logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Harapan Kanjuruhan

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 5 October 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

DahlanIskan

KANJURUHAN barangkali akan jadi tumbal untuk lahirnya dua era Baru. Pertama, rukunnya suporter Aremania dan Bonek. Aremanita dan Bonita.

Kedua, era dimulainya streaming menggantikan liveTV.

Soal kerukunan itu pernah ada sejarahnya. Tsunami Aceh. Bencana besar itu langsung mengakhiri perselisihan puluhan tahun antara Gerakan Aceh Merdeka dengan pemerintah Indonesia.

Tanpa tsunami Aceh tahun 2005, bisa jadi perang masih terus berlangsung. Dan korban terus berjatuhan.

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Demikian juga bencana di Stadion Kanjuruhan Malang Sabtu malam lalu. Rasa permusuhan antara Aremania dan Bonek seperti leleh. Ratusan, ribuan, Bonek berkumpul di Tugu Pahlawan Surabaya. Secara spontan. Malam hari kemarin. Mereka menyalakan lilin. Doa untuk Aremania-Aremania. Begitu tulus. Begitu syahdu.

Belum lagi kegiatan kecil-kecil lainnya. Juga kunjungan ke Stadion Kanjuruhan. Semua berduka. Semuanya berdoa. Seperti saudara sendiri. “Kami bertekad hanya akan bersaing untuk 90 menit di lapangan. Selebihnya kami saudara,” kata mereka.

Tragedi Kanjuruhankelihatannya juga menjadi titik balik dalam sistem siaran langsung sepakbola Indonesia. Tragedi ini sangat mungkin melahirkan era baru: live streaming.

Secara teknologi live streaming sudah mature. Sudah tidak ada masalah. Secara sosial sudah siap.

Memang sebenarnya tidak akan ada stasiun TV yang mau menyiarkan sepakbola pada jam 18.00 – 20.00. Anda sudah tahu: jam-jam itu disebut prime time. Yakni jumlah penonton TV paling banyak. Mereka yang bekerja sudah pulang. Makan malam sudah selesai. Atau sedang berlangsung di depan TV. Keluarga kumpul. Nonton TV.

Kalau pada prime time seperti itu disiarkan sepakbola, yang menonton hanya satu orang: kepala keluarga, ayah. Rugi. Maka pada jam seperti itu yang diputar adalah sinetron. Kian sedih kian baik. Sepakbola hanya mengganggu rating.

Selama ini, sepakbola bisa dimainkan pukul 20.00 pun itu karena stasiun TV-nya sudah berbaik hati. Di mata stasiun TV sebenarnya sepakbola baru baik bila disiarkan pukul 23.00. Ketika anak-anak dan ibu mereka sudah mau tidur.

Pukul 20.00 pun sebenarnya masih termasuk prime time. Karena itu, kalau awalnya, jadwal pertandingan Liga 1 dimulai pukul 20.30. Di Samarinda dan Makassar itu sudah pukul 21.30.

Presiden Persebaya –rasanya saya tahu namanya– sejak awal mempersoalkan jadwal ini. Tidak masuk akal. Bonek mendukungnya. Sang presiden terus menulis artikel mengenai bahaya main terlalu malam. Bonek pun mendukungnya lewat unjuk rasa. Polrestabes Surabaya juga punya pikiran yang sama. Mereka berjuang bersama. Akhirnya jadwal Persebaya berubah: pukul 15.30 semua. Jadwal tim lainnya tetap malam: pukul 20.00. Berubah sedikit. Maju setengah jam.

Rating sepakbola sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Masih jauh lebih baik dari pada warta berita. Maka stasiun TV berebut juga untuk mendapatkan hak siar. Sampai ditenderkan: siapa yang mau bayar  paling tinggi ialah yang punya hak siar.

Uang itu masuk ke Liga Indonesia Baru (LIB). Sebagian dibagi ke klub-klub Liga 1. Disebut sebagai subsidi untuk klub. Kata subsidi itu diprotes. Itu memang hak klub sebagai pemegang saham PT LIB.

Hampir pasti, ke depan, tidak akan ada pertandingan malam. Jera dengan apa yang terjadi di Kanjuruhan. Itu seperti kembali ke zaman dulu, ketika banyak stadion belum punya lampu sorot.

Main malam sebenarnya ada asyiknya. Tidak panas. Pemandangan lebih fokus ke lapangan –karena di luar itu  gelap. Pun waktu penonton menyanyikan ”lagu kebangsaan” masing-masing, suasananya bisa lebih magis: semua penonton menyalakan flash light dan mengayunkannya ke kanan-kiri.

Tapi jam 20.00 terlalu malam. Yang terbaik tetap malam tapi dimulainya jam 18.00 atau 18.30.

Masalahnya: stasiun TV kurang tertarik. Sepakbola tidak bisa membuat penonton terisak-isak pada jam prime time itu. Kalau saja ada yang meneliti, mungkin jam-jam itulah pemakaian tisu tertinggi di Indonesia.

Tidak semua pertandingan sepakbola ratingnya rendah. Persebaya, Persib, Persija adalah tiga tim teratas dalam hal rating. Lalu Arema, PSIS, dan PSM.

Stasiun TV, kalau boleh, pasti hanya mau membeli pertandingan yang melibatkan enam tim itu. Tapi PT LIB menjualnya secara paket: harus ambil semua.

Maka, untuk jadwal, kita punya tiga pilihan. Main sore dengan hak siar tetap dijual. Tentu dengan harga lebih murah. Enam klub tadi tidak akan keberatan. Dengan main sore pendapatan mereka bertambah: dari penjualan karcis.

Pilihan kedua, main malam hari tapi jam 18.00 dimulai. Kalau stasiun TV tidak berminat mengambilnya tidak masalah. Klub-klub bisa jualan aplikasi live streaming.

Pilihan ketiga, demokrasi. Klub-klub memilih sendiri jadwal masing-masing. Dengan koordinasi dengan kepolisian setempat.

Praktis yang perlu diwaspadai sebenarnya hanyalah pertandingan yang melibatkan enam tim tersebut. Jangan sampai tim lain ikut jadi korban. SOP-pun jangan dibuat sama. SOP yang ketat akan menambah biaya pengamanan. Di luar enam tim tersebut, mungkin, dengan SOP yang paling sederhana pun sudah cukup.

Peristiwa besar selalu melahirkan pemikiran besar. Bukan mematikan harapan besar. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Ayam Kampung KUB Rp 38 Ribu per Ekor

Ayam Kampung KUB Rp 38 Ribu per Ekor

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

Friday, 25 August 2023

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.