Gorontalopost.id – Seperti tahun tahun sebelumnya, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kue di Gorontalo.
Beberapa hari menjelang perayaan Maulid Nabi, para pedagang mulai menerima orderan kue, teruama kue tradisional, seperti kolombengi, wapili, sukade dan sejumlah kue tradisional khas Gorontalo lainnya.
Setiap warga paling sedikit memesan sebanyak 20 biji kue tradisional. Ada yang dibuat untuk di jadikan Walima/Toyopo sebagai tradisi masyarakat Gorontalo dalam memeriahkan perayaan maulid.
Tahun ini, pedagang rata rata mengaku permintaan kue masih cukup banyak.
Hesti Abidin, pedagang kue di kawasan lampu merah jalan Raja Eyato mengatakan, saat ini selain untuk dibuat walima, banyak warga yang memesan kue untuk dikumpulkan di sekolah sekolah. “Ada orang tua siswa yang pesan untuk dikumpul di sekolah, hanya 20 biji per siswa,” katanya.
Kue yang dijualnya pun dihargai Rp1.000-1500 per bijinya. “Biasa untuk jumlah banyak harus pesan dulu baru dibuat, karena yang ready itu tidak banyak dan cepat laku,’ tuturnya.
Setiap hari, ia mengaku kue yang terjual bisa mencapai 200 biji. “Jumlahnya masih sama seperti tahun lalu, sekitar 200 biji laku sehari,” ujarnya.(dan)











Discussion about this post