“INDONESIA itu sudah seperti negerinya yang kedua,” ujar sahabat Disway asal Malaysia.

Saya bertanya kepadanya: bagaimana bisa Anwar Ibrahim, perdana menteri Malaysia itu, berpidato dalam bahasa Indonesia yang begitu baik. Hampir tidak terasa logat Melayu-nya.

Saya termasuk yang hadir di acara kemarin sore itu. Di auditorium Bank Mega Jakarta. Chairul Tanjung, konglomerat pemilik Bank Mega, memang mengundang Anwar untuk mampir. Anwar lagi berkunjung ke Jakarta. Bertemu Presiden Jokowi kemarin pagi.

Ke Jakarta adalah kunjungan pertama Anwar ke luar negeri setelah menjabat perdana menteri akhir November lalu. Begitulah sopan santun hubungan persahabatan antar negara. Mengutamakan sahabat sejati. Seperti juga presiden Amerika Serikat yang selalu ke Inggris dulu sebelum ke negara lain –kecuali Donald Trump.

Atau juga perdana menteri baru Jepang yang selalu harus  ke Amerika dulu sebelum ke lainnya.

Indonesia adalah negara serumpun dengan Malaysia. Bisa juga dianggap sebagai saudara tua. Kata-kata serumpun itu memang tidak lagi sesering dulu diucapkan di publik. Kemesraan antar dua negara seperti sudah berlalu. Yang lebih sering muncul justru caci-maki. Soal perbatasan, soal hak cipta budaya, soal TKI dan soal sepakbola yang hampir selalu kalah.

Kata ”serumpun” itu sebenarnya riil. Begitu banyak orang Minang di Negeri Sembilan. Begitu mengakar orang Aceh di semenanjung. Begitu erat kekeluargaan orang Riau dan Melaka. Begitu terasa keberadaan orang Bugis di Selangor. Pun turunan Banten dan Jawa.

Dua negara ini dulunya memang satu. Bahkan tiga negara –yang satu lagi Singapura. Pulau Singapura itu, ketika masih bernama Temasek, adalah salah satu ”provinsi” di kerajaan Riau. Yang ibukotanya Tanjung Pinang.

Kesatuan serumpun itu pernah juga diwujudkan di  tahun 1470-an. Ketika Portugis kali pertama akan menyerang pelabuhan besar Melaka. Waktu itu semua kerajaan Nusantara sepakat: kirim armada ke Melaka. Untuk mempertahankan Selat Melaka.

Kerajaan Aceh, Riau, Palembang, Banten dan Bugis kirim armada besar-besaran ke Melaka. Kerajaan Bugis mengirim armada yang terbesar.

Tapi armada Portugis terlalu kuat. Dengan senjata meriamnya yang tergolong senjata termodern saat itu. Melaka belum punya teknologi baru itu. Melaka jebol. Portugis menjajah Nusantara. Pasukan dari berbagai kerajaan itu tercerai berai. Masuk hutan. Jadilah mereka warga Semenanjung Melaka. Kawin-mawin. Belakangan keluarga mereka pun menyusul. Perdana Menteri NajibRazak pernah berterus terang: ia keturunan Bugis.

Usaha untuk membangkitkan hubungan serumpun itu sudah  sering dilakukan. Tapi belum ada yang terlihat nyata. TVRI pernah punya program bersama. Sudah lama pula mati.

Anwar Ibrahim termasuk yang punya semangat menghidupkan emosi serumpun seperti itu. Tapi belum ada tokoh puncak Indonesia yang punya emosi serupa. Jusuf Kalla harusnya punya. Tapi, dua kali menjadi wapres, tidak menunjukkan semangat ke sana.

Sedang teman-teman seangkatan Anwar sudah banyak yang meninggal. Atau tidak di posisi berkuasa.

Anwar sangat akrab dengan tokoh-tokoh muda Islam modernis Indonesia. Ia boleh dikata salah satu murid ideologi Kang Imad dari Bandung. Almarhum Imaduddin adalah tokoh pemikir Islam dari ITB. Anwar sering ke Jakarta dan Bandung sejak masih mahasiswa. Ia seperti dalam satu barisan dengan perjuangan angkatan muda Islam di Indonesia.

“Banyak yang mengira saya pernah sekolah di Indonesia,” ujar Anwar kemarin. “Saya tidak pernah sekolah di sini. Tapi saya punya banyak teman,” tambahnya. “Cewek juga tidak punya,” guraunya.

Semangat serumpun itulah yang ia tunjukkan saat bertemu Presiden Jokowi kemarin pagi. Di Istana Bogor. “Saya berbincang dengan Presiden Jokowi lama sekali. Sampai protokolnya kelihatan gelisah,” ujar Anwar. Tapi mereka terus berbincang. Pak Jokowi mengabaikan isyarat itu.

Tentu banyak yang dibicarakan. Mulai dari sawit sampai TKI. Termasuk ibukota baru Indonesia bernama Kota Nusantara. Anwar menilai ibukota baru itu baik bagi kawasan. Maksudnya, baik bagi Malaysia. Terutama Malaysia Timur: Sabah dan Serawak. Dari Sabah ke Nusantara itu memang akan lebih dekat dari pada dari Jakarta ke Nusantara.

Sebanyak 11 nota kesepahaman ditandatangani di depan Presiden Jokowi dan PM Anwar Ibrahim. Malaysia, diwakili 11 perusahaan itu, berminat ikut membangun Nusantara.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk menghadapi boikot sawit dari Uni Eropa. Indonesia dan Malaysia adalah negara nomor 1 dan nomor 2 penghasil sawit terbesar dunia.

Sebelum bertemu Presiden Jokowi, Minggu malam, Anwar Ibrahim makan malam bersama warga Malaysia yang ada di Jakarta. Di situ Anwar menegaskan: akan memberantas korupsi secara all out, sampai pun jabatan taruhannya. “Banyak orang Malaysia yang sudah frustrasi menghadapi korupsi ini,” ujarnya. “Banyak pemimpin yang mengaku membela Islam tapi tidak mencerminkan prinsip Islam dalam hal  korupsi,” tambahnya.

Anwar mengaku telah membaca buku karya Muchtar Lubis soal korupsi yang sudah jadi budaya. Ia juga membaca buku penyair Taufiq Ismail soal korupsi berjudul Malu Jadi Orang Indonesia.

Indonesia dan Malaysia jangan-jangan juga serumpun dalam hal korupsinya.

Rasanya Jokowi di Indonesia dan Anwar di Malaysia banyak yang bisa disepakati. Dengan atau tanpa emosi serumpun. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlanIskanDiswayEmosi Serumpunindonesiamalaysia

Related Posts

Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Sambil Menangis, Venna Melinda Minta Bantuan Hotman Paris

Sambil Menangis, Venna Melinda Minta Bantuan Hotman Paris

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Ops Patuh Otanaha 2026, 14 Hari Kepolisian Perketat Pengawasan di Jalan

Ops Patuh Otanaha 2026, 14 Hari Kepolisian Perketat Pengawasan di Jalan

Tuesday, 27 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.