logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Gagal Ginjal Akut, Gorontalo Tak Ada RS Rujukan

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 25 October 2022
in Headline
0
Gagal Ginjal Akut, Gorontalo Tak Ada RS Rujukan

Ilustrasi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Gorontalopost.id – Kasus gagal ginjal akut pada anak makin mengkhawatirkan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, memastikan satu anak probable gagal ginjal akut ditemukan di Gorontalo, pada 18 Oktober 2022 dan meninggal dunia, pada Ahad (23/10).

Lebih miris lagi, di daerah ini ternyata tidak didukung dengan fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit yang memadai dalam penanganan penyakit yang banyak menyerang anak-anak itu. Bahkan, tentaga kesehatan seperti dokter spesialis ginjal anak juga tidak terdapat di Gorontalo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr.Yana Yanti Suleman, kepada wartawan, Senin (24/10) mengatakan, Kementerian Kesehatan, melalui surat nomor 3461, hanya menetapkan 14 rumah sakit rujukan penanganan gagal ginjal akut progresif atipikal/acute kidney injury (AKI) di Indonesia.

Dari 14 rumah sakit itu, tak satu pun yang ada di Gorontalo. Rumah sakit rujukan terdekat adalah RSUP Prof.Kandou di Manado Sulawesi Utara atau RSUP Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Di wilayah Indonesia Timur, hanya ada RS Wahidin Makassar, dan RS Kandou Manado. Sehingga kami pilih yang terdekat merujuk (pasien dari Gorontalo) ke Manado. Namun turut berduka cita (pasien meninggal dunia), itu kasus pertama (AKI) di Gorontalo,”terang dr.Yana.

Mantan Dirut RS.dr.Hasri Ainun Habibie ini menambahkan, rumah sakit atau layanan kesehatan yang bisa menangani pasien anak degan kasus gagal ginjal akut ini juga harus memiliki fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Ketika rumah sakit tidak ada itu, maka dia (RS,red) tidak diperbolehkan merawat anak dengan suspek atau probable AKI,”ujarnya.
Menyikapi kasusu AKI pertama di Gorontalo, dr. Yana menjelaskan, pasien asal Limboto, Kabupaten Gorontalo itu pertama ditemukan atau diketahui gejala gagal ginjal akut progresif pada 18 Oktober 2022, dengan gejala sejak 14 oktober.

Anak usia tiga tahun itu, kemudia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, rupanya kedaan justeru semakin kurang baik. Tim medis, dengan melihat gejala yang probable AKI, kemudian memutuskan untuk merujuk ke RSUP Prof. Kandow Manado.

“Hanya saja meninggal sehari setelah tiba di RS rujukan,”katanya. Menurut dia, pasien tersebut mengalami ureum creatinine yang meningkat drastis, sehingga progresif gagal ginjal jelas kelihatan.

“Yang pertama diperlukan adalah dokter spesialis ginjal anak, di Gorontalo itu belum ada. Kedua hemodialisa anak, di Gorontalo (juga) belum ada,”paparnya.

Menurut dr.Yana, para petugas kesehatan, saat ini memang diminta untuk memantau para pasien, terutama anak-anak, dimana jika ditemukan gejala atau suspek AKI, maka segera ditangani khusus.

“Ketika menemukan ada anak yang suspek. Suspek itu yaitu tidak ada urine, atau kurang urine, maka segera ditangani,”katanya. Ia juga berharap agar orang tua, yang menemukan gejala-gejala AKI pada anak untuk segera membawanya ke faskes untuk mendapat penanganan.

“KamiDinas Kesehatan, sudah menyurat ke Dinas Kesehatan Kabupaten/kota, ke organisasi profesi, untik sama-sama kita tindaklanjuti surat edaran 3461 ini,”tandansya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Gorontalo, dr.Fadel Bilondatu, Sp.A, mengatakan, kasus gagal ginjal akut pada anak yang saat ini merebak, belum bisa dipastikan penyebabnya. Yang ada, baru dicurigai, lantaran cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada obat sirop yang dikonsumsi anak.

“Sampai saat ini belum ada kesimpulan bahwa obat-obat cair tersebut menimbulkan gagal ginjal,”terangnya. IDAI kata dia, agar masyarakat tetap waspada. Orang tua, lanjut dr.Fadel, ketika anak demam, batuk, dan produksi kencingnya menurun atau tidak kencing dalam 4-6 jam, maka segera periksakan ke fasilitas kesehatan. “Dan tidak memberi obat secara mandiri,”katanya. (tro/tr80)

Tags: gagal ginjal akutPerlu RS Rujukan

Related Posts

PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

Thursday, 29 October 2026
Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Tuesday, 27 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Saturday, 24 October 2026
Gubernur Gusnar Ismail Temui Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan

Gubernur Gusnar Ismail Temui Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan

Thursday, 22 October 2026
Gedung PN Suwawa Ludes Terbakar

Gedung PN Suwawa Ludes Terbakar

Thursday, 22 October 2026
Next Post
Bocah 10 Tahun Malah Berakhir Tragis, Ketika Ingin Membantu Orang Tua Mengambil Sayuran.

Bocah 10 Tahun Malah Berakhir Tragis, Ketika Ingin Membantu Orang Tua Mengambil Sayuran.

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Kampus UNG

Senat UNG Dituding Illegal

Tuesday, 27 August 2024
UNG siap Laksanakan UTBK

UNG siap Laksanakan UTBK

Tuesday, 17 May 2022

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Empat Lomba Meriahkan Semarak Bulan Bahasa Bastrasia 2026

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.