logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Tenda Sendiri

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 26 November 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

Dahlan Iskan

ORANG Cianjur kembali waswas, kemarin malam. Gempa susulannya agak besar. Dua kali. Menjelang subuh. “Saya kembali tidur di tenda,” ujar Nanang, wartawan Radar Cianjur. Tenda itu ia buat sendiri. Di halaman rumah. Dari bahan terpal. Terpalnya dapat dari bantuan. Terpal itu disangga dengan tiang terbuat dari bambu.

Aman. Apalagi sehari kemarin tidak terasa ada gempa susulan lagi. Agak tenang. Tapi hujan turun sangat deras. Lantai tenda itu dialiri air hujan. Terpaksa Nanang meninggalkan tenda. Ke teras rumah.

Empat keluarga tinggal di tenda itu. Nanang, istri, dan dua anak. Lalu mertuanya. Dua lagi keluarga yang ngekos di rumah Nanang.

Hujan deras kemarin membuat  waswas warga pindah ke soal tanah longsor.

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Sebenarnya kian hari gempa susulan itu kian lemah, kecuali yang menjelang Subuh itu.

Sejak gempa 5,6 skala Richter Senin lalu, setiap saat memang masih terjadi gempa susulan. Menurut catatan BMKG, sejak hari itu, sampai kemarin, sudah terjadi 21 kali gempa kecil.

Rumah Nanang, tepatnya rumah mertua, hanya retak-retak kecil. Karena itu ia berani tidur di dalam rumah, kecuali menjelang subuh itu, terpaksa kembali ke tenda.

Usaha pencarian korban masih terus dilakukan. Tim dari Basarnas sangat mencolok kehadirannya.

Tiap hari ada saja drama yang terjadi di areal gempa. Ada anak umur 6 tahun ditemukan hidup setelah dua harmal tidak makan dan minum. Ia tertindih material bangunan, tapi ada bantal yang melindunginya. Juga ada pilar tembok yang roboh tapi menyisakan rongga kecil untuk dirinya. Saat ditemukan terlihat tangannya masih tergerak-gerak tapi sudah tidak bisa teriak. Ia segera disodori minum lewat penyedot minuman.

Lalu ditemukan juga anak kecil tapi dalam keadaan meninggal. Tiap hari para relawan dan TNI terus menemukan korban baru. Sehari kemarin saja ditemukan 11 mayat baru. Di antaranya 4 orang dalam satu mobil Avanza.

Mobil itu mengangkut kepala sekolah TK dan stafnya. Saat Senin lewat tengah hari itu melewati jalan raya Cugenang, terjadi gempa. Sekitar 13.30. Tebing di sebelah jalan raya itu longsor. Besar sekali. Tanah yang longsor itu sekitar 1 hektare luasnya. Mobil tersebut tergusur dari jalan raya oleh longsoran besar itu. Mobil terguling keluar jalan raya sekaligus tertimbun tanah longsoran itu.

Jalan yang dilewati mobil itu adalah jalan negara yang menghubungkan kota Cipanas dan Cianjur. Cugenang berada di pertengahan antara Cipanas- Cianjur itu.

Mobil itu dalam perjalanan dari sekolahnya menuju Sarungge Palace, sebuah hotel yang biasa dipakai pertemuan. Ada rapat kepala-kepala TK di Sarungge Palace.

Begitu besarnya longsoran di ruas Cugenang itu sampai sekitar 2 Km jalan raya antara Cipanas-Cianjur  buntu. Dua hari tim kementerian PUPR menyingkirkan longsoran tanah tersebut dari jalan raya.

Tentu banyak sekali korban di daerah ini. Siapa pun yang pernah melakukan perjalanan dari Bogor-Cipanas-Cianjur pasti melihat begitu banyak warung, kafe, dan tempat nongkrong di kanan kiri jalan antara Cipanas-Cianjur. Sate Shinta ada di sini. Tapi selamat. Hanya nyaris terkena longsoran.

Kerja keras menyingkirkan tanah longsoran itu baru tuntas kemarin. Karena itu akses menjadi terbuka. Banyaknya korban baru ditemukan sehari kemarin lantaran memang baru kemarin Basarnas bisa menjangkau ruas longsor itu.

Sehari kemarin saja ditemukan korban baru sekitar 30 mayat. Dengan demikian total korban meninggal akibat gempa Cianjur ini mencapai 310 orang.

Tentu gempa juga dirasakan sampai Cipanas. Tapi Istana Cipanas aman. Hanya kampung di sekitar Istana yang terdampak. Banyak juga bangunan yang rusak.

Pemerintah tentu membuat posko-posko dan tempat pengungsian. Tapi warga terlihat lebih memilih berkemah di dekat rumah masing-masing. Mereka mengatakan tidak mau dijadikan satu di tempat umum. Mereka tetap memilih lokasi yang bisa menjaga privasi keluarga. Mereka juga was-was meninggalkan rumah. Ada barang yang harus dijaga. Mereka tidak ingin barang-barang itu hilang.

Korban terbanyak lainnya adalah di desa-desa di sebelah barat kota Cianjur. Yakni di kawasan lereng Gunung Gede. Yang ketinggiannya sudah mencapai sekitar 1500 meter di atas permukaan laut.

Mereka waspada: gempa bisa membuat tanah retak. Hujan bisa membuat tanah retak itu longsor.

Mereka berharap cukuplah gempa susulan itu terjadi di Argentina dan Jerman agar warga Cianjur kembali tenang dalam menonton gempa-gempa di Piala Dunia. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Laga Hidup Mati

Laga Hidup Mati

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
15 RAMADAN: Lapangan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dipadati ribuan warga untuk berburu kacang dan pisang pada tradisi malam qunut, Kamis (5/3). Masyarakat setempat mengemasnya dalam bentuk festival. (foto: Aviva Dinanti Lambalano/ gorontalo post)

Malam Qunut, Tradisi Unik Berburu Kacang dan Pisang

Friday, 6 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.