logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Gagal Ginjal Akut, Gorontalo Tak Ada RS Rujukan

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 25 October 2022
in Headline
0
Gagal Ginjal Akut, Gorontalo Tak Ada RS Rujukan

Ilustrasi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

‘Geruduk’ Kantor Bahlil, Gubernur Gusnar Bawa Pulang Kabar Baik Soal Tambang

Gorontalo Kirim 31 Kafilah ke MTQ Nasional 2026 di Semarang

Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda TNI AL Kerahkan 3 KRI

Gorontalopost.id – Kasus gagal ginjal akut pada anak makin mengkhawatirkan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, memastikan satu anak probable gagal ginjal akut ditemukan di Gorontalo, pada 18 Oktober 2022 dan meninggal dunia, pada Ahad (23/10).

Lebih miris lagi, di daerah ini ternyata tidak didukung dengan fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit yang memadai dalam penanganan penyakit yang banyak menyerang anak-anak itu. Bahkan, tentaga kesehatan seperti dokter spesialis ginjal anak juga tidak terdapat di Gorontalo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr.Yana Yanti Suleman, kepada wartawan, Senin (24/10) mengatakan, Kementerian Kesehatan, melalui surat nomor 3461, hanya menetapkan 14 rumah sakit rujukan penanganan gagal ginjal akut progresif atipikal/acute kidney injury (AKI) di Indonesia.

Dari 14 rumah sakit itu, tak satu pun yang ada di Gorontalo. Rumah sakit rujukan terdekat adalah RSUP Prof.Kandou di Manado Sulawesi Utara atau RSUP Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Di wilayah Indonesia Timur, hanya ada RS Wahidin Makassar, dan RS Kandou Manado. Sehingga kami pilih yang terdekat merujuk (pasien dari Gorontalo) ke Manado. Namun turut berduka cita (pasien meninggal dunia), itu kasus pertama (AKI) di Gorontalo,”terang dr.Yana.

Mantan Dirut RS.dr.Hasri Ainun Habibie ini menambahkan, rumah sakit atau layanan kesehatan yang bisa menangani pasien anak degan kasus gagal ginjal akut ini juga harus memiliki fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Ketika rumah sakit tidak ada itu, maka dia (RS,red) tidak diperbolehkan merawat anak dengan suspek atau probable AKI,”ujarnya.
Menyikapi kasusu AKI pertama di Gorontalo, dr. Yana menjelaskan, pasien asal Limboto, Kabupaten Gorontalo itu pertama ditemukan atau diketahui gejala gagal ginjal akut progresif pada 18 Oktober 2022, dengan gejala sejak 14 oktober.

Anak usia tiga tahun itu, kemudia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, rupanya kedaan justeru semakin kurang baik. Tim medis, dengan melihat gejala yang probable AKI, kemudian memutuskan untuk merujuk ke RSUP Prof. Kandow Manado.

“Hanya saja meninggal sehari setelah tiba di RS rujukan,”katanya. Menurut dia, pasien tersebut mengalami ureum creatinine yang meningkat drastis, sehingga progresif gagal ginjal jelas kelihatan.

“Yang pertama diperlukan adalah dokter spesialis ginjal anak, di Gorontalo itu belum ada. Kedua hemodialisa anak, di Gorontalo (juga) belum ada,”paparnya.

Menurut dr.Yana, para petugas kesehatan, saat ini memang diminta untuk memantau para pasien, terutama anak-anak, dimana jika ditemukan gejala atau suspek AKI, maka segera ditangani khusus.

“Ketika menemukan ada anak yang suspek. Suspek itu yaitu tidak ada urine, atau kurang urine, maka segera ditangani,”katanya. Ia juga berharap agar orang tua, yang menemukan gejala-gejala AKI pada anak untuk segera membawanya ke faskes untuk mendapat penanganan.

“KamiDinas Kesehatan, sudah menyurat ke Dinas Kesehatan Kabupaten/kota, ke organisasi profesi, untik sama-sama kita tindaklanjuti surat edaran 3461 ini,”tandansya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Gorontalo, dr.Fadel Bilondatu, Sp.A, mengatakan, kasus gagal ginjal akut pada anak yang saat ini merebak, belum bisa dipastikan penyebabnya. Yang ada, baru dicurigai, lantaran cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada obat sirop yang dikonsumsi anak.

“Sampai saat ini belum ada kesimpulan bahwa obat-obat cair tersebut menimbulkan gagal ginjal,”terangnya. IDAI kata dia, agar masyarakat tetap waspada. Orang tua, lanjut dr.Fadel, ketika anak demam, batuk, dan produksi kencingnya menurun atau tidak kencing dalam 4-6 jam, maka segera periksakan ke fasilitas kesehatan. “Dan tidak memberi obat secara mandiri,”katanya. (tro/tr80)

Tags: gagal ginjal akutPerlu RS Rujukan

Related Posts

‘Geruduk’ Kantor Bahlil, Gubernur Gusnar Bawa Pulang Kabar Baik Soal Tambang

‘Geruduk’ Kantor Bahlil, Gubernur Gusnar Bawa Pulang Kabar Baik Soal Tambang

Friday, 11 September 2026
Gorontalo Kirim 31 Kafilah ke MTQ Nasional 2026 di Semarang

Gorontalo Kirim 31 Kafilah ke MTQ Nasional 2026 di Semarang

Friday, 11 September 2026
Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Friday, 11 September 2026
Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda TNI AL Kerahkan 3 KRI

Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda TNI AL Kerahkan 3 KRI

Friday, 11 September 2026
UU Nomor 10 Tahun 2011, Adhan: Pemda Berwenang Cabut Status Cagar Budaya

UU Nomor 10 Tahun 2011, Adhan: Pemda Berwenang Cabut Status Cagar Budaya

Thursday, 10 September 2026
Unjuk Rasa ‘Cagar Budaya’ Memanas, Kepala Balai Dievakuasi, Terungkap Laporan ke Polisi untuk Pengamanan Objek Bukan Pidana

Unjuk Rasa ‘Cagar Budaya’ Memanas, Kepala Balai Dievakuasi, Terungkap Laporan ke Polisi untuk Pengamanan Objek Bukan Pidana

Thursday, 10 September 2026
Next Post
Bocah 10 Tahun Malah Berakhir Tragis, Ketika Ingin Membantu Orang Tua Mengambil Sayuran.

Bocah 10 Tahun Malah Berakhir Tragis, Ketika Ingin Membantu Orang Tua Mengambil Sayuran.

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

Friday, 11 September 2026
Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Friday, 11 September 2026
Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Friday, 11 September 2026
Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Friday, 11 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026 Bidik Transaksi Rp 4,2 Miliar, BI Gorontalo Libatkan Ratusan UMKM

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.