logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Tulisan Pendek

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 19 October 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

Dahlan Iskan

Saya menerima ”tagihan” dari Disway. Bertubi-tubi. Kemarin malam.

Awalnya tagihannya begini: ”kok belum kirim tulisan”. Sudah pukul 21.00. Setelah tulisan saya kirim muncul lagi ”tagihan” berikutnya: minta dikirim ulang. “Tulisannya terpotong. Mohon dikirim ulang pakai email, agar lengkap,” pintanya.

Saya tidak merasa ada yang terpotong. Saya diamkan tagihan itu. Toh yang menagih bukan para komentator.

“Yang kami terima hanya empat alinea. Mohon dikirim ulang,” tagihnya lagi.

Related Post

Fir’aun Baik

Tol Tentara

Ziarah Ziarah

Aliran Boneka

Oh, saya paham. Tulisan pendek di Disway kemarin dikira hanya terkirim sebagian. Padahal saya memang sengaja menulis sangat pendek. Tanpa memberi tahu kesengajaan itu. Saya hanya ingin minta perhatian: hati-hati. Rupiah sudah merosot sampai Rp 15.500/dolar.

Ancaman ekonomi begitu berat. Kok kita masih asyik dengan politik. Termasuk Presiden Jokowi sendiri. Padahal beliau sudah tidak boleh maju lagi sebagai calon.

Harusnya, kata seorang pengusaha kecil di Tanah Abang, beliau ikhlas saja: untuk presiden akan datang serahkan pada mekanisme demokrasi. Ini lagi ada masalah ekonomi yang berat. Yang hanya presiden yang bisa mengatasi.

Saya memang hanya ingin mengatakan itu, di Disway kemarin. Untuk apa dipanjang-panjangkan. Cukuplah 4 alinea. Agar fokus.

Tapi bahwa tulisan itu dikira terpotong mungkin karena biasanya tidak sependek itu. Ups, ada penyebab lain: tulisan pendek itu tanpa kalimat penutup seperti biasanya. Sehingga dikira belum selesai.

Tapi memang ada penyebab lain. Saya akui saja: tidak cukup waktu. Senin itu saya sudah harus berangkat jam 05.30. Baru pulang pukul 20.30. Padahal tulisan harus dikirim paling lambat pukul 21.00.

Sebenarnya bisa saja saya minta deadline dimundurkan satu jam. Toh pembaca tidak akan tahu. Tapi saya takut pada diri sendiri: nanti menjadi kebiasaan; sedikit-sedikit minta molor.

Dan lagi saya begitu terpengaruh pada isi pertemuan terakhir sebelum menulis itu. Yang membicarakan ekonomi. Khususnya nilai tukar. “Tiga bulan lalu kan saya sudah ingatkan bapak. Belilah dolar,” ujar pengusaha yang ikut pertemuan itu. “Saya kan sudah bilang, akan menjadi Rp 15.000 dan masih naik lagi,” tambahnya.

Masih lebih dalam lagi pembicaraan rupiah Senin petang itu. Saya begitu tersentuh. Sambil makan itu saya sudah bertekad: akan menulis soal nilai tukar. Ini harus diingatkan sungguh-sungguh. Gak usah panjang-panjang.

Soal mengapa rupiah merosot, dan apa yang harus dilakukan, para ahli di pemerintahan sudah tahu. Tinggal soal fokus. Presiden jangan lagi pikir urusan presiden akan datang.

Maka tagihan Disway itu saya abaikan. Saya harus cepat tidur. Malam sebelumnya saya sangat kurang tidur. Harus saya bayar segera.

Malam sebelumnya itu saya baru tidur pukul 02.00. Bangun pukul 05.00.

Biasanya kalau tahu jadwal hari itu padat sekali, saya paksakan menulis waktu subuh. Saya simpan. Menjelang deadline saya update dengan perkembangan terbaru.

Senin subuh itu saya tidak bisa menulis. Jam 05.00 memang sudah bangun tapi harus siap-siap berangkat. Pukul 07.00 harus sampai Karawaci. Bertemu orang di sana. Lalu pukul 08.30 harus sudah di Cikupa.

Saya tidak bisa meneruskan tidur di mobil. Harus menelepon banyak orang sepanjang perjalanan.

Saya hanya bisa menyesal mengapa baru tidur jam 02.00 lebih malam itu. Sudah tua. Tidak tahu diri.

Sebenarnya saya ingin tidur pukul 23.30. Toh Liverpool pasti kalah. Manchester City pasti bisa menggundulinya. Tahun ini City lagi hebat-hebatnya. Belum pernah kalah satu kali pun. Haaland juga lagi hot: bikin hat-trick tiga kali berturut. Malam itu pun Haaland pasti akan menjebol gawang Liverpool. Bahkan, mungkin, empat atau lima gol. Sendirian. Liverpool lagi payah awal musim ini.

Maka begitu Liverpool kebobolan satu gol saya akan langsung tidur. Tidak mentolo melihat hujan gol berikutnya. Kasihan. Juga kasihan pada pelatih Jurgen Klopp yang terlihat kian tua dan kurus. Saya akan memilih seperti Eka Damayanti, istri almarhum Nawi Aremania itu: tidak mau melihat pertandingan ketika Arema sudah kalah oleh Persebaya.

Ternyata, sampai 10 menit, City belum bisa memasukkan gol. Pun 20 menit. Tumben. Ngantuk pun mulai hilang. Timbul semangat. Babak pertama Anda sudah tahu: masih 0-0.

Di babak kedua terjadilah drama itu. Khas Mohamad Salah. Dan hanya bisa dilakukan oleh Mohamad Salah.

Saat itu kiper Liverpool, Alisson Becker, menendang bola sangat keras. Sampai terjatuh. Agar bola bisa langsung sampai Salah di depan sana. Salah memang dihalangi pemain belakang City, Joao Cancelo, tapi Salah berhasil menggiring cepat bola itu untuk tinggal hanya berhadapan dengan kiper City. Gol.

Liverpool ternyata menang.

Drama itu bikin bencana. Bukan bagi City, tapi bagi saya. Adegan itu sangat mengganggu. Membuat tidak mengantuk sampai jam 02.00. Padahal Senin pagi itu padat sekali. Padahal rupiah memprihatinkan sekali. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Fir’aun Baik

Wednesday, 11 March 2026
Jalan tol di Mesir terdiri dari lima lajur dan sangat lebar. Selain itu tarifnya supermurah.-Harian Disway-

Tol Tentara

Tuesday, 10 March 2026
--

Ziarah Ziarah

Monday, 9 March 2026
Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-

Aliran Boneka

Monday, 9 March 2026
--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Next Post
Harga Beras Makin Mahal, Per Koli Capai Rp550 Ribu

Harga Beras Makin Mahal, Per Koli Capai Rp550 Ribu

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

Monday, 9 March 2026
Ismet Mile

Ismet Mile, Dicalonkan Golkar Saat Pilkada, Kini Pimpin PPP

Wednesday, 11 March 2026
HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

Friday, 25 August 2023
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Terima Audiensi Tokyo Gas dan Hanwa, Kementerian Kehutanan Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Lestari

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Insiden Pasar Sentral, Adhan Geram Merasa Hendak Dijebak

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.